Jumat, 22 September 2023

SEKAR Edisi Bulan September 2023 | Self Awareness oleh Tasya Dzikrina

 Self Awareness

Sebuah puisi oleh Tasya Dzikrina

 

Semua orang selalu bilang kata ‘sabar’ padahal mereka  

tak pernah merasakan. 

Semua orang selalu bilang kata ‘beruntung’ padahal mereka  

juga masih sering suka bergantung. 

Semua orang selalu bilang “harus bersyukur” padahal mereka 

masih suka kufur. 

Ternyata benar yang bisa paham tentang perasaan kita, diri kita sendiri 

bukan orang lain. 

Ternyata benar omongan-omongan orang lain tentang kita, tak pernah 

bisa kita kendalikan.

SEKAR Edisi Bulan September 2023 | Sirat Rasa Sarat Buku oleh Farah Dwi Nurmala

 Sirat Rasa Sarat Buku

Sebuah puisi oleh Farah Dwi Nurmala

 

Tanyakan pada dia

Dia yang khatam bait-bait Homer

Sajak mana yang tak dikenalkan

Sang pemuja ayat pertama dalam Al-Qur'an

Sungguh piawai penciptamu mendandanimu

Hingga tertipu dengan luarmu

Dia tak sama dengan isinya

Silakan baca bila tak percaya

.

Tanyakan pada dia

Dia tau segala bentuk peradaban

Ilmu mana yang tak diajarkan

Kadang kala dia disepelekan

Disalahgunakan

Dipalsukan

Tidak laku

.

Tanyakan pada dia

Apa artinya sepi

Tertutup terdiam dalam lorong sepi

Tanyakan pada dia 

Apa artinya menunggu

Sabar untuk dibuka

Setidaknya lirik saja 

Tanyakan pada dia

Apa artinya sedih

Tergantikan dengan kecanggihan

Terlupakan dengan kekinian

Tanyakan pada dia

Apa artinya bahagia

Buka dan baca

Setidaknya anggap ada

Sederhana

.

SEKAR Edisi Bulan September 2023 | Tersenyum Fana oleh Shayu Desta A. P.

 Tersenyum Fana

Sebuah puisi oleh Shayu Desta A. P.

 

Gadis itu tersenyum

Ia tersenyum manis

Pada sesuatu 

Sesuatu dalam khayalannya

                                      

Tersenyum pada kefanaan

Fana yang ingin dibuatnya untuk nyata

Setiap pikiran membawa ia dalam ruang

Ruang di mana tempat banyak hal tersimpan

 

‘ntah mungkin segala kerinduannya tersimpan dalam ruang itu

Berapa kali ia ingin lari dari situ

Tapi hatinya tak mengizinkan ia untuk sedikit pun beranjak dari sana 

Kebingungan tersamar dalam senyum manisnya.

SEKAR Edisi Bulan September 2023 | Tentang Ia, si Sulung oleh Fildza

 Tentang Ia, si Sulung

Sebuah puisi oleh Fildza

 

Suatu masa ia dilahirkan sebagai kebanggaan keluarga 

Namun siapa sangka, kebanggaan kian menjadi harapan 

Harapan yang begitu hebat kian menjadi ekspektasi 

Beban ekspektasi tersebut mengatakan bahwa ia harus kuat

 

Banyak mulut berkata, anak sulung bahunya harus kokoh 

Tangisnya tidak boleh pecah begitu saja 

Namun siapa peduli, bahwa dalam lubuk hatinya ia juga merasa muak Raganya yang terlampau letih 

Matanya yang menghitam, cukup menjadi saksi betapa kerasnya dunia yang ia lalui sendiri 

 

Sebenarnya ia hanya butuh rumah 

Rumah untuk pulang dan berteduh 

Untuk sekadar bercerita tentang hari yang ia lalui 

Kelak semoga ia menemukan rumah terbaiknya

SEKAR Edisi Bulan September 2023 | Titik Perubahan oleh Dian Indriyani Prameswati

 Titik Perubahan

Sebuah cerpen oleh Dian Indriyani Prameswati

 

Awal bulan Desember, di mana hujan dengan derasnya terus-menerus mengguyur kota. Saat itu, tiada hari tanpa hujan, yang membuat aktivitas warga kota di siang hari menjadi berkurang. Tidak sedikit orang melintasi jalanan yang menggunakan payung dan jas hujan. Ada juga yang berteduh di area terlindungi dari hujan. Saat itu, seorang gadis sedang menatap melalui jendela kafe yang sepertinya menikmati melihat hujan. Gadis itu baru menyelesaikan kelasnya di sebuah universitas di kota tersebut. Gadis itu bernama Keila. Seorang mahasiswi yang baru menempuh semester satu. 

Keila sedang duduk di kursi sebuah kafe menikmati kapucino panas yang ia beli sebelumnya sambil menunggu temannya datang. Saat itu, Keila memiliki janji untuk belajar bersama dengan kedua temannya. Mareka akan mempersiapkan Ujian Akhir Semester yang dilaksanakan seminggu lagi. Namun, ia datang terlalu awal dan sepertinya rencana tersebut akhirnya tertunda karena kedua temannya masih terjebak hujan. Ia terus menerus menatap jendela kafe, hingga ingatan saat pertama kali memasuki dunia perkuliahan terlintas di benaknya. 

***

Pada pertengahan Agustus, yaitu hari pertama Keila memasuki kampus sebagai mahasiswa baru, Keila bingung dengan lingkungan yang baru ia masuki. Untung saja Keila datang satu jam lebih awal sebelum acara ospek dimulai, sehingga Keila memiliki cukup waktu menemukan tempat pertemuan yang sudah ditentukan. Keila berjalan dengan melihat-lihat sekeliling sambil membaca nama-nama setiap ruang yang ia lewati. Tanpa sadar Keila menabrak seseorang. Dari penampilannya, Keila tahu bahwa seseorang di depannya mahasiswa baru seperti dirinya. Seseorang tersebut tersenyum pada Keila sambil mengangkat tangannya untuk berjabat tangan dengan Keila. 

“Halo, namaku Hannah, Prodi S1 Akuntansi. Siapa namamu? Kamu dari Prodi mana? Kita sama-sama mahasiswa baru di sini ya?” sapa Hannah dengan ramah.

“Halo juga, namaku Keila mahasiswa baru, Prodi S1 Akuntansi juga. Apakah kamu tahu di mana ruang pertemuan untuk ospek?” jawab Keila.

“Tentu saja aku tahu, itu ada di sana. Kita bisa pergi ke sana bersama.” jawab Hannah sambil menunjuk ke sebuah ruangan.

“Tentu.” jawab Keila singkat.

Mereka berdua lalu pergi ke ruangan tersebut. Sesampainya di ruang itu, mereka melihat ruangan itu masih sepi. Hanya ada panitia yang sedang mempersiapkan ospek. Keila pun agak menyesal berangkat terlalu pagi. Awalnya, Keila khawatir akan tersesat hingga membuatnya terlambat dan mendapatkan hukuman. Namun, kekhawatiran itu sia-sia.  Lalu Keila melihat sekeliling, tidak jauh dari ruangan itu terdapat seseorang berpakaian sama dengan Keila dan Hannah sedang memainkan ponselnya. Keila dan Hannah lalu menghampiri orang tersebut.  Akhirnya mereka bertiga duduk Bersama dan mulai berkenalan.

Setelah berkenalan, mereka bertiga saling mengobrol satu sama lain. Ternyata, anak tersebut bernama Rosa dan mereka berasal dari prodi yang sama. Akhirnya tanpa terasa satu persatu mahasiswa baru mulai berdatangan hingga memenuhi ruangan tersebut. Selanjutnya kegiatan ospek pun dimulai. 

***

Tanpa terasa, kegiatan ospek telah berakhir. Keila, Hannah, dan Rosa semakin dekat seiring berjalannya waktu. Mereka bertiga juga berkenalan dengan banyak mahasiswa baru lainnya. Keila mengetahui fakta baru tentang Hannah dan Rosa, yaitu Hannah dan Rosa sepertinya cukup ambisius. Mereka berdua terlihat pintar dan cerdas dalam beropini selama kegiatan ospek berlangsung. Hal tersebut membuat Keila khawatir, apakah Keila juga bisa seperti mereka berdua? Atau apakah mereka berdua akan menganggap beban apabila mereka bertiga satu kelompok? Namun bagi Keila, selama kegiatan ospek berlangsung mereka berdua cukup membantu Keila saat kesulitan mengerjakan tugasnya. Mungkin sama saja Ketika perkuliahan sudah berlangsung asalkan keila juga berusaha untuk belajar dengan giat. 

            Keila merasa ia cukup pasif dalam berdiskusi. Hal itu karena Keila tidak terbiasa aktif dalam kelas ketika ia masih SMA. Keila tidak cukup percaya diri saat menjalani masa SMA. Hal itu karena setiap tahun, Keila selalu sekelas dengan anak yang cukup terkenal dan anak-anak dari geng yang cukup mendominasi di sekolahnya. Akibatnya, Keila cukup takut dan insecure. Jadi, hanya perlu melakukan kewajibannya dengan belajar, mengerjakan tugas, ujian dengan baik tanpa harus berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas sewaktu SMA. 

            Namun, Keila sudah bertekad dan berniat untuk berubah apabila ia lulus dalam ujian masuk PTN yang ia impikan. Ketika kegiatan perkuliahan dimulai, keila selalu mencoba untuk aktif bertanya dan berpendapat di kelas. Selain itu, Keila juga ikut dalam perlombaan-perlombaan yang di dalam di kampusnya untuk menambah prestasi-prestasi akademiknya serta juga bergabung di UKM yang diminatinya. Tentu saja, Keila juga bersama dengan Hannah dan Rosa. Merekalah yang selalu mengajak Keila untuk mengikuti lomba-lomba dan UKM serta rajin belajar kelompok secara rutin setiap minggu. Meskipun mereka bertiga berada di kelas yang berbeda-beda.

***

Lima belas menit telah berlalu, saat Keila mengingat masa-masa awal perkulliahan. Keila merasa bahwa niat dan tekad yang ia jalankan menjadi titik perubahan dalam hidupnya. Ditambah dengan motivasi dari teman-temannya yang ambisius membuatnya jadi lebih serius dalam belajar. Keila pun akhirnya bertekad untuk menjadi lebih baik di semester-semester depan. Hujan di luar masih cukup deras. Keila masih berada di cafĂ© sendirian. Akhirnya Keila memutuskan mulai membuka buku untuk belajar dan berhenti untuk melamun. 

Sepuluh menit telah berlalu setelah Keila membaca bukunya. Hujan di luar juga sudah reda. Akhirnya kedua temannya yang Keila tunggu – tunggu datang juga. Mereka berdua sama – sama minta maaf kepada Keila karena datang sangat terlambat. Hannah mengatakan bahwa ia terjebak hujan di kampusnya. Sementara itu, Rosa mengatakan bahwa ia masih ada diskusi dengan kelompoknya yang lain tentang tugas dari mata kuliahnya. Keila pun juga memakluminya. Akhirnya, mereka berdua mulai mengeluarkan buku masing-masing dan mulai berdiskusi dan mengerjakan soal-soal bersama.

 

TAMAT

SEKAR Edisi Bulan September 2023 | FOMO oleh Nur Habibah Afifah

 FOMO

Sebuah puisi oleh Nur Habibah Afifah

 

Dalam waktu aku percepat                               

Dalam dosa aku berkhidmat 

Dalam kualitas aku berkhianat 

Dengan doktrin tertegun taat 

 

Semakin mudah semakin bising agaknya di kepala

Melintasi lautan positif, yang buram lagi hilang arahnya

Ke sana kemari melaju ke jutaan titik dari peta

Karena kini, nahkoda kembali menemani pendahulunya 

 

Hari demi hari, capaian terlampau bervariasi 

Menjabani itu dan ini, menghindari stagnansi

Hai tuan! Di manakah engkau hendak mengabdi?

Mesin terbarumu saja mengetahui batasan diri

SEKAR Edisi Bulan September 2023 | Paradox Olbers oleh Alfian N

 Paradox Olbers

Sebuah puisi oleh Alfian N

 

Bulan menari di atas langit kota

Membawa malam berselimutkan rahasia

Memandangiku di apartemen lama

Ruang pertunjukan yang tidak biasa 

 

Malam ini terasa ramai sekali 

Gemerlap kota dan langit yang sunyi

Kenyataan malam dari paradoks ilusi

Seolah waktu berhenti di penghujung hari 

 

Semuanya terlihat sungguh memukau

Melebur, menyatu menjadi semu

Membuat bayangku diam terpaku

Di bawah sinar bulan yang membiru

PROFIL

  TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...