SEKAR Edisi Agustus 2025 | Pena Hijau karya Khairunnisa Apriliyanti
Pena Hijau
Karya Khairunnisa Apriliyanti
Kepada pena berwarna
hijau yang sempat digenggam
Pena penuh gambar bunga
yang sempat diharapkan
Kau pernah meyakinkan
dengan menggoreskan garis yang tegas
Menjanjikan warna dan
menggambar teduh di langit kertas
Tintamu seolah
dijanjikan untuk tidak luntur dan bertahan lama
Namun, kini entah kenapa
Tintamu tiba-tiba
melangkah, merubah arah
Hilang dan muncul
secepat burung di langit senja
Terkadang, pena hijau
menggambar di lembaran kertas putihku
Akan tetapi, gambaranmu
tak pernah benar-benar selesai
Pena hijau, gambaranmu
menggantung
Meninggalkan ruang
kosong yang tak pernah terisi
Hingga pada setiap
coretan di sudut lembaran, aku selalu bertanya
Apakah pena hijau ini
memang diciptakan untuk memiliki tinta permanen
Ataukah hanya singgah,
mencoret sesuka hati
Lalu membiarkan aku
menebak-nebak arti?
Sebab pena hijau yang
dulu kupeluk penuh harap
Kini hanya tinggal
kenangan pada halaman bercak-bercak
Dan aku yang pernah
menunggu coretanmu menyelesaikan gambaranmu kembali
Kini telah menemukan
cara untuk menggambar kisah sendiri
Meski garisnya tak rapi
Meski warnanya
tak seindah pena hijaumu
Namun setidaknya, aku tahu
Guratan yang kuhasilkan sendiri tidak akan menghilang sesuka hati
Komentar
Posting Komentar