Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

SEKAR Edisi Juni 2025 | Angan atau Akan? karya Kholifatun Nisa'

  Angan atau Akan? Karya Kholifatun Nisa' Terkadang dalam sunyi banyak angin menerka Semua orang berhak mempunyai angan bukan? Hela nafas bahkan pikiran diselimuti oleh angan   Namun di sudut hati, ada bisikan merayu Suara cemas bergaung, tak ada hentinya "Bagaimana jika?", "Andai tak mampu?"   Pikiran berkelindan, mengunci diri Tangan terbuka, menyambut peluang Mata awas menatap, tiap rintangan   Bukan takut jatuh, bukan pula bimbang Tapi bangkit lagi, dengan semangat juang Angan itu, ada di genggaman   Bukan takdir semata, tapi sebuah pilihan Bangunlah kini, raihlah angan Dengan tekad membaja, dan keyakinan

SEKAR Edisi Juni 2025 | Kelopak Yang Tak Sempat Mekar karya Navira Monica Sari

  Kelopak Yang Tak Sempat Mekar Karya Navira Monica Sari Sinopsis Allice diam-diam mengidap Hanahaki, penyakit yang membuatnya memuntahkan kelopak bunga karena cinta tak terbalas pada sahabatnya, Arka. Meski tahu cintanya takkan pernah dibalas, ia memilih menyimpannya dalam diam, meski tubuhnya semakin lemah. Ketika akhirnya ia mengungkapkan segalanya, Arka tak bisa menjanjikan apa pun selain simpati. Allice pun pergi selamanya, meninggalkan dunia dengan ladang Camellia di dadanya dan cinta yang tak sempat mekar. Karya Lengkap Musim semi datang dengan pelan, seolah enggan menyentuh terlalu cepat luka-luka yang belum sembuh dari musim sebelumnya. Di sudut bangku ketiga, tepat di bawah jendela yang menghadap taman belakang sekolah, Allice duduk diam, memeluk udara yang semakin lembut tapi tak cukup hangat untuk menghapus getir di dadanya. Hening bukan hal baru baginya, tapi sejak sebulan terakhir, hening menjadi satu-satunya ruang di mana ia merasa aman. Suara teman-teman yang riuh...

SEKAR Edisi Juni 2025 | Katanya Katanya karya Rabithah Ainur Rohima

Katanya Katanya Karya Rabithah Ainur Rohima katanya, malas bekerja anak mudanya, dijanjikannya banyak lapangan kerja, tapi nyatanya, tak ditepati olehnya   katanya, akan membantu pendidikan indonesia, pendidikan gratis jadi janjinya, nyatanya? omong kosong itu semuanya   katanya, katanya, akan dibuktikan kelayakannya, tapi, lagi lagi omong kosong belaka   kini semuanya sudah sirna, kepercayaan kami sudah musnah segalanya semuanya sudah tidak bersisa   tolonglah! buktikan buktikan segala janji manis yang engkau punya, jangan sampai ibu pertiwi porak poranda!

SEKAR Edisi Juni 2025 | Di Balik Lembar karya Septiana Dwi Nurrohmah

Di Balik Lembar Karya Septiana Dwi Nurrohmah Dibalik lembar, ada aku Yang nggak pernah puas jadi "cukup" Yang bangun pagi bukan cuma karena alarm Tapi karena mimpi yang belum rampung   Dibalik lembar, ada tekad Yang ditulis dengan mata lelah dan kopi dingin Tapi tetap utuh Tetap jalan meski pelan, asal jangan berhenti   Ini bukan soal siapa cepat, siapa duluan Tapi soal siapa yang tahan Yang tahu jatuh itu wajar Tapi bangkit itu harga mati Dibalik lembar, kutaruh semua Keringat, tangis yang diam-diam, dan semangat yang kadang orang remehkan Tapi aku tahu, ini jalan yang kupilih Dan aku bakal terus maju, Bukan untuk dilihat, tapi untuk jadi versi terbaik dari diri sendiri   Lembar ini bukan akhir Tapi bukti: Bahwa aku nggak pernah main-main Kalau soal mimpi.

SEKAR Edisi Juni 2025 | Kamu Cukup, Selalu karya Aura Alfisyahrani

Kamu Cukup, Selalu Karya Aura Alfisyahrani Sinopsis Ketika Bulan terbangun dalam tubuh Luna, ia menyadari satu kebenaran mengerikan. Kematiannya bukanlah akhir. Justru, itu adalah awal dari sebuah permainan takdir yang jauh lebih kejam— di mana pria yang ia kira mengkhianatinya ternyata mencintainya lebih dalam dari yang ia sangka. Tapi sekarang, dalam tubuh orang lain, bisakah ia menyelamatkan hubungan mereka... atau justru menghancurkannya   selamanya?. Karya Lengkap Kain tenun berwarna orange keemasan berlabuh indah di matanya. Warna yang selalu dirindukan, warna yang selalu menempati posisi teratas di hatinya. Digenggamnya salah satu sudut kaos oblong miliknya, kedua matanya terpejam hebat, sekian lama menggertakkan giginya — membuat suara yang memekikkan telinga. Jantungnya berdentang keras, pembuluh darahnya hampir saja mencuat keluar dari pangkal lehernya. Hingga sedetik kemudian, angin menghembus dan menerbangkan topi baseball nya. Kegaduhannya terputus, dengan refle...

SEKAR Edisi Juni 2025 | Ayla dan Dunia Mimpi karya Siti Aprilia Mudmainah

Ayla dan Dunia Mimpi Karya Siti Aprilia Mudmainah Sinopsis Apa jadinya jika mimpi bukan sekadar bunga tidur, tapi pintu menuju dunia yang perlahan-lahan menghilang? Ayla, seorang gadis berusia tujuh belas tahun dengan mata seperti sisa mimpi panjang, selalu bangun dengan jejak mimpi yang nyata, seperti pasir di kaki, bulu emas di tangan, dan langit ungu di ingatannya. Dunia menyebutnya aneh. Tapi sang nenek, Lyra, menyebutnya “penjaga pintu jiwa.” Suatu malam, Ayla terhisap ke dalam Somnaria, negeri tempat semua mimpi bermuara. Namun, negeri indah itu sedang sekarat. Bayang Tidur telah bangkit, mengubah mimpi menjadi mimpi buruk dan menyerap harapan dari dunia nyata. Ditemani Lumo, makhluk cahaya yang bicara seperti lonceng angin, Ayla harus menyeberangi Hutan Lupa yang memakan kenangan, bernyanyi di atas Sungai Terbalik, dan menjawab teka-teki di Gerbang Mimpi Buruk. Ia bertemu Kuda Bayangan yang lupa cara tidur, Ratu yang menyimpan waktu dalam botol, dan penjaga mimpi yang bica...

SEKAR Edisi Juni 2025 | Rumah Kosong di Ujung Jalan karya Anggun Diva Fitrah

Rumah Kosong di Ujung Jalan Karya Anggun Diva Fitrah Sinopsis Ketika Raya mewarisi rumah tua di kota kecil yang tak pernah kering dari hujan, ia hanya ingin satu hal: tenang. Tapi rumah itu punya ingatan. Dan kesunyian yang tinggal di dalamnya bukan kesunyian biasa. Suara-suara mulai terdengar dari arah cermin. Bisikan lirih yang seolah tahu namanya. Malam demi malam, bayangan pria asing muncul dalam pantulan mata seteduh kabut, senyum serupa kenangan. Ia menyebut dirinya Elaric. Namun semakin sering mereka berbicara, semakin kabur batas antara kenyataan dan sesuatu yang lain. Dan ketika satu kalimat terlarang terucap dari bibir Raya, rumah itu membuka dirinya perlahan, gelap, dan tak bisa ditutup kembali. Terjebak di dunia pantulan, Raya harus menghadapi teka-teki yang lebih tua dari sejarah rumah itu sendiri. Cermin-cermin yang berbisik. Dan jejak ibunya yang pernah hilang, kini muncul kembali dengan cara yang tak bisa dijelaskan. Tapi setiap jawaban punya harga. Dan tidak semua ...