Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

SEKAR Edisi Maret 2025 | Us karya Nasya Falasarika

  Us karya Nasya Falasarika      “Ngapain?” aku menatap tangannya yang dengan sengaja menyentuh tanganku. Ia masih saja cengengesan tanpa rasa sungkan, jadi kuhempas saja lengannya dengan keras. “Jangan begitu, bikin malas saja!” dia masih tampak tenang-tenang saja tanpa mengurangi senyumannya. Aku pergi dari hadapannya dan menuju bangku yang lain, menagih uang iuran dari teman-teman sekelasku. Ya, aku seorang bendahara, sejak SMP jabatanku menetap di sini, dan aku menjadi lumayan muak. Teman-teman biasa memanggilku Rin, dan yang barusan aku marahi itu adalah Adam, seorang siswa paling menjengkelkan dan paling nakal yang aku tahu. Aku membencinya, kalian harus tahu itu. Dan itulah yang seharusnya benar-benar aku yakini, hingga kemudian sesuatu berubah dan aku menyesal pernah mengenalnya.             Hari itu seperti biasa aku berangkat ke sekolah dengan menaiki sepeda ontelku, dan sampai di sekolah pukul 06.4...

SEKAR Edisi Maret 2025 | Akhir dari Riuhnya Angin Malam karya Nadila Aprilianti Tri Zikri

Akhir dari Riuhnya Angin Malam karya Nadila Aprilianti Tri Zikri Apa yang tidak ada dari diriku? Mengapa sulit memilih untukku sendiri? Apakah aku mampu membuktikan ke semua orang? Beberapa pertanyaan itu selalu muncul dalam pikiran seorang gadis remaja yang jiwanya tertanam dalam ruangan hitam di kepalanya. Dinginnya malam selalu memecahkan kehangatan dalam tubuhnya, tangis yang bercucuran di pipinya membuat ia semakin larut dalam kedinginan. Berharap akan ada yang bisa menyelamatkannya, namun hal itu sangat mustahil. Tak kuasa ia menghangati jiwanya yang tak bisa keluar dari kegelapan. Perempuan remaja ini hanya bisa meratapi nasibnya, yang entah sampai kapan semua ini berakhir. Keluarga yang tak memihaknya, pertemanan yang memojokkannya, itu semua membuatnya semakin tak berdaya. Di dalam tubuh yang tidak berdaya, ia ingin semua yang membencinya dapat melindunginya dari kedinginan itu.  Saat terik matahari menyinari bumi, terdapat seorang gadis remaja bernama Kia yang sedan...

SEKAR Edisi Maret 2025 | Rintik Rindu karya Layli Alifia Syamsiandari

Rintik Rindu karya Layli Alifia Syamsiandari Langit bergemuruh Hujan turun perlahan Bersama munculnya kenangan Rasa yang muncul kembali Rasanya menusuk hati  Bagaikan bentuk pengertian Alam turut bersedih  Seakan sosok itu hadir kembali Hujan akan selalu sama Rasa yang kumiliki pun akan tetap sama Namun, dia yang telah berbeda  Hilang entah kemana  Menyisakan puing-puing kenangan  Saat berdua menikmati rintik hujan

SEKAR Edisi Maret 2025 | Dalam Gerak dan Nada karya Hida Hudria Nasya

Dalam Gerak dan Nada karya Hida Hudria Nasya Di bawah langit biru berkelip bintang Embun berkilau menghias hamparan persawahan Lampu blencong nampak menerangi kelir wayang Pertanda pertunjukan siap dimulai Dalang mulai bersuara, menghidupkan jiwa Seolah memberikan nafas Bercerita dalam gerak dan nada Kala wayang menari, meliuk ke sana ke mari Pahlawan dan dewa berperang Sejarah seolah kembali terulang Arjuna yang gagah, Sinta yang setia Kisah yang tak lekang oleh waktu Suka-cita, duka-lara.. Tampak menyelimuti perjalanan Mengajarkan arti kehidupan sesungguhnya

SEKAR Edisi Maret 2025 | Harga Sebuah Kejujuran karya Gilang Firmansyah

Harga Sebuah Kejujuran   karya Gilang Firmansyah      Mentari pagi samar-samar menampakkan dirinya tetapi aku sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Ini adalah hari yang penting, hari ujian kelulusan. Hari yang selama ini hanya terasa seperti bayangan jauh, kini hadir di depan mataku. Aku duduk di bangku nomor 14, tepat di tengah ruangan. Lembar soal sudah dibagikan, dan suara pengawas mengingatkan kami untuk tidak melakukan kecurangan.    "Kalian sudah berusaha sejauh ini. Gunakan waktu sebaik mungkin dan tetaplah jujur," kata pengawas dengan tegas.      Aku menarik napas panjang, mencoba menghalau kegelisahan yang menyeruak. Aku sudah belajar berbulan-bulan untuk ini, jadi aku yakin bisa melaluinya. Namun, sesuatu menarik perhatianku. Dari sudut mataku, aku melihat seseorang di sebelahku bergerak mencurigakan.      Jasmine. — sahabatku sejak SMP.      Aku melihatnya dengan ekor mataku—tangannya menyelinap ke ba...

SEKAR Edisi Maret 2025 | Sendu Kala Rindu karya Fajriyanti Azizah

Sendu Kala Rindu oleh Fajriyanti Azizah Senja menghilang terganti rembulan Sambut petang dengan ketulusan Udara malam yang kian mengenang Jiwa ini hanyut akan kenangan   Hampa menyeruak tiba-tiba Terbayang engkau telah disana Sedih mengalun dengan pilunya Tanpa isyarat jatuh basahi rupa Kini lara hati jadi tahta   Bintang fajar tampakkan siluetnya Raga terjaga ratapi nestapa Iktikad diri kunjungi rehatnya Mungkinkah mampu hilangkan buncah?   Genggam erat setangkai krisan Langkah pelan iringi ketabahan Tatapku rindu penuh sayatan Hadap peristirahatan yang memilukan

SEKAR Edisi Maret 2025 | Perudungan karya Atiya Num’atul Salsabila

  PERUNDUNGAN karya Atiya Num’atul Salsabila Mulutnya dikatupkan, bungkam Matanya dipejamkan, tak terlihat Telinganya disumbat menggunakan kedua tangannya    Menunduk dan terus berdoa agar cepat-cepat pulang Lari terus, kencang, menembus lautan manusia Suara-suara itu buat dirinya selalu ketakutan    Tiap-tiap malam dirinya berdoa, agar besok tidak ada lagi luka Kamar mandi selalu menjadi tempat favoritnya untuk meluapkan amarahnya Satu minggu, tiga bulan, dua tahun, dan seterusnya dirinya menghitung hari Akhirnya dirinya bebas dari tempat itu

SEKAR Edisi Maret 2025 | Bisik Senja di Pucuk Cemara karya Anggi Indriyani

Bisik Senja di Pucuk Cemara   karya Anggi Indriyani Di pundakmu, senja berbisik pilu, Beban dunia, langkahmu membeku. Senyummu pudar, di balik bayang semu, Menari sendiri, di atas luka membiru.   Keinginanmu terkurung dalam kalbu, Terjebak sunyi, di labirin waktu. Setiap langkah, harapan kian layu, Namun hatimu, tak pernah menyerah ragu.   Kau adalah mentari, di balik awan kelabu, Pancarkan hangat, meski jiwa merindu. Kau adalah rembulan, di malam yang sendu, Terangi jalan, di tengah gelap yang membatu.   Gadis kecilku, dengarkan bisik senja ini, Di setiap tetes air mata, ada kekuatan tersembunyi. Badai pasti reda, mentari kan bersinar lagi, Dan di balik senja, kau temukan arti sejati

SEKAR Edisi Maret 2025 | Tuan, mimpi atau mati? karya Afifah Citra Pratama

  Tuan, mimpi atau mati?  karya Afifah Citra Pratama   Selamat petang, Tuan.  Kaki telanjang saya sekali lagi melangkah ke hamparan pasir ini Menyaksikan ombak datang dan pergi Menyaksikan pusat semesta dipeluk laut, tenggelam, hilang Hilang bersama pusat dunia saya; anda.    Biru, kuning, hijau, jingga, putih, merah, brutal menyergap Riuh-bising-senyap dunia menyerang Mendorong tetes demi tetes mengaliri pipi, hingga Asing, jari kaki tak lagi merasakan butir, tunggu Saya akan menjemput Tuan.