SEKAR Edisi Maret 2025 | Us karya Nasya Falasarika
Us karya Nasya Falasarika “Ngapain?” aku menatap tangannya yang dengan sengaja menyentuh tanganku. Ia masih saja cengengesan tanpa rasa sungkan, jadi kuhempas saja lengannya dengan keras. “Jangan begitu, bikin malas saja!” dia masih tampak tenang-tenang saja tanpa mengurangi senyumannya. Aku pergi dari hadapannya dan menuju bangku yang lain, menagih uang iuran dari teman-teman sekelasku. Ya, aku seorang bendahara, sejak SMP jabatanku menetap di sini, dan aku menjadi lumayan muak. Teman-teman biasa memanggilku Rin, dan yang barusan aku marahi itu adalah Adam, seorang siswa paling menjengkelkan dan paling nakal yang aku tahu. Aku membencinya, kalian harus tahu itu. Dan itulah yang seharusnya benar-benar aku yakini, hingga kemudian sesuatu berubah dan aku menyesal pernah mengenalnya. Hari itu seperti biasa aku berangkat ke sekolah dengan menaiki sepeda ontelku, dan sampai di sekolah pukul 06.4...