Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

SEKAR Edisi April 2025 | Elegi karya Erika Dwi Sabrina Putri

  Elegi Karya Erika Dwi Sabrina Putri Setiap sudut kujelajahi perlahan Tumpukan yang terus kuhindari, kini memanggil tiada henti Sentuhan lembut, pilu merenggut menaungi Simfoni itu terdengar lagi Menggema, beradu, hampa Tetesan basah jatuh tak beraturan Ah, apa ini?  Dekapan kuberikan, pada bingkai kelabu kusam berdebu Mereka bilang, sembuhlah bersama waktu Salah. Siapa si waktu? Penyembuh? Apa yang bisa ia sembuhkan? Elegi tentangmu, takkan pernah sembuh Biarkan patah ini merengkuh, aku terbiasa. Ingin terbiasa.

SEKAR Edisi April 2025 | Yang Tak Sempat Menjadi karya Donabella Shefa Aulia

  Yang Tak Sempat Menjadi Karya Donabella Shefa Aulia Jatuh terduduk dalam kegelapan,  Yang entah sejak kapan menelan pikiranku.  Sembari bersandar pada dinding yang dingin,  Namanya masih menggema, namun langkahnya entah dimana. Kupeluk egoku, sambil menatap punggungnya menjauh. Aku mendorongnya pergi, Menghancurkan inginnya berkali kali. Kisah ini sudah selesai,  Jauh sebelum ki-ta punya kendali.

SEKAR Edisi April 2025 | Sejak dalam Sajak karya Abdullah Al Halimir Rosyid

  Sejak dalam Sajak Karya Abdullah Al Halimir Rosyid Pernah saja Meraba cerita tua Halaman lama arcapada Menghimpun pikiran semata Menggaungkan memori rasa Teringat lembaran pertama Telah redup pelita jiwa Telah kabur hasrat tingkahnya Ia ringkas yang di ringkus masa Ia tubuh yang terbunuh Ia using yang terasing Ia tinggal yang tertanggal Ia ada Dari aba sang pencipta

SEKAR Edisi April 2025 | Dunia yang Tak Lagi Sama karya Windy Aliffia

  Dunia yang Tak Lagi Sama Karya Windy Aliffia Pernah, dunia ini terasa seperti rumah, tempat hati bersandar tanpa curiga, di mana tatapan tak selalu berarti bahaya, dan senyuman terasa tulus tanpa rahasia. Kini, setiap wajah adalah teka-teki, setiap tangan yang terulur perlu ditimbang: tulus atau ada niat tersembunyi? Jalanan tak lagi jalur yang aman untuk pulang, tapi ladang teror yang tak pernah tenang. Setiap jejak terasa berat, dipenuhi kecemasan, di mana kedamaian hanya kenangan yang terlupakan. Kini dunia berjalan dengan dada waspada, langkah kecil pun harus dibarengi doa. Pagi tak lagi penuh harap, malam tak lagi jadi tempat bernaung tenang. Dunia dibakar nafsu yang menggila, ketika tangan terpelajar jadi pencabik luka. Bukan gelandangan, bukan bayangan, tapi mereka yang duduk di barisan gelar dan kebanggaan. Langit masih biru, tapi cahayanya tak menyentuh jiwa. Bumi tetap berputar, namun manusia kehilangan arah dan makna. Dunia ini gelap. Bukan karena matahari tenggelam, t...

SEKAR Edisi April 2025 | Sunyi yang Dipenjara karya Fildza Shabrina Dias Alifiyah

  Sunyi yang Dipenjara Karya Fildza Shabrina Dias Alifiyah Di balik dinding yang bisu nan kelam, Tersimpan jerit tak berani terang, Lidah dikunci, hati disiram malam, Kebenaran mati dalam tenang. Langit bicara lewat angin yang patah, Daun-daun gugur tanpa suara, Setiap kata jadi dosa yang basah, Di bawah penguasa yang tuli pada jerit lara jelata. Namun bara tak kan padam selamanya, Meski dibungkam, nurani menyala, Suatu saat, suara akan meraja, Membelah sunyi, menuntut cahaya.

SEKAR Edisi April 2025 | Kompas Tanpa Arah karya Lana Rahmatin

  Kompas Tanpa Arah Karya Lana Rahmatin Sinopsis Dalam kisah Kompas Tanpa Arah, Nara memulai perjalanan menuju pelatihan penyintas—bukan hanya untuk belajar bertahan hidup, tapi untuk mencari dirinya sendiri di tengah gemuruh dunia yang tak selalu pasti. Di tengah kegiatan yang melelahkan dan materi yang menguras pikiran, Nara bertemu seorang lelaki misterius bernama Ara-seseorang yang tak banyak bicara, tapi mampu membuat kehadirannya bermakna. Bukan pahlawan, bukan penolong, Ara hadir seperti kompas diam: tidak menunjuk arah dengan jelas, tapi cukup menjadi cermin bagi Nara untuk bertanya—apa ia sungguh sedang mencari jalan pulang, atau justru sedang mencari alasan untuk tetap pergi? Melalui pertemuan-pertemuan singkat dan keheningan yang sarat makna, Kompas Tanpa Arah adalah cerita tentang menemukan arah bukan di luar, tapi di dalam diri sendiri. Sebuah transit singkat yang meninggalkan jejak panjang dan mungkin, awal dari perjalanan yang sesungguhnya. Episode 1: Transit di Titi...