SEKAR Edisi Maret 2025 | Perudungan karya Atiya Num’atul Salsabila
PERUNDUNGAN
karya Atiya Num’atul Salsabila
Mulutnya dikatupkan,
bungkam
Matanya dipejamkan, tak
terlihat
Telinganya disumbat
menggunakan kedua tangannya
Menunduk dan terus
berdoa agar cepat-cepat pulang
Lari terus, kencang,
menembus lautan manusia
Suara-suara itu buat
dirinya selalu ketakutan
Tiap-tiap malam dirinya
berdoa, agar besok tidak ada lagi luka
Kamar mandi selalu
menjadi tempat favoritnya untuk meluapkan amarahnya
Satu minggu, tiga bulan,
dua tahun, dan seterusnya dirinya menghitung hari
Akhirnya dirinya bebas
dari tempat itu
Komentar
Posting Komentar