SEKAR Edisi Agustus 2025 | Doa yang Tak Senada karya Ibran Purba
Doa yang Tak Senada Karya Ibran Purba Kita berdiri di tanah yang sama, namun bayangan jatuh ke arah berbeda. Lonceng tua berdenting lirih, adzan merdu menjawab di langit tinggi. Di jalan sunyi kita melangkah, bergandeng tangan, percaya tanpa suara. Mampukah cinta ini bertahan, atau runtuh dihantam ribuan pandangan? Setiap langkah ditemani bisik cemooh, namun tak ada jemari yang terlepas. Meski benang merah tak tampak mata, cinta terpatri jauh di dada. Kau bersujud dalam lima waktu, aku berbisik di bawah salib kayu. Kita memohon pada langit yang sama, meski suara tak pernah menyatu. Namun, langit tak selalu biru; awan kerap enggan berlalu. Di balik senyum, tersimpan pilu; takdir menulis garis yang tak berpadu. Di antara doa yang tak senada, ku langitkan ukiran kata— tak sekedar kiasan semata. Jika jalan ini berakhir di simpang berbeda, biarlah cinta tetap tinggal—meski tak bersama...