Teduh | Putri Nadilla

Teduh

Putri Nadilla

 Malam

Ketika angin berhembus ringan

Tepukan punggung yang pelan

Menyanyi lirih, manis tatapan


Dipundaknya

Terdapat makhluk mungil nan lucu

Merengek sendu 

Ia tak suka berada didalam

Kata nenek ia ingin angin yang segar


Ibu

Ratapan jiwa yang menembus angan

Menggendong si buah hati dipelukan

Siang malam is tak paham

Atau bahkan tidak peduli?


Satu orang penuh kasih sayang

Harapanya setinggi bulan

Untuk sang buah hati tersayang

Meski lelah ia hiraukan


Nyanyian nya meneduhkan

Tangisanya mengiris relung dadamu

Memang terkadang ia tak pandai menunjukkan

Dalam dirinya, banyak kata yang tak tersampaikan


Ibu

Kau belahan jiwa

Kau air dalam hausnya

Kau pelampung dalam tenggelamnya


Ibu

Kau yang tersayang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKAR Edisi Juni 2025 | Kamu Cukup, Selalu karya Aura Alfisyahrani

PROFIL

SEKAR Edisi April 2025 | Yang Tak Sempat Menjadi karya Donabella Shefa Aulia