SEKAR Edisi April 2025 | Dunia yang Tak Lagi Sama karya Windy Aliffia
Dunia yang Tak Lagi Sama
Karya Windy Aliffia
Pernah,
dunia ini terasa seperti rumah,
tempat hati bersandar tanpa curiga,
di mana tatapan tak selalu berarti bahaya,
dan senyuman terasa tulus tanpa rahasia.
Kini,
setiap wajah adalah teka-teki,
setiap tangan yang terulur
perlu ditimbang: tulus atau ada niat tersembunyi?
Jalanan tak lagi jalur yang aman untuk pulang,
tapi ladang teror yang tak pernah tenang.
Setiap jejak terasa berat, dipenuhi kecemasan,
di mana kedamaian hanya kenangan yang terlupakan.
Kini dunia berjalan dengan dada waspada,
langkah kecil pun harus dibarengi doa.
Pagi tak lagi penuh harap,
malam tak lagi jadi tempat bernaung tenang.
Dunia dibakar nafsu yang menggila,
ketika tangan terpelajar jadi pencabik luka.
Bukan gelandangan, bukan bayangan,
tapi mereka yang duduk di barisan gelar dan kebanggaan.
Langit masih biru,
tapi cahayanya tak menyentuh jiwa.
Bumi tetap berputar,
namun manusia kehilangan arah dan makna.
Dunia ini gelap.
Bukan karena matahari tenggelam,
tapi karena hati manusia mati perlahan.
Keadilan ditukar tawa,
rasa aman tinggal legenda.
Komentar
Posting Komentar