SEKAR Edisi April 2025 | Elegi karya Erika Dwi Sabrina Putri
Elegi Karya Erika Dwi Sabrina Putri Setiap sudut kujelajahi perlahan Tumpukan yang terus kuhindari, kini memanggil tiada henti Sentuhan lembut, pilu merenggut menaungi Simfoni itu terdengar lagi Menggema, beradu, hampa Tetesan basah jatuh tak beraturan Ah, apa ini? Dekapan kuberikan, pada bingkai kelabu kusam berdebu Mereka bilang, sembuhlah bersama waktu Salah. Siapa si waktu? Penyembuh? Apa yang bisa ia sembuhkan? Elegi tentangmu, takkan pernah sembuh Biarkan patah ini merengkuh, aku terbiasa. Ingin terbiasa.