SEKAR Edisi Agustus 2025 | Dunia Kotak-Kotak karya Ainun Mardiyah

Dunia Kotak-Kotak

Karya Ainun Mardiyah


Andi baru pertama kali main Roblox. Begitu melihat karakternya, dia langsung protes.

“Lah, ini aku kok kayak kotak kardus berjalan?!”

Raka ngakak. “Ya emang gitu. Anggap aja kita lagi belajar bangun ruang. Semua orang di sini bentuknya balok.”

Andi mencoba menggerakkan karakternya. Baru lompat sekali… BRUK! jatuh ke jurang. Karakternya pecah jadi potongan kecil.

“Woi! Aku mati!” teriak Andi panik.

Raka santai. “Tenang, di Roblox mati itu bukan akhir. Itu Cuma… kayak hukum kekekalan energi. Hancur, tapi muncul lagi.”

Dan benar, tiga detik kemudian Andi hidup lagi. Tapi baru melangkah sebentar, tiba-tiba karakternya disambar mobil dan tubuhnya hancur lagi.

“Ya ampun! Aku jadi bahan percobaan fisika nih, ditabrak benda bergerak!”

Raka ngakak. “Iya, itu namanya gaya dorong. Energi pindah, badanmu pecah. Santai aja, itu ilmu IPA terapan versi Roblox.”

Andi makin frustasi. Dia coba lari kencang, eh malah nyangkut di dinding dan muter-muter kayak kipas angin rusak.

“Ini hukum apa lagi?!” keluhnya.

Raka nyengir, “Itu sih gesekan. Cuma di Roblox, gesekannya bikin kamu jadi blender hidup.”

Andi akhirnya duduk pasrah. Ia menatap karakternya yang respawn entah untuk keberapa kali, lalu bergumam.

“Coba aja hidup nyata kayak Roblox… Besok ada ulangan, tinggal nyemplung jurang, terus respawn pas udah lulus.”

Raka langsung ketawa sampai hampir jatuh dari kursinya.

Dan sejak hari itu, Andi pun sadar: kalau IPA segampang di Roblox tinggal jatuh, respawn, terus lulus semua orang pasti happy, bukan pusing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKAR Edisi Juni 2025 | Kamu Cukup, Selalu karya Aura Alfisyahrani

PROFIL

SEKAR Edisi Bulan Mei-Juni 2023 | Jalan yang Terang untuk yang Bertahan oleh Bella Najwa Muzdha