Senin, 03 Januari 2022

Manyura Krishna | Lintang Safitri


 "Manyura Krishna"

Cat Poster di atas Triplek

Lintang Safitri

Tak Sepantasnya Perbedaan itu Membuat Kita Runtuh | Lintang Safitri

 Tak Sepantasnya Perbedaan Itu Membuat Kita Runtuh

Muhyi Aditya Supratman

Aku yang telah menghadirkan ruang indah itu didadamu. Menanamkan kisah yang terukir dalam arti perjanjian yang telah kita sepakati bersama. Selama ini kita telah seksama untuk mengukir hubungan. Pada akhirnya kamu tetap pergi namun tak ingin melukai. Semestinya aku tahu itu ketika kamu menyadari bukan aku yang kamu inginkan. Bukan aku yang ingin kamu temani. Hingga aku lelah dengan sikapmu yang menankam kata yang penuh harapan dan menenggelamkan.

Aku tak pernah tahu apa yang sedang kamu rencanakan saat kita bersama. Kita telah melalui harapan yang benar – benar pasti. Sedemikian percayanya aku kepadamu akan menuju titik abadi. Sayangnya kamu telah mengakhiri. Kita sama – sama memiliki pemahaman dan fikiran yang mandiri. Mengapa kita berhenti sejak perbedaan hadir dalam hidup ini ?. kita tidak dapat menjalin hubungan jika perbedaan menjadi halang dan rintang. Kamu menemukan jalanmu. Dan aku bersama yang lain. ketika salah satu menggenggam dengan erat. Genggaman itu akan terlepas ketika perbedaan menjadi permasalahan sepanjang hari.

Akan ada orang – orang yang berusaha untuk memulihkan itu, namun belum tentu akan seperti sedia kala. Kita tidak bisa benar – benar menghilangkan ingatan manis itu di dada. Ia akan tetap ada walau kamu berusaha menghilangkan itu. karena memang selayaknya ia hadir dalam hidup bukan hanya menjadi kenangan, melainkan menjadikan ia sebagai pelajaran berharga. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi, sebab aku tak lagi diingi. Memberikan hal yang semacam itu mungkin lebih baik.

Jika memang benar kita tidak bisa ditakdirkan untuk bersama, maka izinkan aku untuk menemanimu sebagai seseorang yang hadir sebelum orang baru itu datang. Seketika orang itu telah datang, aku akan menghilang. Walau luka – luka itu menyesakkan dada. Bagaimana pun juga aku pernah hadir dalam hidup ini. Hadir untuk bersedia denganmu. Dan memilihmu sebagai pasangan. Perbedaan telah memberikan jalan – jalan yang tak lagi sama. Dan pada akhirnya kita memilih untuk berhenti.

Berawal dari jalan yang begitu manis telah membuatku hadir dalam kenangan yang tak kunjung usai. Rasa sesal itu menjelma bagaikan hari – hari penuh penantian. Aku menggenggamu secara erat, dan kamu memandangku secara cepat. Aku tidak menghiraukanmu sebagai salah seorang yang hadir dalam pelukan. Hingga aku tak lagi menyadari kisah ini yang telah berakhir. Didalam fikiran ku hanya satu. Aku hanya ingin kamu.

Namun sayangnya kamu bukan lagi yang pernah kukenal dulu. Kita hanya dipertemukan oleh sekejapnya waktu. Usaha yang telah dilalui itu tidak benar – benar kamu usahakan. Hingga kita tidak dapat lagi dipersatukan. Kamu yang menginginkan hal ini sekedar hadir lalu pergi menemui ia yang kamu anggap sebagai seseorang yang dapat merubah semua yang telah kamu jalani bersamaku. Lalu ketika hal itu tidak dapat kamu harapkan, kamu kembali untuk merangkai cerita lama. Sedangkan aku telah benar – benar menghilangkan kamu untuk selamanya. Sebab setelahnya pelangi tak akan pernah hadir ketika hujan itu tak pernah hadir dalam suatu keadaan.

Perbedaan bukan menjadi halangan dalam sebuah hubungan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi didepan. Yang kita ketahui hanya satu. Kita yang telah berakhir menyatu.

09 – 10 November 2021

Muhyi Aditya

[Poster] Tarik Ulur Uang Rakyat | Lintang Safitri

\

"Tarik Ulur Uang Rakyat" 

Picsart

- Lintang Safitri -


 

Sebuah Perjalanan Panjang dengan Kepastian yang Tertunda | Muhyi Aditya Supratman

 Sebuah Perjalanan Panjang dengan Kepastian yang  Tertunda

Muhyi Aditya Supratman

        Mencobalah mendengarkan dalam peliknya kenyataan agar kamu dapat memahaminya. Bukan hanya untuk melihat hal – hal yang membuatmu berbahagia. Bukan hanya mendapatkan hasil yang dapat kamu terapkan begitu saja. Ketika kamu tidak dapat melakukan hal yang sama, biarkan orang lain untuk mengungkapkan segala cerita dalam dada. Bukannya semestinya setiap orang diharuskan untuk mendengarkan jika ingin memiliki pemahaman ?. Lantas ketika perkataan itu tidak dapat lagi kamu dengarkan. Apa yang harus dilakukan ?. Termasuk ketika kenyataan yang menyulitkan itu kamu ungkapkan kepada dia untuk selalu menunggu sebagai pasangan.

        Suatu hubungan memang harus bertujuan dalam keseriusan. Namun, menciptakan keseriusan tersebut membutuhkan usaha dalam kenyataan. Jika kedatangan mu bersamanya dalam sebutan pasangan, artinya kamu dan dia memilih jalan yang berkaitan. Jika salah satu telah menumbangkan, tak seharusnya kamu harus berkorban dan mengusahakan. Hidupmu adalah pilihan atas tindakan. Bukan aturan yang harus kamu paksakan dalam proses pendewasaan.

    Dalam kehidupan kadang kala terdapat orang – orang yang menumbuhkan rasa lalu menghilang. Kamu mengutuk diri atas penyesalan. kehidupan yang tak tersampaikan. Merelakan memang tak cukup dari sebuah perkataan. Kamu tahu hal itu adalah rasa terberat dalam ruang kehampaan. Aku tak ingin berkubang dalam kegelapannya malam – malam yang gemintang. Senja – senja yang membenamkan harapan. Tanpa kamu tahu hati yang telah di luluhlantakkan. Ketika dia jatuh, kamu mengangkatnya dengan sebuah kehormatan, lantas kenapa kehidupan membalikkan ?. ketika kamu mengutarakan keseriusan kenapa dia memberi ruang untuk meninggalkan ?.

        Kesepakatan yang telah lama terjalin meninggalkan lara – lara yang begitu dalam. Kamu yang berusaha semaksimal tenaga, tergantikan oleh orang lain yang berkuasa. Dia yang meninggalkan atas ungkapan yang dikatakan ketika itu, mengharapkan orang lain untuk memberikan ruang kegembiraan dalam gelapnya kehidupan.

Jika suatu hari nanti kamu membutuhkanku lagi untuk menaungi harimu, simpanlah hal itu dalam – dalam. Tidak semua kenyataan akan membalikkan keadaan. Tidak semua penundaan akan berakhir menyisakan duka dalam setiap tangisan

27 Oktober 2021

Ketika Dia telah Mengakhiri, Kamu Harus Pergi | Muhyi Aditya Supratman

 Ketika Dia telah Mengakhiri, Kamu Harus Pergi

Muhyi Aditya Supratman

Bagaimana mungkin kita akan memiliki tujuan jika kita tidak saling paham. Bukankah semestinya pemahaman adalah sebuah jalan menuju keabadian dalam titik nadi kehidupan ?. Bagaimana kita akan mencapai sebuah impian ketika jalan kita mengalami perbedaan. Kadang, kita tidak membutuhkan orang yang memiliki kegiatan yang sama dengan kita, kita hanya butuh orang yang memahami dunia kita. Dunia yang tak sama dengan apa yang ia jalani, dan semestinya perbedaan bukan menjadi halang dan rintang. Sebuah pelangi membutuhkan ketujuh warna untuk terlihat indah. Lantas mengapa perbedaan itu telah membuat kita menjadi runtuh.

Hujan – hujan yang mengindahkan jalan yang dirangkai dalam perbedaan bukanlah sebuah permasalahan ketika satu diantaranya memilih membicarakan secara perlahan. Langkah – langkah yang telah memberikan perjalanan panjang perlu ditinjau ulang ketika ketidakpercayaan mulai timbul dalam dada seseorang. Keadaan yang membuat itu telah mendorong dalam rentangan perbincangan yang menyesakkan. Kamu tau ketika seseorang tidak lagi ingin kamu temani. Maka biarkan dia pergi untuk menemui pengganti, sebab adanya kamu dalam dirinya bukanlah perasaan yang sungguh – sungguh dia yakini.

Aku paham itu. rela tak semudah kata. Keadaan yang telah membuatnya enggan untuk kamu temui. Walau dia ingin menemui dalam sekejapnya keadaan yang ingin menjumpai. Ketika kamu telah memilih sendiri, dia datang kembali. Kamu meresponnya dengan biasa saja, dia mengharapkanmu luar biasa. Lantas ketika suatu hubungan telah berhenti dan tersudahi, kamu kembali untuk menemui cerita yang telah usai. Kamu memohon untuk merangkai kembali. Salahkah diriku untuk mengakhiri ?. sebab aku telah berusaha untuk berkali – kali namun kamu tidak menghiraukan sekali lagi. Bagaimana kita memulai kembali suatu hubungan yang telah retak, jika kamu saja tidak pernah mengungkap.

 

Rasa itu kini telah berakhir dalam rentetan cerita yang usai. Kenangan yang menghadirkanmu dalam kesunyian. Menyelesaikannya dalam sebuah hubungan. Akankah rasa itu tetap ada walau kamu memilih pergi dan tiada ?. aku sedikitpun tidak pernah menyesali itu sebagai keadaan yang telah memberikan luka. kamu datang ketika aku tidak lagi  mendapatkan seseorang itu. kamu hadir mengisi ruang kehampaan itu. ketika ruang itu telah kamu isi. Kamu meninggalkan dan pergi begitu saja. Setelah sekian lama kamu pergi, kamu ingin menemui kehidupan ku yang telah terisi. Walau ada rasa risih. Aku tetap dengan manisnya muka menampilkan itu kepadamu. Agar seolah kamu meyakini aku tetap yang yang kamu pahami.

Ketika seseorang telah meninggalkan, kamu tak boleh menerimanya kembali, walau dia berjanji mengasihi, namun itu hanya ilusi.

Sebuah catatan dari seorang perempuan yang bercerita mengenai seorang pasangan yang telah pergi meninggalkan dan menemui kembali untuk menjalin sebuah hubungan 

Duka yang Mendera | Muhyi Aditya Supratman

 

Duka  yang Mendera

Muhyi Aditya Supratman


KAMU DENGAN EGOMU, AKU DENGAN PEMIKIRANKU. BAGAIMANA PERASAAN INI AKAN BERSATU JIKA KAMU DAN AKU TIDAK DAPAT

DIPADUKAN ?

 

kamu mengukir hubungan yang telah terjalin begitu lama dengan dia. Terbang tinggi dalam setiap tetes air mata yang tak dapat disangkal. Namun apakah kenyataan akan membaik jika kamu menangis ?. Mungkin sedikit lebih melegakan diantara sakit yang dirasakan. Kamu hanya membekas diantara kenangan yang menyesakkan dada. Mendera luka yang masih belum sepenuhnya terucap. Yang pada kenyataannya kamu harus tetap hidup dan memendamkan lara.

Semestinya kamu tahu jika suatu hubungan harus saling mempercayakan satu diantara yang lain. kebebasan tak seharusnya dikekang dalam setiap ucapan. Mengapa kamu tetap memilih ketika dia tidak lagi memilihmu ?. suatu hubungan yang terjadi adalah saling. Bukan yang paling. Ketika kamu tidak dapat menyaksikan dia berbahagia dengan mu, seharusnya kamu memilih untuk pergi dalam segala kenyataan yang menyesakkan. Ketika kamu tahu dia tidak membebaskanmu dalam setiap hari, kamu harus faham bahwa suatu hubungan adalah tentang kedewasaaan. Bukan saling mencurigakan satu sama lainnya.

Lantas ketika hubungan itu telah begitu dalam, apakah salah satu harus menghancurkan itu ?. Lantas apakah satu diantaranya harus mengalah ?. Lantas ketika salah satu diantara dua orang tersebut telah mengalah, akankah dia dengan egonya dapat berubah ?. Tidak ada yang tahu hal itu, ketika dia dengan egonya tidak dapat kamu ubah, akan ada saatnya dia untuk menyadarinya, ada saatnya dia akan perlahan untuk mengubah sikap dan sifatnya. Seorang wanita memiliki rasa untuk sayang kepada pasangannya, namun ketika perasaan sayang itu telah melebihi batas kewajaran dalam pemikiran. Apakah kamu tetap menahan dan bersedia berbahagia ?. Beberapa kenyataan mungkin sebaliknya. Atau mungkin akan berbalik sangka.


Aku mengerti hal itu, suatu pasangan memang kadang begitu, rasa sayang kadang menjelma bagaikan kecurigaan tanpa logika. Rasa sayang kadang menjelma bagaikan duri duri yang menusuk dada. Tidak akan menusukmu secara langsung, namun mematahkan pemikiran positifmu tentang dia. Hal itu wajar jika dalam batasan yang dapat kamu tangani, namun ketika dia dengan egonya telah menginginkan untuk selalu ada saat kamu berkegiatan, akankah kamu tahan dengan sikapnya yang menginkanmu dalam setiap waktu ?. Bukankah setiap pasangan memiliki caranya masing – masing untuk memilih jalan bersama. Lantas ketika dia dengan sikapnya untuk memintamu untuk bersamanya setiap waktu, apakah kamu tidak berfikir untuk melakukan kegiatan dengan segala rutinitas harianmu ?.

Semua yang telah dilakukan ketika bersamanya hancur bagaikan deburan ombak yang melenyapkan harapan diantara masa – masa yang telah di jalani. Diantara malam malam yang gemintang. Diantara jalan yang mengindahkan harapan. Namun semua itu tak ada artinya lagi untuk mu. Kamu tetap dengan memilih ragu kemudian hancur dan melebur. Pada kenyataannya hubungan yang telah dijalani yang entah kapan akan memilih titik perpaduannya kembali pada titik senyatanya. Mungkin, ini adalah jalan kebaikan diantara insan yang tak ingin kembali memupuk asih. Tak ingin kembali untuk memadu kasih. Dan, setelah nya berakhir belas kasih.

Apakah perasaan ini akan tetap sama walau kamu tidak lagi bersedia ?.

Aku tidak pernah ingin tahu itu, yang kuingini adalah lembaran baru tanpa kamu.

Perasaan Yang Menjadi Lara

 

19 20 Oktober 2021

 

Muhyi Aditya

[Review] Eliana | Ayudya Ratriana Nur Anisyah


REVIEW BUKU

Eliana Karya Tere Liye

Ayudya Ratriana Nur  Anisyah


Identitas Buku

1. Judul Buku : Eliana (Serial Anak Mamak)

2. Nama Penulis : Tere Liye

3. Tahun Terbit : Cetakan I, Januari 2011, Cetakan XVI, Juni 2017

4. Penerbit : Replubika Penerbit

5. Jumlah halaman : iv, 159 halaman

6. Harga Buku : Rp. 63.000,-


  • Sinopsis

        Novel ini menceritakan tentang seorang gadis berusia 12 tahun bernama Eliana. Ia memiliki 2 adik laki-laki bernama Burlian, Pukat dan sorang adik perempuan bernama Amelia. Dari keempat bersaudara, Eliana adalah yang paling berani. Mereka tinggal bersama Bapak dan Mamak di sebuah daerah di pulau Sumatera. Suatu hari, Bapaknya, Syahdan membawa Eliana dan Amelia ke kota kecamatan. Di sana, Pak Syahdan akan menangani kasus penting. Dia pergi ke gedung biru untuk menemui orang-orang di sana dan meminta Eli dan Amel untuk menunggu di toko emas Koh Acung. Setelah beberapa saat, mereka tidak bisa menunggu Bapak lagi dan memutuskan untuk mengikutinya ke gedung biru. Ada beberapa keributan di gedung biru dan Eliana mengenali salah satu suara dalam keributan itu.  Eliana segera membuka pintu ke ruangan tempat keributan itu berasal dan bergabung dengan debat panas.

       Dalam perjalanan pulang, ia ditegur oleh ayahnya atas kejadian sebelumnya. Selain itu, ia mendapat nasihat bijak dari ayahnya. Eliana telah membuat keributan sebelumnya karena dia tidak menerima ayahnya tersinggung dan dia tidak puas dengan rencana penambangan pasir yang ingin dia terapkan di desanya. Ternyata, alasan kedua justru membuat Eliana marah hingga ia muak dengan "Johan" (pemilik tambang pasir) yang juga menghina ayahnya. Eli bersumpah untuk membencinya selamanya dan menghentikan rencana penambangan pasirnya dengan cara apa pun. Dia memutuskan untuk mengundang teman-temannya, Hima, Damdas dan Marhotap untuk melawan para petugas tambang yang datang dari kota provinsi. Mereka menyebut geng itu "Empat Buntal". Suatu malam, ketika semua anak di desa telah selesai mengaji Al-Qu'an di rumah Nek Kiba, Marhotap berencana menyerang truk tambang besar dengan balon berisi minyak tanah dan mengajak tiga temannya, tetapi tidak ada yang mau ikut. Ia harus melakukannya sendiri. Sejak malam itu, Marhotap seolah ditelan bumi, tidak ada yang tahu di mana dia berada. Sekarang hanya ada tiga dari mereka yang tersisa untuk melawan para penambang. Hingga akhirnya mereka mengajak Anton yang juga teman sekolah mereka untuk bergabung dalam misi tersebut. "Empat Buntal" sangat sulit untuk menambang pasir sehingga mereka harus bekerja sangat keras. Pada satu titik, saat menjalankan misi, keempatnya terjebak dalam sebuah kontainer.

        Alam mulai menunjukkan kemarahan terhadap para pekerja di tambang pasir. Saat itu, hujan deras menyebabkan tanggul jebol dan banjir bandang. Semua perabotan di desa itu dihancurkan dan diratakan, tidak meninggalkan bekas penambangan pasir. Air terlihat keruh. "Empat Buntal" yang terperangkap di dalam kontainer akhirnya selamat. Dua puluh tahun telah berlalu. Sekarang, Eliana telah menjadi pengacara terkenal di kota provinsi. Selain itu, Marhotap yang pernah menghilang ditemukan, hanya tersisa jasadnya di tengah kubangan lumpur.

  • Kelebihan

      Penulis berhasil menyajikan cerita yang sangat menarik untuk dibaca, karena novel ini menceritakan kehidupan sehari-hari yang terkesan nyata. Alur cerita yang disajikan membuat pembaca hanyut dalam ceritanya. Latar tempat dideskripsikan sangat detail, sehingga pembaca mudah untuk membayangkan cerita yang dimaksud oleh penulis. Selain itu, bahasa yang digunakan merupakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami pembaca.

  • Kekurangan

     Di bagian awal cerita, membuat pembaca sedikit bingung dan merasa bosan dengan ceritanya. Selain itu, di dalam novel ini, menyebutkan beberapa kali kosa kata bahasa Belanda tanpa keterangan arti, namun hal ini tidak berdampak fatal karena pembaca masih bisa menerka-nerka maksud penulis dengan membaca kalimat selanjutnya dengan menggunakan bahasa Indonesia.



Pesan Semesta untuk Ola | Putri Jebri Aningtyas

 Pesan Semesta untuk Ola

Putri Jebri Aningtyas

        Kisah ini dilatari oleh kehidupan gadis manis sembilan belas tahun bernama Aadvika Liora Bimala yang biasa dikenal dengan panggilan Liora. Liora merupakan gadis keturunan jawa yang tidak bisa diragukan lagi senyuman manis diwajahnya. Ola, sapaan teman teman di sekolahnya telah menyebar dan menggema setiap pagi di bawah atap sekolah. Ola memiliki dua teman dekat yang sudah bersamanya selama kurang lebih 12 tahun di bangku pendidikan. Tiga temannya bernama Maysha dan Aileen. Maysha dan Aileen sangat mengenal sifat Ola, mulai dari marahnya Ola saat ada temannya yang jahil, wajah bahagianya saat mendapatkan satu cup boba varian brownsugar hingga wajah datarnya yang mampu membuat Maysha dan Aileen bertanya tanya. Salah satu sifat Ola yang juga membuat kedua temannya kesal adalah sifat tertutup nya dia terhadap kehidupannya baik masalah keluarga hingga percintaan. Dia memiliki keluarga yang utuh dengan kedua orangtua dan kakak laki-laki yang selalu support seratus persen kehidupan Ola, meskipun dia tidak pernah sesekali melontarkan kata dan kalimat yang membuat keluarganya khawatir. Sepertinya hanya dia dan Tuhan yang tau kesulitan yang terjadi dalam dirinya, kekhawatiran yang terpendam tanpa pernah dilontarkan kepada teman temannya dan keluarga menjadi teka teki yang sulit dipecahkan. Ola pandai dalam menutupi perasaan kacau nya tetapi dalam hal yang berkaitan dengan bahagianya tidak pernah luput dari pendengaran Maysha dan Aileen. 

        Dari sisi pendidikan, Ola selalu mendapat fasilitas yang lengkap dari kedua orangtua nya, meskipun papa mama (sebutan Ola kepada kedua orang tua) juga fokus dengan pendidikan kakak laki-laki nya yang hendak melanjutkan studi ke luar negeri. Tetapi kedua orangtuanya pintar dalam memanjakan kedua anaknya tanpa membeda bedakan adik kakak. Perhatian papa dan mama Ola terbagi rata untuk Ola dan Kak Opan. Pendidikan Ola sebelas dua belas dengan Kak Opan, keduanya berhasil membanggakan papa mama nya. Dari SD hingga SMA dan beberapa bulan lagi ke jenjang Perkuliahan Ola mendapatkan tempat tiga besar di kelasnya dan selalu menjadi anak kesayangan guru guru yang di cap killer oleh seluruh temannya di kelas. Di SD hingga SMA tepatnya kelas sebelas kehidupannya berjalan normal seperti gadis pada umumnya dengan teman teman yang amat mengerti perasaan dirinya. Keadaan tersebut berubah saat dia mengenal cinta.

        Kisah ini berawal dari kesibukannya mengurus kegiatan classmeeting di SMA nya. Ola sekretaris Organisasi Siswa Intra Sekolah yang tidak hanya unggul di bidang akademik tetapi juga aktif di berbagai organisasi SMA nya merasa perasaannya sedang berbunga bunga. Perasaan tersebut ditandai oleh kedua temannya yaitu Maysha dan Aileen. Di pinggir lapangan basket dia memegang peluit dan bola basket, dengan kerudung periwinkle yang di silangkan kebelakang dan kaos kebanggaan kelasnya Ola tampil sangat fresh. Sedangkan kedua temannya yang saat itu bertugas sebagai tim medis langsung menghampiri Ola yang sedang tersenyum ke arah lapangan bola voli. “he, la senyum senyum sendiri liat tu kelas kita masuk three poin” tegur Maysha, senada dengan Maysha Aileen juga mulai menggoda gadis bersenyum manis itu “sepertinya bu sekum ini mulai kehilangan fokus may”. Dengan wajahnya yang kesal karena kedua temannya telah memalingkan pandangannya dari lapangan voli Ola menyangkal dengan mengatakan “ aku sudah fokus di pertandingan basket kelas kita bes, nanti setelah pertandingan kelas kita selesai cus ke kantin aku mau bicara enam mata dengan kalian HAHAHAH”. “siap bu bos” jawab serentak Maysha dan Aileen. Peluit panjang ditiup tanda permainan selesai.

        Sesampainya di kantin Ola yang sedang menggenggam satu cup boba brownsugar dan duduk bertiga dengan bestie nya menjelaskan panjang lebar bahwa dia bercengkerama dengan ‘dilan’ sebutan Ola kepada anak kelas sebelah pemain voli berpunggung nomor lima. Dia adalah Adnan Bastian Hale atau yang dikenal dengan sebutan Ale. Ale dan Ola sudah berkenalan dari mereka SD namun saat SMP dia berpisah karena Ale harus memenuhi keinginan ibu nya untuk tiga tahun di pesantren kawasan Malang Jawa Timur yang juga tidak jauh dengan SMP Ola. Di masa pesantren nya Ale berhasil menyelesaikan jenjang SMP di pesantren dengan sangat baik hingga akhirnya dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah di salah satu SMA favorite Kota Malang tidak lain dan tidak bukan adalah SMA yang juga tempat Ola menuntun ilmu. Keduanya di kelas yang berbeda, namun tetap menjalin hubungan dengan baik. Keduanya masih terlibat persaingan akademik, di mana posisi Liora dengan Hale selalu naik turun tanpa tergantikan oleh teman teman lainnya. Selama dua tahun di SMA hubungan keduanya baik terlihat seperti teman teman pada umumnya. Namun, di akhir SMA Ale mulai jujur dengan perasaannya kepada Ola. “jadi, dia nembak kamu lagi?” jawaban Maysha atas penjelasan Ola “sha, bisa gak sih kamu jangan keras-keras, kebiasaan deh” timpal Ola. “astaghfirullah Ola aku dan Maysha tau sebelumnya kalian berdua itu belum pernah bercengkerama saat kalian SMA, tttt tapi baru pertama kali bercakap-cakap langsung dalam ya bahasannya, kalau aku jadi kamu aku bubarin langsung pertandingan voli itu dan lanjut ngobrol berdua WKWKWK”. “stop rek, kalian tau pipi ku sudah merah ini” jawab Ola dan mengakhiri percakapan tiga bestie itu. 

        Sesampainya di rumah Ola mendapat pesan dari Ale menanyakan hal yang sama saat mereka berdua berbincang-bincang di tengah pertandingan bola voli. Salah satu fakta yang hanya diketahui oleh Liora dan Tuhannya adalah bahwa mereka telah menjalin komitmen yang sama di saat keduanya duduk di bangku SMP. Namun hubungan itu hanya memberikan luka bagi Ola atas perbuatan Ale laki laki kelahiran 2001 itu. Tanpa pikir panjang keduanya resmi menjalin komitmen LAGI untuk selalu bersama dan saling mendukung satu sama lain. Keesokan harinya, hari dimana berkahirnya classmeet SMA di Malang tersebut Liora, Maysha, dan Aileen yang bertugas sebagai tim medis memperhatikan ketua tim voli yaitu Ale. Ale dan Ola bersikap seperti biasa, namun Maysha dan Aileen yang sudah kenal sejak lama memperhatikan wajah Ola yang sumringah dan memberikan senyum manis kepada Ale. “tanpa kamu bilang, kita sudah tau la” tegur Maysha “Ale fokus, jangan sampai senyum Ola membuat tim mu kalah” canda Aileen dan membuat Ola merasa kesal “kita gak pacaran kok” jawab Ola “iya la tahu, santai dong” jawab Maysha dan Aileen. 

        Satu minggu berjalan dan kehidupan Ola sangat bahagia. Tiba saat pengumuman kelulusan SMA dan benar keduanya (Ola dan Ale) masih menjadi siswa dengan nilai UN terbesar di SMA nya. Tidak lama setelah pengumuman di tempel, Ale mengajak Ola ke kantin untuk berbincang-bincang mengenai kelulusan itu. “la, lanjut kemana” tanya Ale pada Ola “aku insyaAllah di UGM ambil kedokteran kamu lanjut kemana” balas Ola “sepertinya aku akan lanjut pendidikan di Kalimantan, ayahku yang menyuruhku kesana, karena pendidikan tentara disana lebih mudah daripada di Jawa” “wah, plan yang cukup bagus, aku selalu dukung kamu kok” jawab Ola “tapi kemungkinan besar kita akan jarang ketemu” tegas Ale “ih, gpp kita fokus aja sama cita cita dulu, yang terpenting komunikasi, aku gak mau kalau kita sampai lost contact lagi ya” “siap ibu negara” jawab Ale menyudahi perbincangan siang itu di kantin sekolah.

        Dan, ya kejadian dua tahun lalu terulang lagi, Ale yang sudah berjanji pada Ola untuk tetap menjalin komunikasi dengan baik tidak bisa menepati janji itu. Mereka akhirnya putus hubungan saat Ola sibuk sibuknya menjalankan ospek di fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada bersama dengan Maysha dan Aileen. Dan ya Ola kini tidak mengetahui kabar Ale. Ola tidak lagi saling save Whatsapp dengan Ale. Seperti biasa permasalahan itu tidak sampai ke telinga keluarga dan dua temannya yaitu Maysha dan Aileen. Namun, dua bestie tersebut paham dengan sikap Ola yang seakan-akan menggambarkan perasannya yang bingung dengan perlakuan Ale. “tanpa kamu bilang, kamu lost contact dengan Ale kita sudah tahu kok la” jelas Maysha “bener la, ini yang kamu rasakan dua tahun lalu kan, SD saat kita berempat bersama aku paham posisi mu, kamu menyukainya tetapi tidak berani confess ke dia karena takut dan ya posisi kalian disitu masih sangat kecil untuk berteman dekat dengan lawan jenis. SMP meskipun kalian pisah dan gak bareng tapi aku yakin diam-diam kalian jalin komitmen kan” tambah Aileen “begitu terus alur percintaanmu, la kamu sadar gak sih kamu itu dipermainkan sama dia, masih banyak yang sayang kamu la, kamu sekarang fokus dulu sama UGM perbaiki diri kamu hingga dia sadar dan menyesal mempermaikan perasaanmu” timpal Maysha “iya rek, ini memang salahku, aku terlalu bodoh dan gampang untuk dipermainkan, tetapi bagaimana lagi aku memang sudah sayang sama dia, kalian tahu aquarius kan, susah buat berpaling dari satu cowok ke cowok lain. Aku hitung-hitung ini sudah ketiga kali dia hilang dan iya masih sama tanpa ada alasan kuat. Dan kalian tau kan, prinsip ku dalam hidup, apabila sudah tiga kali ya sudah, STOP. Baik rek, ini sudah terakhir, aku gak mau lagi menjalin hubungan dengan dia, terima kasih untuk semuanya” pungkas Ola “semangat OLAKKU sayang” jawab Maysha dan Aileen.

       Yang menjadi kekagumanku pada sosok gadis yang bernama Aadvika Liora Bimala adalah hubungan percintaannya yang kian rumit dengan Adnan Bastian Hale tidak menjadikan dia hilang semangat atas hidup dan menurunkan semangat belajarnya. Dia tetap menjadi anak dan adik yang senantiasa menebar senyum kepada keluarganya dan menandakan bahwa dirinya baik-baik saja tidak pernah mengalami masalah. Dan Ola tetap menjadi teman Maysha dan Aileen, dua bestie yang selalu mengerti Ola tanpa Ola menceritakan apa yang membuat raut wajahnya berubah derastis saat ada masalah. Semesta seakan memberi pesan bahwa temannya yang bernama Aadvika Liora Bimala adalah gadis periang yang kuat, periang meskipun terkadang cuek tetapi segala yang ada dipikirannya keluarga, sahabat, cita cita, masa depan selalu bersaut-sautan menunggu giliran otak ini berjalan untuk memahami satu satu permasalahan yang dihadapi. 

          Dear Advika Liora Bimala, semesta percaya prinsip hidup yang kamu pegang, kamu selalu mengatakan bahwa setelah tiga kali kejadian yang sama datang pada hidupmu kamu tidak akan mengejar itu lagi, meskipun dalam pikiranmu perang dan tetap kukuh menunggu jawaban pasti dari Adnan Bastian Hale. Ini bukan waktumu untuk meributkan siapa yang salah dan benar siapa yang bodoh, dan yang dibodohi. Fokuskan dirimu untuk menapaki setiap langkah hidup percayalah bahwa semesta tidak ingkar, siapa yang mempermainkan akan juga dipermainkan.


Korean Wave | Karimah Nur Afifah

 Korean Wave

Karimah Nur Afifah

        Berkembangnya budaya Korea di seluruh dunia sesungguhnya merupakan salah satu dampak dari mudahnya akses informasi dan kreativitas Korea Selatan dalam berkarya serta mempromosikan musik, drama, maupun film mereka secara global. Perkembangan media sosial juga semakin memudahkan berbagai tren dari Korea, yang kemudian dikenal sebagai Korean Wave, untuk lebih mendunia. Korean Wave ini nyatanya bisa menyerang semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Efek yang ditimbulkan oleh berbagai hal dari Korea nyatanya terlalu menarik untuk sekadar dilewatkan begitu saja.

Selalu ada pro dan kontra dalam setiap keadaan, termasuk keberadaan boy group / girl group Korea (atau yang lebih akrab dikenal sebagai bagian dari KPOP). Bagi mereka yang tidak menikmatinya, KPOP adalah hal yang harus ditinggalkan. Di sisi lain, kehadiran KPOP memberikan dampak signifikan secara positif terhadap kebahagiaan para penikmatnya. Banyak penggemar yang menginisiasi kegiatan donasi ketika idola mereka berulang tahun, membangun berbagai macam lingkaran pertemanan positif antarsesama penggemar, hingga menghasilkan banyak karya yang terinspirasi dari idola mereka. Di sisi lain, fakta bahwa industri KPOP memiliki sistem pelatihan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berhasil debut, secara tidak langsung menegaskan bahwa anggota dari setiap grup yang mereka miliki pastilah berbakat dan patut dicintai.

Korean Wave benar-benar mendunia. Berbagai marketplace di Indonesia seperti Tokopedia dan Shopee berlomba-lomba untuk mendatangkan grup KPOP sebagai sarana untuk menarik semakin banyak pengguna di marketplace mereka. Berbagai stasiun TV juga memberikan berbagai breaking news tentang KPOP, sebagai salah satu upaya untuk beradaptasi dengan Korean Wave yang mendunia. Dengan demikian, fenomena Korean Wave sebenarnya memiliki berbagai dampak positif. Selama disikapi dengan wajar dan tidak berlebihan, serta menerapkan pemikiran untuk juga mencintai budaya sendiri, maka tidak ada salahnya untuk turut menerima fenomena ini.


Langit dan Rania | Silfi Eka Cindi Pratiwi

 Langit dan Rania

Silfi Eka Cindi Pratiwi

        Suasana malam ini begitu sunyi, tanpa taburan bintang yang menghiasi. Duduk di balkon seorang diri, dengan segelas kopi sebagai teman dalam menggalih inspiransi adalah hobiku sepanjang hari.

“Nona Rania, Tuan dan Nyonya menunggu Nona di ruang keluarga!” ucap Bi Laksmi.

“Baik, Bi. Rania akan segera turun,” balasku. 

“Baik, Nona. Saya permisi,” balas Bi Laksmi. Tak lama kemudian aku pun beranjak dari tempatku untuk menemui mereka.

“Iya, Pa, Ma? Kalian memanggilku? tanyaku.

“Iya, Sayang. Duduk dulu!” perintah Mama.

“Ada apa, Ma? Sepertinya ada hal serius yang ingin kalian bicarakan,” ucapku.

“Iya, Rania. Papa berencana untuk menjodohkanmu dengan Langit, anak dari rekan kerja Papa,” ucap Papa memulai percakapan.

“Aku? tapi kan aku belum ada rencana menikah, Pa,” balasku.

“Kamu harus menikah sama dia, Rania. Ini untuk masa depan kamu!” tegas Papa.

“Rania masih kuliah, Pa. Rania juga tidak mengenal siapa Langit? Jangan memaksa Rania hanya untuk kepentingan Papa.

“Kepentingan Papa juga yang terbaik untuk kamu, Sayang!” Mama menambahkan.

“Rania belum siap. Kurasa Langit juga keberatan jika harus dijodohkan dengan Rania,” balas Rania.

“Lihat saja, nanti. Besok malam Langit dan keluarganya akan datang untuk makan malam bersama kita. Sekalian membahas perjodohan kalian. Papa harap kamu bersikap sopan dan tidak mempermalukan Papa di depan mereka!” tegas Papa.

Aku yang enggan berdebat segera beranjak pergi tanpa memperdulikan ucapan Papa. “Mulai besok pagi gerbang Papa kunci, jangan harap kamu bisa lari!” ucap Papa melanjutkan. Namun, aku tak menanggapinya lagi.

Papa bukan lagi menggebrakku semalam, kali ini papa serius dengan ucapannya. Gerbang utama sengaja Papa kunci, Bi Laksmi juga sepertinya tidak bisa membantu apa-apa kali ini. Aku benar-benar akan ditumbalkan demi kelancaran bisnis Papa.

Seharian dikurung di dalam rumah membuatku muak. Hanya stalk sosial media nggak berguna, inginku kabur dari rumah dan menolak perjodohan ini. Namun, tak ada yang bisa kulakukan.

Malam ini Papa, Mama, dan aku selaras mengunakan dresscode  berwarna putih tengah duduk di meja makan bersama keluarga Pak Haditama rekan kerja Papa dengan dresscode senada.

“Nggak nyangka ya, Tam. Anak kita sudah sama-sama dewasa,” ucap Papa memulai percakapan.

“Benar sekali, Rud. Sebentar lagi kita akan menjadi besan, dan nggak lama lagi kita akan segera punya cucu,” balas Pak Haditama.

“Bagaimana, Langit? Kamu mau kan menikah dengan Rania anak Om Rudy? Tanya Papa.

“Jika Papa dan Mama setuju, aku tidak bisa menolak, Om. Soal cinta saya yakin perlahan akan tumbuh dengan sendirinya,” balas Langit.

“Jawaban yang bagus, Nak. Cerminan berpendidikan tinggi, berwibawa, rupawan pula,” pujian Papa yang sontak membuat si empunya tersipu.

“Rania, bagaimana?” tanya Om Tama.

        Aku masih tertunduk tak menjawab apapun. Munafik jika aku bilang aku tidak suka dengan Langit. Kakak kelasku semasa SMA yang terkenal dengan segudang prestasi itu. Hanya saja aku belum siap melangkah terlalu jauh.

        “Rania memang suka malu-malu, Tam. Jangan ditanya lagi! Anakku selalu menurut denganku sedari kecil, terlebih Rania dan Tama sudah saling mengenal, kan?” jawab Papa.

        “Benar, Om. Rania adek kelas Tama. Kami pernah satu organisasi di SMA dulu. Sekalipun tidak akrab kita pernah berbincang,” balas Langit.

        “Bagus. Bagaimana? Kapan tanggal baiknya untuk pernikahan mereka, Rud?” Tanya Pak Haditama.

        “Semakin cepat, lebih baik,” balas Papa.

        “Bulan depan, bagaimana? saran Pak Haditama.

        “Tidak masalah,” balas Papa. 

        Sebuah kesepakatan yang sebenarnya aku belum sepenuhnya sepakat. Terlebih dalam waktu dekat aku akan berganti stautus menjadi istri dari Langit. Bagaimana dengan Pricilla? Aku yang paling tau usaha Pricilla untuk bisa dapatkan Langit dari zaman kita SMA sampai sekarang.

        Seminggu sebelum acara pernikahanku dan Langit, kita sepakat untuk jalan bareng ke salah satu mall di daerah kami. Jujur canggung saat pertama jalan dengan Langit. Sekalipun kami sudah saling kenal tetap saja kita tidak pernah sedekat ini sebelumnya.

        “Kamu terpakasa menikah denganku?” tanya Langit.

        “Kamu sendiri, bagaimana?” tanyaku balik.

        “Aku nggak keberatan. Usiaku memang sudah pantas menikah, kan? Mau apa lagi? Keluarga sudah sama-sama setuju, aku sudah kenal siapa kamu. nggak ada alasan buat aku nolak,” balas Langit.

        “Bagaimana dengan Pricilla?” tanyaku.

        “Kamu ragu denganku karena cewek itu?” balas Langit.

        “Bukan hanya itu. Sebenarnya aku juga masih belum siap untuk menikah muda,” balasku.

        “Kamu tau kan, dari SMA aku nggak pernah respon cewek itu. Kamu nggak usah khawatir, ya.” balas Langit meyakinkan.

        Hari pernikahan kita tiba. Sekalipun banyak pertimbangan tetap saja aku tidak bisa menolak perjodohan ini. Mungkin memang Langit jodohku, semua persiapan pernikahan kita diberikan kemudahan. Kedua keluarga kami terlihat begitu kompak dan bahagia hari ini. Bagiku kebahagiaan kedua orang tuaku lebih penting dibandingkan dengan bahagiaku sendiri.

        Beberapa menit sebelum acara ijab qabul dimulai, datang seorang wanita dengan menggandeng seorang anak perempuan itu menangis dan mengobrak-abrik hidangan di atas meja. “KAK LAGIT, TEGA!” teriak wanita itu sembari mengobrak-abrik segala yang ada di hadapannya.

        “Apa-apaan ini semua? Siapa kamu?” bentak Papa.

        “Kak Langit, tega!” teriak wanita itu.

        “Langit, kamu kenal wanita itu? tanya Pak Haditama. Aku yang melihat waanita itu sontak kaget, “Pricilla?!” ucapku tak percaya.

        “Iya, ini aku, Rania. Istri siri langit yang dilenyapkan keberadaanya!” tegas Pricilla.

        “Istri?” tanyaku kaget.

        “Kamu jangan pura-pura lupa, Rania. Kamu tau kan lima tahun yang lalu semasa SMA. Aku dikeluarkan dari sekolah karena apa? kupikir dulu kita sahabat ya, Ran. Nggak nyangka kamu tega sama aku!” tegas Pricilla.

        “Maksud kamu, ayah dari bayi yang kamu kandung dulu itu, Langit? Tanyaku.

        “Kamu pikir siapa lagi? Hanya Langit yang aku cinta, Ran. Cowok berengsek ini yang aku percaya tapi menghancurkan masa depanku dan segalanya. Aku diusir dari rumah, Ran. Aku menuntut tanggung jawab Langit. Kita menikah tapi tidak disebarluaskan di depan publik. Kumohon batalkan pernikahan ini!” balas Pricilla.

        “Haditama, kurasa ini masalah internal keluarga anda. Jangan bawa keluarga kami ke dalam masalah anda. Silahkan pergi, Pak!” tegas Papa.

        “Saya bisa menjelaskan, Rudy. Ini diluar dugaan sebelumnya,” balas Pak Haditama.

        “Hubungan kerjasama kita batal, perjodohan ini batal, silahkan kalian pergi! Jangan ganggu keluarga saya lagi, saya tidak ingin melihat muka kalian. PERGI DARI SINI!” teriak Papa.

        Keluargaku benar-benar malu, hampir saja aku melakukan kesalahan fatal dengan merusak rumah tangga orang. Sejak saat itu keluarga kami putus hubungan kekerabatan, dan kurasa Papa dan Mama tidak akan lagi memaksaku untuk dijodohkan dengan rekan bisnis mereka, sehingga kini aku bisa fokus kuliah dan meraih cita-citaku.


PROFIL

  TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...