RUANG ULAS EDISI BULAI MEI – BUKU FANTASI

Novel A Place Called Perfect karya Helena Duggan

Oleh Saffanah Salsabila Syaikhani

    Saffanah, mahasiswa Universitas Jember sekaligus anggota Sahbat Perpustakaan 2025 menuliskan ulasan mengenai novel A Place Called Perfect karya Helena Duggan. Novel bertema adventure yang terbit tahun 2020 ini, seluruh aspeknya menarik untuk diulas, termasuk pimilihan judul, tokoh dalam cerita, konflik, latar, amanat—seluruhnya menarik.

    Novel ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Violet, sebagai pemeran utamanya. Diceritakan bahwa ia baru saja datang dan tinggal ke kota Pefect. Persis seperti namanya, kondisi kota tersebut nampak sempurna. Sayangnya, kesempurnaan itu hanya dapat dilihat melalui kacamata istimewa. Diselidiki, ternyata seluruh masyarakat mengalami kebutaan setelah pindah ke kota tersebut. Keanehan tersebut menyebabkan perasaan ganjil bagi Violet, hingga ia merasa tidak suka dengan kota Perfect. HIngga suatu hari, ibunya bertingkah aneh dan ayahnya menghilang. Violet menduga ini adalah ulah dari Archer beraudara—keluarga yang sangat mendambakan kesempurrnaan. Violet akhirnya menyelidiki kebenarannya bersama dengan seorang laki-laki bernama Boy. Dari sini konflik dimulai. Violet dan Boy menemukan fatka mengejutkan mengenai kota tersebut yang juga berhubungan dengan Violet, orang tuanya dan dua bersaudara yang dicurigainya.

    Buku ini menyuguhkan plot yang menarik dan unik. Penggambaran latar tempat dunia baru yang spesifik terbagi menjadi dua perspektif berbeda dari dua kacamata berbeda. Karakter Violet dan Boy dikemas dengan apik, Violet sebagai gadis keras kepala, berani dan tangguh, sedangkan Boy yang tenang dan penuh strategi, menjadikan keduanya partner sempurna. Novel ini memili amanat yang mendalam, memberi pesan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, kesempurnan hanyalah impian yang hanya bisa diwujudkan dalam imajinasi. Setiap kelebihan pasti ada kekurangan, keseimbangan itu adalah kesempurnaan yang sesungguhnya. Jangan takut akan kekuranga karena kekurangan yag membuat kita merasa sempurna.


Novel Mushoku Tensei karya Rifujin Na Maganote

Oleh Mahmud Alfan H. S.

    Alfan, peserta umum yang hadir dan memperkenalkan novel Mushoku Tensei (Jobless Reincarnation) kepada peserta RUAS bulan Mei. Light Novel karya Rifujin Na Magonote bertema Isekai yang terbit tahun 2014 tersebut sangat menarik untuk diulas. Terutama aspek judul, tata bahasa, susut panfang, dan amanatnya.

    Novel ini, sejak awal memberi penggambaran karakter utama yang berada pada titik paling rendah dan menjijikkan sebagai manusia, penggambaran detail latar berfokus pada bagaimana karakter utama memandang dunia. Berawal dari trauma mendalam saat mengalami perundungan yang sadis dan memalukan, menjadikannya seorang hakikomori–seorang yang mengisolasi diri dari masyarakat. Penyesalan demi penyesalam dijelaskan dalam prolog, memaksa pembaca untuk ikut terbawa dan melakukan inropeksi diri. Hingga akhirnya karakter utama menemui kematian, dan kisahnya berlanjut pada kehidupan selanjut, dimana ia mendapat kesempatan keduanya.

    Terlahir di sebuah keluarga mantan petualang, ia cukup beruntung hidup serba berkecukupan dan merasa aman. Akumulasi pengalaman dan pengetahuan yang didapatnya pada kehidupan sebelumnya membentuk karakternya. Cara berpikirnya menjadi sistematis dan cepat dalam memahami konsep. Bahkan diceritakan. Pada kehiudupannya kini ia telah belajar dan mampu menguasai konsep dasar penggunaan sihir sejak usia belia. Novel ini berhasil memberi penggambaran dunia dari sudut pandang baru. Penggambaran detail latar dan emosi, mengajak pembaca ikut merasakan perasaan karakter utama dan ikut membopong perasaan terpuruk yang dialami tokoh. Sayangnya, terdapat kekurangan yang memberi sedikit rasa tidak nyaman ketika membaca novel ini, yaitu sudut pandang adegan explisit dewasa. Secara kesuluruhan, novel ini mampu menunjukkan bagaimana dunia dapat menjadi neraka bagi sebagian orang, dan menuntun pembaca untuk intropeksi diri.


Novel Kita pergi Hari Ini karya Ziggy

Oleh Nasya Falasarika

    Nasya Falasarika merupakan mahasiswa aktif Universitas Jember yang saat ini menjadi bagian dari Sahabat Perpustakaan 2025. Nasya menuliskan ulasan Novel yang berjudul  Kita pergi Hari Ini karya Ziggy. Melalui konflik, latar sudut pandang dan plot yang dibawakan dengan sangat apik oleh penulis, novel bertema keluarga dan berpetualangan ini berhasil menarik perhatian Nasya.

    Novel ini menceritakan tentang sekelompok anak kecil, yaitu Mi, Ma, Mo, dan Fifi yang berpetualngan bersama Nona Gigi. Petualangan mereka mengunjungi tempat-tempat yang biasa didatangi anak kecil dalam imajinasinya. Kolobel Jagung sendu dan kota terapung kucing luar biasa yang di dalamnya berisi kucing-kucing luar biasa beraktivitas layaknya manusia. Ketika membaca novel ini, banyak tantangan seperti dalam beberapa paragraf yang sulit dimengerti, namun pada akhir cerita paham kenapa novel ini bisa begitu populer.


Cerpen The Old Nurse’s Story karya Elizabeth Gaskell

Oleh Hosnil Khotimah

    Imah, mahasiswa Unej sekaligus anggota Sahabat Perpustakaan, menuliskan ulasan mengenai ghotic short story The Old Nurse’s Story karya Elizabeth Gaskell. Ceirita pendek klasik yang terbit tahun 1852 ini masih tetap menarik diulas hingga saat ini. Terutama aspek tata bahasa dan  sudut pandangnya.

    Gothic short story sangat populer pada masanya. Ghotic sebagai tema yang muncul untuk merespon the age of reasons. Buku ini bercerita tentang hidup Rodamond dari sudut pandang Nurse (Hester). Diceritakan bahwa Rosamond tidak memiliki orang tua sehingga dibawa oleh orang lain menuju Furnivall Manor House, disanalah ia mengalami kejadian tak terduga yang bersinggungan dengan makhluk tak kasat mata. Rumah yang ditinggalinya adalah rumah berhantu. Cerita berlanjut dari sudut pandngnya, hingga dengan jelas diceritakan kisah penyebab rumah itu berhantu—buntut dari konflik keluarga yang sempat tinggal disana.

    Cerita ini ditulis dalam bahasa Inggris, dapat dijadikan bahan bacaan bagi yang ingin belajar bahasa inggris karna kosakata yang digunakan tidak terlalu sulit. Sembari belajar sekaligus menikmati kisah epik yang memacu adrenalin. Pesan dari kisah ini cukup mendalam, what’s done in youth can never be undone in age. Selain itu, bila ditelaah lebih mendalam, dapat memberi sudut pandang lain. Bahkan bisa saja memunculkan pendapat bahwa the antagonist is not the antagonist.

 

Novel Le Petit Prince karya Antoine De Saint-Exupéry

Oleh layli Alifiah Syamsiandari

    Layli Alifiah Syamsiandari merupakan mahasiswa aktif Universitas Jember yang saat ini menjadi bagian dari Sahabat Perpustakaan 2025. Layli menuliskan ulasan megenai novel berjudul Le Petit Prince karya Antoine De Saint-Exupéry yang terbit pada tahun 2011. Novel ini bertemakan fantasi, cinta dan persahabatan. Judul, sudut pandang dan latar dari novel le petit prince berhasil menarik perhatian Layli untuk mengulasnya.

    Buku ini berceritakan tentang sebuah perjalanan pangeran cilik yang menjelajahi berbagai planet. Dalam misi ini, pangeran cilik tidak sendirian. dia dibersamai oleh salah satu penghuni planet tersebut. Terkadang orang ini menunjukkan sikap yang tidak dimengerti oleh pangeran cilik. Selama berpetualang mengelilingi berbagai planet, pangeran cilik memandang tempat-tempat yang disinggahinya itu dengan pandangan naif dan lugu. Melalui percakapan antara pangeran cilik dengan penghuni planet, dapat dilihat bahwa novel ini menyampaikan pesan filosofis tentang kehidupan, cinta, dan makna keberadaan manusia.

 

Novel Paradigma karya Syahid Muhammad

Oleh Verghinastia

    Verghinastia merupakan mahasiswa aktif Universitas Jember jurusan Ilmu Hukum. Verghinastia menuliskan ulasan mengenai Novel Paradigma karya Syahid Muhammad. Novel yang terbit pada tahun 2018 ini berhasil menarik perhatian Verghinastia melalui plotnya yang dikemas dengan apik.

    Paradigma karya Syahid Muhammad mengisahkan perjalanan Rana, seorang seniman  dengan kepribadian ganda yang diidapnya akibat trauma masa kecil. Di tengah konflik batin serta hubungan yang rumit dengan Anya dan Ola, ia berusaha memahami dirinya sendiri. Novel ini menggambarkan stigma sosial terhadap kesehatan mental serta pentingnya dukungan dan penerimaan diri.

 

Cerpen Penyihir dan Burung Bulbul -Anisti Riandanny

Oleh Siti Aprilia Mudmainah

    Inah, mahasiswa Hukum Unej, menuliskan ulasan mengenai cerita pendek asal Jerman, yaitu Penyihir dan Burung Bulbul. Cerita pendek terjemahan Anisti Riandanny bertema perjungan ini memiliki konflik dan amanat yang menarik untuk diulas.

    Cerpen ini mengisahkan sang penyihir yang tiggal di kastil yang terdapat di hutan. Sang penyihir mampu melakukan kamuflase, misalnya pada siang hari ia mengubah dirinya menjadi seekor burung hantu dan membuat suara-suara indah untuk menarik mangsa. Mangsanya bisa siapa saja. Suatu ketika, sepasang muda sedang berpetualang di hutan, sang gadis cantik dan pria tunangannya. Mereka berjalan menyusuri hutan, hingga mendekati kastil. Semesta berusaha memperingati agar keduanya tak mendekati kastil, namun suara indah tiruan penyihir menuntun mereka untuk mendekat. Hingga sang penyihir dapat melihat keduanya dengan jelas berdiri di depan kastil. Kecantikan sang gadis menjadi incarannya. Hingga tak menunggu lama, menggunakan sihirnya, ia merubah gadis itu menjadi burung bulbul sedangkan sang pria dibuat kaku tak berdaya. Penyihir hanya menargetkan sang gadis, sehingga ia memulihkan sang pria dan mengusirnya. Cerita dilanjutkan dengan usaha keras pria tersebut dalam upaya membebaskan sang tunangan yang telah berwujud burung bulbul. Hingga suatu hari ia mendapat petunjuk lewat mimpinya, bahwa ada sebuah bunga yang mampu menjadi senjata ampuh melawan penyihir. Berbekal itu, sang pria berupaya masuk dalam kastil dan menemukan fakta bahwa perempuannya bukan satu-satunya korban, ada puluhan burung bulbul yang merupakan kutukan dari sang penyihir.

    Cerita pendek ini memiliki kisah yang sederhana, karena diciptakan sebagai cerita anak-anak. Meski begitu, amanat yang disampaikan juga relevan bagi pembaca dewasa. Seperti karya sastra lain, berbagai cerita dapat menciptakan makna yang berbeda tergantung pembacanya. Cerpen ini dapat memberikan pesan yang beragam apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Selain itu, kekurangan dari cerpen ini adalah bagamana sebagian ceritanya tidak dibahas secara utuh, sehingga dapat membingungkan pembaca.

 

Ephemeral karya Pinkish Delight

Oleh Dea Pramudita A.

    Dea Pramudita A. merupakan mahasiswa aktif Universitas Jember yang saat ini menjadi bagian dari Sahabat Perpustakaan 2025. Dea menuliskan ulasan mengenai novel fantasi berjudul Ephemeral karya Pinkish Delight. Novel yang terbit pada tahun 2020 ini, menarik perhatian Dea melalui tokoh, tata bahasa, plot serta amanat yang terdapat di dalamnya.

    Novel ini mengisahkan seorang pemuda bernama Ten yang merasa hidupnya sudah berakhir, bertemu dengan Ilsam, seorang gadis aneh yang mencegahnya mengakhiri hidup. Semenjak kedatang Ilsam, banyak kejadian aneh yang Ten alami. Meskipun terhitung hanya satu bulan mengenal Ilsam, Ten mendapat banyak pelajaran hidup dan memutuskan untuk melanjutkan hidupnya. Dari kisah Ten dapat kita diambil pelajaran bahwa hidup bagaikan membaca buku yang harus diselesaikan dan bahagia adalah cara balas dendam terbaik. Kematian bukan hanya mengakhiri rasa sakit, tetapi juga kebahagiaan.

 

Novel Ratu Callista Sang Panglima Laskar Onyx karya Vinca Callista

Oleh Rabitha Ainur Rohima

    Rabitha Ainur Rohima merupakan mahasiswa aktif Universitas Jember yang saat ini menjadi bagian dari Sahabat Perpustakaan 2025. Rabitha menuliskan ulasan Novel Ratu Callista Sang Panglima Laskar Onyx karya Vinca Callista. Melalui tokoh, konflik, latar sudut pandang dan plot yang dibawakan dengan sangat apik oleh penulis, novel bertema adventure ini berhasil menarik perhatian Rabitha.

    Novel Ratu Callista Sang Panglima Laskar Onyx ini berpusat pada Callista, seorang gadis yang sedang melakukan study tour. Karena suatu kesalahpahaman, di sana Callista tiba-tiba terlempar ke dunia fantasi bernama Negeri Caya Cendayam. Di sana, Callista berpetualang asik mulai dari bertemu dengan manusia mungil hingga megalahkan penyihir jahat. Setelah mnegalahkan penyihir, Callista harus kembali ke dunia asal tempat dia tinggal. Callista tidak rela. Namun, mau tidak mau Callista harus tetap kembali. Dari novel Ratu Callista Sang Panglima Laskar Onyx, Rabitha menyukai plot dan konflik yang dikemas dengan asik dan menarik. Namun, aspek lain dalam novel ini overall sangat bagus.

 

Novel Ababil dan Tiga Kitab Iblis karya Irfan Wijaya

Oleh Doni Wira Prakasa Putra Kesuma

    Doni Wira Prakasa Putra Kesuma merupakan mahasiswa aktif Universitas Jember. Doni Wira Prakasa Putra Kesuma menuliskan ulasan Novel yang berjudul Ababil dan Tiga Kitab Iblis karya Irfan Wijaya. Melalui tokoh, konflik, konflik, amanat, latar, dan plot yang dibawakan dengan sangat apik oleh penulis, novel bertema religi dan fantasi ini berhasil menarik perhatian Doni Wira Prakasa Putra Kesuma.

    Novel ini membawakan unsur religi yang sangat akrab di kalangan masyarakat Indonesia, tetapi di bumbui dengan elemen-elemen fantasi sepanjang cerita. Konflik yang disuguhkan berfokus pada Laskar Ababil sebuah kelompok yang berkuasa mengamankan tiga kitab iblis dari kelompok mistrius penyembah iblis. Cerita berfokus pada upaya Bintang sang tokoh utama  yang tidak sengaja terseret dalam konflik untuk ikut membantu Laskar Ababil dalam mengamankan ketiga kitab iblis yang ada. Yang membuat novel ini populer karena cerita yang menggabungkan unsur fantasi dengan religi yang sudah akrab dengan masyarakat Indonesia.

 

Novel Binar Rembulan Karya Arrinda Sell

Oleh Istahsanah Zulfa Kamilah

    Istahsanah Zulfa Kamilah merupakan mahasiswa aktif Universitas Jember yang saat ini menjadi bagian dari Sahabat Perpustakaan 2025. Zulfa menuliskan ulasan Novel yang berjudul  Binar Rembulan Karya Arrinda Sell. Melalui tokoh, konflik, plot, dan amanat yang dibawakan dengan sangat apik oleh penulis, novel fantasi ini berhasil menarik perhatian Zulfa.

    Novel ini menceritakan seorang gadis yang biasa memiliki beban hidup lantaran memiliki ayah yang temperamental. Tokoh dalam novel bernama Bulan, berawal dari kesalahn kecil hungga ayahnya memberikan beban luka. Saat Bulan membuka mata, terjadi hal aneh padanya, entah lelucom macam apa yang mempermainkannya, alih-alih di rumah sakit, jiawanya berlari entah kemana ke sebuah cerita online yang baru saja ia baca. Bulan menjadi seorang tokoh fuguran dalam ceritanya, karena tidak ingin merubah cerita agar tidak melenceng, Bulan harus berperan dalam cerita sebagai tokoh figuran. Novel ini memberikan gambaran hidup seseorang, perjuangan hidup harus diperjuangkan apapun yang terjadi. Hubungan yang rumit terjadi pada antar tokoh membuat rasa penasaran pembaca mengenai isi cerita di dalam ya.

 

Novel Harry Potter dan Batu Bertuan karya JK. Rowling

Oleh Anggun Diva Fitriah

    Anggun Diva Fitriah merupakan mahasiswa aktif Universitas Jember yang saat ini menjadi bagian dari Sahabat Perpustakaan 2025. Anggun menuliskan ulasan Novel yang berjudul  Harry Potter dan Batu Bertuan karya JK. Rowling. Melalui judul, tata bahasa, tokoh, konflik, plot, latar, dan amanat yang dibawakan dengan sangat apik oleh penulis, novel fantasi ini berhasil menarik perhatian Anggun Diva Fitriah.

    Novel ini mencerikan seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama keluarga Dusley yang tidak menyayanginya. Pada ulang tahunnya yang ke 11, Harry mendapat kabar mengejutkan bahwa dia adalah penyihr yang diterima di Hogwarts. Harry bertemu dengan Ron, Hemione, dan berbagai petualngan seni. Selama tahun pertama di Hogwart, Harry mengetahui tentang batu bertuan, sebuah benda sihir yang sangat kuat dan berharga, jika jatuh ke tangan yang sudah bersama teman-temannya, Harry menggagalkan rencana jahat yang ingin mencuri batu tersebut demi tujuan gelap. Melalui keberanian dan persahabatan dalam menghadapi tantangan itu.

 

Komik The Male Lead’s Little Lion Daughter karya Latine dan Ttona

Oleh Aura Alfisyahrani

    Aura Alfisyahrani merupakan mahasiswa aktif Universitas Jember yang saat ini menjadi bagian dari Sahabat Perpustakaan 2025. Aura menuliskan ulasan Komik yang berjudul The Male Lead’s Little Lion Daughter karya Latine dan Ttona. Melalui judul,  tokoh, konflik, latar, dan yang dibawakan dengan sangat apik oleh penulis, novel fantasi ini berhasil menarik perhatian Aura.

    Komik ini menceritakan seorang mahasiswi korea yang beremkarnasi ke dunia fantasi dengan menjadi anak kecil tanpa asal usul kelahiran . Pada awalnya ia berada di panti asuhan yang tidak layak, karena kepala panti suka menjual anak dan menggelapkan uang bantuan kemudian la kemudian menjadi liar atau tidak menuruti perintah dari kepala sekolah yang mengakibatkannya sering mendapatkan aniaya atau dikurung hingga suatu hari seorang Duke mengunjungi panti untuk mencari anak asuh. kesempatan itu tidak di sia-siakan karena ternyata la sadar bahwa saat ini berada di dunia novel yang pernah la baca. Sehingga mulai Saat itu, banyak plot yang dituangkan oleh author.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKAR Edisi Juni 2025 | Kamu Cukup, Selalu karya Aura Alfisyahrani

PROFIL

SEKAR Edisi April 2025 | Yang Tak Sempat Menjadi karya Donabella Shefa Aulia