SEKAR Edisi Mei 2025 | Di Ujung Sunyi, Ada Nama-Mu karya Nur Cahyono
Di Ujung Sunyi, Ada Nama-Mu
Karya Nur Cahyono
Di ujung sunyi yang tak lagi berkata,
kulihat cahaya menjelma aksara
tak bersuara, namun menggema
dalam dada yang hampa akan makna.
Engkau, wahai Kekasih tanpa rupa,
menyentuh jiwaku tanpa jeda.
Lewat desir angin yang menyapa,
lewat senyap yang justru bersuara.
Langit pun tunduk dalam biru
membaca ayat-ayat waktu,
sementara aku pecahan debu
mengemis arti di bawah restu-Mu.
Tak pernah aku tahu bentuk-Mu,
namun di detak nadi, Kau selalu ada.
Kau yang diam, namun Maha Mendengar,
Kau yang jauh, namun lebih dekat dari doa.
Apakah doa adalah jalan pulang?
Atau tangis yang diam-diam Kau rangkul?
Tiap luka yang kusembunyikan
ternyata Engkau sudah lebih dulu peluk.
Di balik gelap yang kuragukan,
Engkau tetap berdiri dalam terang.
Tak butuh bukti, tak perlu alasan
hanya hati yang ingin pulang.
Komentar
Posting Komentar