Kamis, 30 Mei 2024

SEKAR Edisi Mei 2024 | Secercah Harapan Karya Reyna Mareta

 Secercah Harapan

Karya: Reyna Mareta



Dibalik tercapainya suatu impian,

Ternyata harus ditukar dengan satu luka hebat yang menunggu untuk dirasakan.

Wahai cinta pertamaku, bagaimana mungkin? 

Belum sempat melihat putri kecilmu ini mencicipi hal yang engkau dambakan, mengapa malah engkau tinggalkan? 

Tapi tak apa, terima kasih telah mengubahku menjadi perempuan yang kuat hingga detik ini.

Selamat menyaksikan perjuanganku meraih toga, semoga ini dapat membuatmu tersenyum

bahagia.


SEKAR Edisi Mei 2024 | Melinda Karya Aisyah Rayya Amani

 Melinda

Karya: Aisyah Rayya Amani



Dua tahun terakhir ini, aku selalu duduk di kursi teras rumah. Menikmati sejuknya angin pagi sembari menyesap secangkir teh hangat buatan Ibu. Aku selalu suka melihat bunga-bunga yang Ibu tanam di dekat pagar. Tak lupa juga rerumputan yang selalu basah karena embun pagi yang dingin. Bunga dan rerumputan ini yang menjadi semangat pagiku untuk terus berlama-lama duduk di teras rumah. Kegiatan ini aku lakukan sejak matahari terbit di ufuk timur hingga terbenam. Entah apa yang aku lakukan, tapi aku mencintai Melinda.

Aku sering merutuki diri saat sedang bersantai di teras rumah. Menatap iba kaki kiriku serta tangan kananku yang buntung. Apa yang bisa dilakukan manusia cacat sepertiku? Berdiri saja tak bisa, apalagi untuk berjalan. Sedih sekali nasibku ini. Aku seperti manusia tak berguna yang lebih baik mati. Namun Ibu selalu saja menguatkanku untuk terus hidup demi dirinya. Tapi siapa yang peduli, aku hanya ingin terus hidup demi Melinda.

Aku mengingat-ngingat kembali kejadian pahit yang merenggut tragis kaki kiri serta tangan kananku. Hal itu terjadi saat aku mengendarai sepeda motor menuju sebuah restoran. Aku memang ingin bertemu seseorang untuk menyatakan perasaan yang telah lama terpendam. Dengan semangat membara sepeda bututku melaju kencang. Tapi siapa yang mengira, sebuah truk besar menghantam aku serta penumpang yang ku bonceng. Kecelakaan hebat yang membuat darah segar kami mengalir deras di aspal. Semoga penumpang yang ku bonceng bukan Melinda.


“Nak, ini sarapannya. Ayo dimakan dulu,” ucap Ibu membuyarkan lamunanku. Aku hanya mengangguk kecil.


Tiba-tiba sosok yang aku tunggu-tunggu keluar dari rumah seberang. Seorang gadis cantik berambut ikal sebahu, duduk tepat di kursi teras rumahnya. Aku menyapanya dengan melemparkan senyum tipis. Tak lama kemudian, ia membalasku dengan senyuman hangat yang merekah. Senang sekali melihatnya. Ku santap sarapan buatan Ibu sambil mencuri-curi pandang gadis cantik itu. Ia terlihat sedang menatapku dari sudut matanya. Memang bukan hal yang baru, tapi setiap kali ia tersenyum aku merasa nyaman.


Sebenarnya alasanku untuk setiap hari duduk di teras rumah adalah untuk melihat gadis cantik yang berada tepat di seberang. Aku suka perangainya yang sopan dan caranya menyapaku. Ia adalah seseorang yang benar-benar menjadi semangatku untuk terus hidup dan menjalani hari. Mungkin tanpanya aku tak bisa melewati dua tahun menyedihkan ini. Aku selalu bertemu dengannya tiap hari tapi tak pernah berani untuk menyampaikan perasaan. Sadar dengan segala kekuranganku yang tak mungkin bisa bersanding dengannya.


“Nak, ayo masuk saja bantu Ibu di dalam,” ujar Ibu yang sedari tadi duduk di kursi sebelahku.


Aku menggeleng cepat. “Aku masih mau memandang Melinda, Bu. Hari ini dia cantik sekali dengan gaun putih yang dikenakan,” ucapku menolak permintaan Ibu. 


Kemudian aku kembali mengalihkan pandanganku pada wajah gadis ikal itu. Menatap lekat iris sebiru samudranya dengan nyaman, sambil sesekali tersenyum padanya. Aku selalu suka saat ia keluar dari rumahnya dan duduk di teras. Mungkin sekarang aku tak lagi menganggap gadis itu penyemangat hidup, melainkan cinta yang bersemi kembali.


Melihat kelakuanku seperti bocah SMP yang baru merasakan jatuh cinta. Ibu menepuk pundakku, lalu mendorong kursi rodaku masuk ke rumah. Matanya terlihat berkaca kaca. Tak biasa Ibu membuatku meninggalkan Melinda secepat ini. Biasanya Ibu mengajakku masuk saat matahari sudah berada di ufuk barat. Ada apa dengan Ibu pagi ini? Apakah Ibu benar-benar membutuhkan bantuan di dalam? Aneh sekali.


Sampai di dalam rumah, Ibu memegang kedua pundakku erat. Matanya yang berlinang air mata menatapku lekat. “Nak, Melinda sudah berpulang dua tahun yang lalu. Tolong jangan membuat Ibu sedih.”


SEKAR Edisi Mei 2024 | Luka di Persahabatan Karya Hana Diajeng Pratiwi

 Luka di Persahabatan 

Karya: Hana Diajeng Pratiwi



Dulu kita bagai dua sisi mata uang,

Bersama arungi suka dan duka tanpa bimbang.

Namun kini, awan kelabu menyelimuti,

Persahabatan kita terluka oleh masalah pribadi.

Kata-kata menusuk bagai belati,

Meninggalkan luka di hati yang tak terperi.

Kepercayaan yang terkikis bagai debu,

Membuat jarak di antara kita semakin merindu.

Oh, sahabatku, kemana perginya tawa dan canda?

Mengapa amarah kini menjadi perantara?

Aku rindu momen kebersamaan kita,

Saat kita saling menguatkan di kala nestapa.

Mungkinkah luka ini bisa diobati?

Dapatkah kita kembali bersatu hati?

Aku ingin persahabatan ini kembali terjalin,

Membangun kembali jembatan yang telah rapuh dan berlinangin.

Aku harap kau mengerti perasaanku ini,

Bahwa aku masih ingin persahabatan ini.

Mari kita duduk bersama, bicarakan dengan hati,

Semoga luka ini segera terobati.


RESENSI BUKU BULAN APRIL 2024BUMI – TERE LIYE

RESENSI BUKU BULAN APRIL 2024
BUMI – TERE LIYE

 
Identitas Buku 
Judul: Bumi
Penulis: Tere Liye
Tebal: 438 Halaman
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2018
Cetakan: Ke-21
ISBN: 978-602-03-3295-6
Biografi Pengarang 
Tere Liye yang memiliki nama asli Darwis ini, lahir pada tanggal 21 Mei 1979 adalah penulis dan akuntan berkebangsaan Indonesia. Setelah menyelesaikan studinya, Tere Liye bekerja sebagai seorang akuntan di sebuah perusahaan. Tere Liye memiliki ketrampilan dalam menulis novel berkat hobinya dalam menulis. Ia memulai debut kepenulisan pada tahun 2005 melalui novel Hafalan Sholat Delisa. Beberapa karyanya yang pernah diadaptasi ke layar lebar yaitu Hafalan Shalat Delisa, Bidadari-Bidadari Surga, Moga Bunda Disayang Allah, dan Rembulan Tenggelam di Wajahmu. 
Selain mempunyai karya yang disukai pembaca, sosok Tere Liye sendiri bisa dibilang cukup misterius, sebab tidak seperti penulis kebanyakan, Tere Liye justru kerap menyembunyikan kehidupan pribadinya ke khalayak umum dan hanya fokus ingin dikenal sebagai sosok penulis di dunia literasi. Saking misteriusnya sosok Tere Liye ini, ia bahkan tidak pernah menyertakan riwayat hidup, biodata, atau kontak lainnya yang bisa ditelusuri oleh pembaca. Sebaliknya, Tere Liye justru hanya memberikan sebuah alamat blog, sehingga tidak jarang juga banyak yang mengira jika Tere Liye merupakan penulis yang berasal dari luar negeri.
Tere Liye sempat memutuskan untuk berhenti menerbitkan bukunya dalam bentuk fisik sejak 1 Juli hingga 31 Desember 2017 lantaran tingginya pajak buku dan royalti bagi penulis. Beliau mengaku kecewa dengan sistem perpajakan di Indonesia yang dianggapnya tidak berpihak kepada penulis, bahkan terkesan merugikan penulis. Namun, setelah hampir tujuh bulan vakum menerbitkan buku, terhitung per 31 Januari 2018, Tere Liye kembali menerbitkan buku.
Isi Resensi
a) Sinopsis
Novel Bumi karya Tere Liye mengisahkan tentang petualangan seorang remaja bernama Raib. Seorang gadis yang memiliki kekuatan super, yakni dapat menghilang. Berteman dengan dua remaja lain yang juga memiliki kekuatan super, bernama Seli dan Ali. Ketiganya menjalani masa sekolah selayaknya remaja lain. Hingga terungkap kenyataan bahwa Raib bukanlah penduduk asli Bumi, melainkan berasal dari Klan Bulan. 
Waktu terus berjalan, hingga saat Raib mendapat buku bergambar bulan sabit. Buku tersebut menjadi gerbang petualangan menuju klan manapun yang ia inginkan. Ditemani kedua temannya, ia berpindah dari Bumi menuju Klan lain. Petualangan yang panjang dan menantang, beruntung dengan kekuatan super mereka berhasil melewati berbagai rintangan.
b) Alur Cerita
Bumi menggunakan alur campuran dengan alur maju mendominasi cerita. Alur maju dinarasikan dengan petualangan Raib, Seli, dan Ali di klan bulan dan usaha mereka untuk memukul mundur Tamus dan pasukannya. Kemudian, novel ini juga diselingi alur mundur yang dinarasikan dengan kilas balik beberapa kejadian di masa lalu seperti bagaimana awal mulanya Raib mengetahui kekuatannya.
c) Unsur Intrinsik
- Tema 
Novel dengan genre fantasi ini bertema petualangan untuk menemukan jati diri. Tema ini dapat dengan jelas dilihat dari bagaimana ketiga remaja tersebut mendapat pelajaran dari petualangan yang mereka lakukan. 
- Latar 
Sebagai buku pertama dari serangkaian series Bumi, novel ini mengambil 2 latar tempat utama, yaitu di bumi dan klan bulan sebagai klan pertama yang diperkenalkan. Di bumi sendiri, tempat yang menjadi sentral pada umumnya adalah di rumah Raib dan sekitar sekolah Raib, Ali, dan Seli. Selanjutnya, mereka melakukan perjalanan ke klan bulan yang digambarkan sangatlah maju dari segala segi kehidupan dibanding realita di klan bumi sendiri. Terdapat beberapa tempat yang menjadi pusat dalam cerita, seperti di perpustakaan, rumah peristirahatan, hutan, dan stasiun kereta.
- Tokoh Penokohan 
● Raib
Raib merupakan tokoh utama dalam cerita ini dengan kekuatan unik untuk menghilang. Raib menunjukkan sikap pemberani, pantang menyerah, dan selalu ingin tahu. Seiring berjalannya cerita, Raib juga memperlihatkan sisi kepemimpinannya yang baik dibuktikan dengan seringnya ia mengambil keputusan sulit bahkan di waktu yang genting sekalipun. 
● Seli
Seli merupakan sahabat Raib yang tanpa disangka juga berasal dari klan lain, yaitu klan matahari dengan kekuatan untuk mengendalikan petir, dan benda-benda disekitarnya. Salah satu dari sifatnya yang patut disoroti adalah kesetiakawanannya karena tidak pernah meninggalkan teman-temannya walau diambang bahaya sekalipun. Selain itu, Seli juga mengalami perkembangan karakter dimana ia menunjukkan ketangguhan dan peningkatan signifikan terkait  kemampuannya dalam bertarung.
● Ali
Ali adalah teman sekolah Raib dan Seli, yang seiring berjalannya waktu, mereka bertiga menjadi sahabat karib yang melalui petualangan bersama. Ali digambarkan sebagai anak remaja yang pemalas saat di sekolah, namun nyatanya memiliki kecerdasan yang luar biasa. Karena kecerdasannya, Ali sering kali menjadi aktor utama dibalik rencana-rencana dalam petualangan mereka. Walau terkadang jahil, Ali adalah sosok teman yang sangat bisa diandalkan oleh Raib dan Seli. 
● Miss Selena
Miss selena adalah guru matematika Raib, Seli, dan Ali yang ternyata berasal dari klan bulan dan mengetahui banyak hal tentang klan-klan lain. Miss Selena adalah sosok yang tegas dan bijaksana, dan seringkali membantu Raib dan teman-temannya dalam perjalanan mereka. Karena itu, ia sudah seperti sosok mentor yang memiliki peran penting bagi Raib, Seli, dan Ali
● Tamus
Tamus adalah karakter antagonis utama dalam seri pertama series Bumi ini. Ia digambarkan sebagai sosok yang licik, kejam, tamak, dan memiliki ambisi besar untuk menguasai dunia. Ia ingin memanfaatkan Raib untuk menyelamatkan si Tanpa Mahkota agar bisa menguasai dunia paralel bersama. Selain itu, terdapat beberapa karakter pendukung yang berasal dari klan bulan, seperti Ilo, Vey, Ou, dan Av.
- Gaya bahasa
Gaya Bahasa yang digunakan pada novel ini memilki banyak pemanfaatan kekayaan bahasa untuk memperoleh efek-efek tertentu. Gaya bahasa seperti Hiperbola mengandung suatu pernyataan yang berlebih-lebihan jumlahnya, ukurannya atau sifatnya dengan maksud memberikan penekanan pada suatu pernyataan atau situasi untuk memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya. Gaya bahasa  litotes pengungkapannya menyatakan sesuatu yang positif dengan bentuk yang negatif atau bentuk yang bertentangan. Litotes mengurangi atau melemahkan kekuatan pernyataan yang sebenarnya, misalnya untuk merendahkan diri.
- Sudut pandang 
Sudut pandang pada novel ini yaitu “orang pertama ” dimana pelaku utama dalam novel tersebut memposisikan dirinya.
d) Unsur Ekstrinsik
- Nilai moral 
Petualangan yang panjang mengantarkan tokoh untuk mengenal dirinya, sekaligus membawa pembaca untuk lebih kritis dalam setiap pemecahan konflik yang diceritakan. Mengajarkan pembaca untuk pantang menyerah, berfikir kritis, berani mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkannya.
- Nilai sosial 
Berdasarkan persahatan tiga tokoh, dapat diambil pesan tentang pertemanan yang erat, mereka saling menolong dan melindungi, serta menerima apapun perbedaan latar ketiganya. 
Kelebihan dan Kekurangan
a) Kelebihan 
Novel Bumi menyajikan cerita petualangan yang seru dan menarik untuk diikuti. Eksistensi dunia lain, tepatnya klan bulan di seri pertama ini mengajak pembaca untuk berimajinasi lebih dan merasa ikut menjelajahi klan bulan dengan segala kecanggihan dan kemajuan kehidupannya. Tidak hanya itu, tokoh-tokoh dalam novel inipun dibuat beragam dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang menciptakan kesan realistis bagi pembaca. Penulis pun membuat cerita dengan gaya penulisan yang mengalir sehingga buku ini layak untuk dibaca. Novel ini juga mengandung pesan moral yang bisa kita ambil, baik dari pesan yang tersirat maupun tersurat. 
b) Kekurangan
Secara keseluruhan, novel Bumi merupakan novel fantasi yang menarik dan menghibur untuk diikuti. Namun, terdapat beberapa kekurangan yang disoroti, seperti terdapat beberapa kalimat yang terasa cringe dan sangat disayangkan, novel dengan tebal 440 halaman ini tidak menyertakan ilustrasi sama sekali yang padahal bisa memberikan gambaran bagaimana kehidupan klan lain dan mendukung imajinasi pembaca

RESENSI BUKU BULAN MEI 2024 KEAJAIBAN TOKO KELONTONG NAMIYA – KEIGO HIGASHINO

RESENSI BUKU BULAN MEI 2024
KEAJAIBAN TOKO KELONTONG NAMIYA – KEIGO HIGASHINO
 
Identitas Buku 
Judul: Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Penulis: Keigo Higashino (Jepang)
Pengalih Bahasa Indonesia: Faira Ammadea
Tebal: 400
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2020
Cetakan: Ke-5
ISBN: 9786020648293
Biografi Pengarang 
Keigo Higashino adalah seorang penulis asal Jepang yang lahir pada tanggal 4 Februari 1958. Ia merupakan seorang penulis yang telah menghasilkan banyak karya dan dikenal terutama karena novel-novelnya yang bergenre misteri. Higashino diketahui mulai menulis sejak masih di bangku sekolah menengah dan selalu meluangkan waktunya untuk menulis, seperti saat malam hari dan di akhir pekan terlepas dari kegiatannya untuk bekerja paruh waktu pada saat itu. 
Pada tahun 2006, novelnya yang berjudul The Devotion of Suspect X (Pengabdian Tersangka X)  memenangkan  hadiah Naoki ke-134 setelah sebelumnya dinominasikan sebanyak lima kali. Tidak hanya itu, novel itu juga menerima penghargaan misteri Honkaku ke-6 dan menempati peringkat pertama dalam Kono Mystery ga Sugoi di tahun yang sama. 
Menjadi salah satu penulis terpopuler di negeri sakura, Higashino telah mencapai ratusan juta eksemplar, dan  telah meraih pengakuan internasional dibuktikan dengan karya-karyanya yang berhasil diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa di dunia.
Beberapa karya Keigo Higashino yang terkenal diantaranya adalah Salvation of A Saint (seri detektif Galileo), Malice, The Name of the Game is a Kidnapping, dan yang menjadi pembahasan kali ini yaitu The Miracles of the Namiya General Store, atau (Keajaiban Toko Kelontong Namiya)
Isi Resensi
a) Sinopsis 
Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya karya Keigo Hashino mengisahkan tentang Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat. Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh. Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan. Hanya untuk satu malam. Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi.
b) Alur Cerita 
Novel ini menggunakan alur campuran, maju-mundur. Alur maju di awal cerita, ketika ketiga tokoh utama yang singgah di toko kelontong tua, usai melakukan perampokan. Di sanalah surat-menyurat terjadi antara ketiganya dengan seorang yang tak diketahui, hingga ketiganya menyadari bahwa surat itu datang dari masa lampau. Setelahnya alur mundur, pada kisah sang pengirim surat yang merupakan seorang anak yang dipaksa berbisnis menjual ikan, bernama Katsuro. Selanjutnya, secara teratur alur berjalan maju dan mundur.
c) Unsur Intrinsik
- Tema 
Berbeda dengan karya beliau yang pada umumnya bergenre misteri, novel yang dipublikasikan pada 2012 ini mengambil genre fantasi dengan mengusung banyak tema, membicarakan hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita, mulai dari tentang keluarga, persahabatan, karir, hingga asmara. 
- Latar (Fani)
Latar waktu pada novel ini seketika berjalan mundur menjadi ke masa lampau, yaitu saat Katsuro, seorang anak dari desa yang memiliki impian menjadi seorang musisi ternama, tetapi orang tuanya justru meminta dirinya untuk menjadi penerus bisnis keluarganya.
- Tokoh penokohan 
 Atsuya
Pemimpin dari ketiga pencuri yang dilabeli ikan teri itu. Penggambaran tokoh yang menyedihkan, menciptakan karakter yang keras, dan cuek. 
 Kohei
Salah satu anggota ikan teri, meski sama-sama pernah tinggal di panti asuhan bersama atsuya, namun karakter Kohei lebih ceria dan menyenangkan.
 Shota
Anggota pencuri yang terakhir. Memiliki karakter yang keras kepala, hingga sering mengakibatkan perdebatan dengan Atsuya.
 Yuji Namiya
Pemilik toko kelontong, yang berhati lembut, senang membantu, dan bijaksana. Disetiap surat suratnya, ia selalu dengan sepenuh hati berusaha menenangkan dan memberi solusi di setiap permasalahan kliennya. Tokoh lainnya, yaitu Kelinci Bulan, Artis Toko Ikan, Sungai Hijau, Paul Lennon, dan Anak Anjing.
- Gaya Bahasa 
Novel ini menggunakan gaya bahasa yang efektif dan memikat dalam membangun cerita. Bahasanya sederhana namun penuh makna sehingga mudah dipahami dan terasa mengalir begitu saja. Dialog yang digunakan juga terasa natural dan dekat dengan percakapan sehari-hari sehingga tidak menimbulkan kesan berlebihan. Alur yang dibuat maju mundur pun rasanya tidak menjadi masalah karena penggunaan bahasanya yang efektif ini. Selain itu, Higashino mampu mendeskripsikan suasana, tempat, dan emosi karakter secara terperinci dan jelas sehingga mengundang pembaca untuk ikut merasakan dan  tenggelam dalam ceritanya.

- Sudut Pandang 
Buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya pertama kali terbit pada tahun 2012 dan dipublikasikan melalui Kadokawa Shoten. Buku ini menggunakan sudut pandang orang ketiga dari awal hingga akhir dengan mengusung genre magical-realism.
d) Unsur Ekstrinsik
- Nilai moral 
Nilai moral yang sangat terasa usai membaca novel ini adalah tumbuhnya semangat untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik. Hal ini didapat dari kisah ketika sang anak berkecil hati dan mengatakan untuk tidak ingin menjadi penjual ikan layaknya sang ayah, hingga mendapat jawaban lembut ayahnya agar senantiasa berpikir positif dan berjuang untuk meraih cita-cita. Pesan tersebut mampu menembus hati pembaca, juga secara tersirat mengajarkan untuk menghargai perjuangan, bahkan meski perjuangan tersebut tak berhasil untuk mencapai tujuan akhir, namun pengalamannya adalah hal yang berharga.
- Nilai sosial 
Keajaiban Toko Kelontong Namiya menghadirkan nilai-nilai sosial yang relevan dengan kehidupan kita. Terdapat pesan akan pentingnya rasa peduli, memberikan dorongan moral, dan saling membantu ke satu sama lain. Hal ini dinarasikan dengan kesediaan kakek Namiya yang kemudian diteruskan oleh tiga pemuda berandal dalam menerima keluh kesah orang-orang yang mengirim surat. Selanjutnya, mereka berempati dan bersedia untuk ikut memikirkan solusi atas setiap permasalahan dalam surat tersebut. Hal ini membawa kita kepada nilai sosial lainnya, bahwa kata-kata bisa sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Karenanya, jangan pernah meremehkan kekuatan kata-kata dan alangkah baiknya untuk selalu berusaha memikirkan terlebih dahulu apa yang akan disampaikan. Selain itu, novel ini juga menghadirkan makna penting keluarga dan persahabatan yang menjadi sumber kekuatan para karakter dalam novel ini. Hal ini menjadi pengingat agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan keduanya. Nilai-nilai sosial dalam novel ini menginspirasi pembaca untuk menjalani hidup yang lebih baik dan bermakna.



Kelebihan dan Kekurangan
a) Kelebihan 
Kelebihan dari Novel Toko Kelontong Namiya, yaitu kamu dapat mengambil banyak pelajaran dari novel ini. Seperti nasehat kakek Namiya yang tidak pernah menyepelekan setiap surat yang ia terima, seperti pada kutipan berikut:

"Peta yang anda miliki masih berupa kertas kosong. Itulah mengapa meski sudah memiliki tujuan, anda belum menemukan dimana jalan yang bisa membawa anda ke sana... Itu wajar. Siapapun pasti akan merasa kebingungan." 
b) Kekurangan 
Walau novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya memiliki alur yang cukup lambat, tetapi tidak membuat kita sabagai pembaca merasa bosan, karena dihadapi persoalan yang membuat kita menjadi penasaran dan ingin terus membacanya.  Jumlah tokoh yang lumayan banyak. Meskipun begitu, setiap tokoh memiliki ceritanya masing-masing, apalagi dari setiap tokoh itu saling berhubungan dengan tokoh yang lain.

SEKAR Edisi Mei 2024 | Bayangan Di Taman Kenangan Karya Wanda Aziza

  Bayangan Di Taman Kenangan

Oleh: Wanda Aziza


Ia duduk di bangku taman, menatap hamparan bunga yang bermekaran. Angin sepoi-sepoi menggerakkan daun-daun, seolah berbisik pelan di telinganya. Namun, ia tidak mendengar suara angin itu. Yang terdengar hanya gema dari masa lalu yang terus menerus memanggilnya.


Ia mengingat senyuman itu, senyuman yang pernah membuat dunianya terasa lengkap. Senyuman yang kini hanya menjadi bayangan samar di benaknya. Setiap kali ia mencoba melupakannya, kenangan itu selalu muncul kembali, menghantui setiap langkahnya.


Hari itu, hujan turun dengan deras. Ia berdiri di depan rumah yang pernah mereka tinggali bersama. Dinding-dinding rumah itu penuh dengan kenangan. Di sudut ruang tamu, masih ada bekas tawa mereka. Di dapur, masih ada sisa-sisa aroma masakan yang dulu sering mereka nikmati bersama. 


Namun, kini semuanya terasa hampa, hanya menyisakan luka yang tak kunjung sembuh.

Ia teringat saat-saat indah ketika mereka berdua berlari di bawah hujan, tertawa tanpa beban. Kini, ia hanya bisa berdiri sendiri, merasakan dinginnya tetesan air yang turun di pipinya, tak bisa membedakan mana air hujan dan mana air matanya sendiri.


Setiap malam, ia memandangi langit yang gelap, mencari bintang yang dulu selalu mereka lihat bersama. Namun, bintang itu tak lagi bersinar secerah dulu. Hanya ada kegelapan yang menyelimutinya, membuatnya merasa semakin terpuruk dalam kesedihan.


Ia tahu, hidup harus terus berjalan. Namun, ia merasa sulit untuk melangkah ke depan. Masa lalu itu seperti rantai yang membelenggunya, membuatnya tetap terikat pada kenangan yang menyakitkan. Setiap hari adalah perjuangan untuk bertahan, untuk mencoba menghapus bayangan itu dari pikirannya. Tapi semakin ia berusaha, semakin kuat bayangan itu menguasainya.


Ia sadar bahwa ia harus belajar untuk melepaskan. Namun, bagaimana bisa ia melupakan seseorang yang pernah menjadi segalanya? Bagaimana bisa ia menghapus kenangan yang pernah begitu berharga?


Hari demi hari berlalu, ia tetap berada di taman itu, menunggu keajaiban yang mungkin tak akan pernah datang. Ia hanya berharap, suatu saat, ia bisa menemukan kedamaian di hatinya. Mungkin tidak hari ini, atau besok. Tapi ia yakin, suatu saat nanti, luka itu akan sembuh, dan ia bisa merelakan masa lalu untuk pergi.


Namun, sampai saat itu tiba, ia akan terus berjuang, dengan hati yang penuh luka namun tetap berharap. Ia percaya, bahwa di balik setiap kesedihan, selalu ada harapan yang menunggu untuk ditemukan.


SEKAR Edisi Mei 2024 | Gantung Karya Puti Athirah

 Gantung

oleh Puti Athirah


Nak, bagaimana mimpimu yang kau gantung kemarin?

Sudah keringkah dia?

Sudah kerontangkah dia diludahi sang mentari dan dicemooh sang rembulan?


Nak, bagaimana mimpimu yang kau gantung kemarin? 

Sudah matikah dia?

Jika sudah, segera dikubur

Jika sudah, jangan ditangisi terus

Bisa habis air matamu


SEKAR Edisi Mei 2024 | Meneguk Segelas Kopi Melahirkan Ragam Imajinasi Karya Moh. Nasiruddin

 Meneguk Segelas Kopi Melahirkan Ragam Imajinasi

Oleh: Moh. Nasiruddin*


kali ini, ini kali

hari ini, ini hari

saat ini, ini saat

ku mantapkan hati

untuk belajar dan berguru kepada kopi

di antara pahit dan manisnya

di antara pekat dan hambarnya

di antara bening dan hitamnya

yang mengundang akal 

untuk merangkai segala keadaan

dari hidup yang serba keberpihakan


hidup adalah pilihan

tidak memilih untuk hidup juga termasuk pilihan

merasakan adalah keharusan

keadaan adalah pencapaian

sehingga mati menjadi keniscayaan.


menangis, bersedih, berduka dan bahkan putus asa

menjadi pilihan dari hidup yang merasa

bahwa dirinya tak punya kuasa 

untuk menganggap dirinya lebih bermakna


Tersenyum, tertawa, gembira, seraya bersukaria

pun menjadi pilihan dari hidup yang istimewa

karena dirinya menjadi bisa 

dalam menghadapi segala mara bahaya

di dalam rintangan dan tantangan yang menimpa hidupnya


Semua itu terramu dalam racikan segelas kopi

Alih-alih memaknai tegukan aroma sensasinya

sebagai sandaran memaknai hidup

dari perihal baik dan buruk.


25-Juni-2022

*seorang pemulung diksi-diksi kolosal


SEKAR Edisi Mei 2024 | Mahasiswa Rantau Karya Ainun Mardiyah

Mahasiswa Rantau

oleh: Ainun Mardiyah


Dalam kisah yang panjang dan berliku

Kita berjalan, berjuang, dan berkorban

Dari kota ke kota, dari negeri ke negeri

Kita mencari ilmu, mencari masa depan


Dengan jiwa yang keras dan hati yang tulus

Kita menghadapi tantangan dan rintangan

Dengan semangat yang tinggi dan keyakinan yang kuat

Kita menempuh perjalanan yang panjang dan berliku


Dalam setiap langkah, kita menemukan diri

Dalam setiap perjuangan, kita menemukan masa depan

Dengan ilmu yang diperoleh dan pengalaman yang didapat

Kita menjadi lebih kuat dan lebih berani


Dengan perjuangan yang panjang dan berliku

Kita menemukan masa depan yang lebih baik

Dengan ilmu yang diperoleh dan pengalaman yang didapat

Kita menjadi lebih kuat dan lebih berani

 

Rabu, 29 Mei 2024

SEKAR Edisi Mei 2024 | Pergi Tanpa Pamit Karya Octafia Rahmadani

 PERGI TANPA PAMIT

Karya: Octafia Rahmadani


 

Malam berganti pagi, dan sinar mentari mulai menyapa permukaan bumi. Aku masih duduk di tepi jendela, menatap langit yang kini berwarna biru cerah. Hampa di dalam dada terasa mengalir seperti air. Berdiri tanpa memegang tiang dan terus berjalan tanpa arah merupakan hal pertama yang kurasakan saat menjadi dewasa.


Abur namaku. Hilang terkubur dan kabur adalah tabiatku. Semakin bertambahnya umur, aku bisa melihat perubahan dalam diriku maupun lingkup pertemananku. Semuanya seakan hilang, bahkan pergi tak tentu dibalik pungguk batu.


"Aku takut, sungguh takut," ucapku pada diriku sendiri, namun kali ini dengan suara yang lebih mantap.


Dengan langkah perlahan, aku bangkit dari tempat dudukku dan menghadapi cermin di dinding kamarku. Aku memandang diriku sendiri.


“AKHHH SAKITTT, APA YANG SELAMA INI AKU LAKUKAN DI DUNIA TUHANN… MENGAPA HATIKU RASANYA REMUKK SAAT INI.” Aku menangis sejadi-jadinya sampai terkulai lemas tak berdaya. 

 

Aku bangkit dalam kegelapan. Sekilas terlintas dipikiranku untuk menyayat sebuah daging agar hilang sakitku. Kuambil pisau daging ibuku di dapur. Kusayat perlahan daging itu. Warna merah segar terlihat menggugah selera para nyamuk. Ide gila sekali lagi muncul. Aku berdiri dan berlari tergopoh-gopoh mengambil lemon di kulkas. 

 

“HIHIHIHIII INI PERIH TAPI ASYIKK.” Aku berteriak kegirangan.

 

Tiba-tiba mataku berkunang-kunang.

 

“Ohhh Tuhan inikah?” gumamku.

 

Inilah akhir dari ajal tak berpamit.

 



PROFIL

  TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...