Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

SEKAR Edisi Juli 2025 | Fructured Bond karya Kuni Tauriyatan

  Fructured Bond Karya Kuni Tauriyatan Sinopsis In the shadows beneath Hogwarts, Evelyne Elowen finds a forgotten spell that consumed guilt and silence. She was sent to observe. Instead, she steps into it, because some forms of magic don’t bind to power, but to pain. And some bonds hold simply because no one else does.  Karya Lengkap The Room of Requirement did not open for everyone. And when it did, it never looked the same twice. Tonight, it looked like regret. The ceiling stretched far above, shadowed and endless, lit only by faint runes that flickered across the ancient floor — a circle pulsing slowly, like breath barely held. The magic felt older than the castle itself, quieter than grief. Evelyne Elowen hadn’t come looking for it. But something had pulled her here anyway. The room had shaped itself around someone else's need. And that someone stood in the center of the circle. Draco Malfoy. He didn’t flinch when she entered. He only turned, slow and tired, as if he’d exp...

SEKAR Edisi Juli 2025 | Topeng yang Diam karya Wulan Puspitasari

  Topeng yang Diam Karya Wulan Puspitasari Lelah, memakai topeng Seperti burung yang terbang dengan sayap yang rapuh Banyak orang mengenal sebagai manusia yang ceria Manusia yang selalu bilang “iya” Why? Entah ada sesuatu dalam manusia ini  Yang tak bisa terungkapkan  Hati yang selalu terusik  Seperti daun yang digoyang angin badai Berusaha untuk tenang, selalu gagal Selalu membayangkan apa yang manusia lain ucap Entah sampai kapan,  Selalu memberi ruang ikhlas dan maaf  Dan  Terkadang berekspektasi untuk mulai bilang “tidak” That’s really hard for me Manusia yang selalu kehabisan energi  Saat bertemu pulau manusia Selalu terpikir,  “gimana biar bisa dipandang manusia lain?” “gimana biar bisa dihargai manusia lain” Arghhh, otak manusia ini yang selalu berisik Banyak hal yang membuat sedih’bingung’mati rasa Menyendiri adalah waktu yang tepat untuk menyadari Kehidupan yang menurut manusia ini baik, Oh no, that’s wrong Tidak semua manusia mampu...

SEKAR Edisi Juli 2025 | Mati Sebagai Pahlawan atau Hidup Sebagai Penghianat? karya Denis Eka Prasetyo

  Mati Sebagai Pahlawan atau Hidup Sebagai Penghianat? Karya Denis Eka Prasetyo "You either die a hero or live long enough to see yourself become the villain." Renungan panjang ini muncul pertama kali ketika mendengarkan kalimat itu pada 2017. Sejak saat itu, kalimat itu tak pernah benar-benar pergi. Ia tinggal di sudut kepala, berbisik pelan di tengah malam yang sunyi. "Benarkah hidup lebih lama membuat kita lupa akan cara bermanusia?" Mungkin bukan lupa, melainkan perlahan kehilangan rasa. Seperti air hujan yang terus menetes ke batu, tanpa kita sadari, hati pun mulai  terkikis. Bukan karena kita ingin menjadi jahat, tapi karena dunia tak selalu memberi ruang bagi mereka yang tetap ingin baik. Di awal hidup, kita menggenggam nilai dengan erat. Kejujuran, kasih sayang, pengorbanan, semua itu tampak suci. Namun seiring waktu, realita mengganti idealisme dengan kompromi. Satu demi satu batas dilanggar, dan kita menyebutnya dewasa. Menjadi pahlawan ternyata bukan tent...

SEKAR Edisi Juli 2025 | Sebuah Pilihan karya Enida Martiana Sari

  Sebuah Pilihan Karya Enida Martiana Sari Sinopsis Ira, seorang perempuan yang menua dengan tenang dalam kesendirian. Berbeda dari pandangan umum bahwa tua tanpa pasangan adalah kutukan atau kegagalan, Ira menjalaninya sebagai pilihan sadar untuk hidup jujur dan tidak tergesa membuktikan apapun pada dunia. Di rumah kecilnya yang dipenuhi buku dan senyap yang damai, Ira menjalani hari-harinya dengan rutin namun penuh makna. Karya Lengkap Di ujung jalan yang jarang dilalui kendaraan, berdiri sebuah rumah kecil berpagar kayu. Cat putihnya mulai pudar, tapi taman kecil di depannya selalu tampak hidup. Bunga-bunga mekar sederhana, dan rerumputan tumbuh rapi seperti tahu betul batas tempatnya. Di dalam rumah itulah Ira tinggal sendiri. Ira telah melewati banyak musim dalam hidupnya. Usianya kini menjelang tujuh puluh dua. Tubuhnya ringkih, tetapi masih kuat untuk menyiram bunga, menyeduh teh, atau membuka halaman demi halaman buku yang telah lusuh karena sering dibaca ulang. Ia tinggal ...

SEKAR Edisi Juli 2025 | Hari Hari Tanpa Hati karya Desy Aulia Faricha

  Hari Hari Tanpa Hati Karya Desy Aulia Faricha Setia menunggu pagi Meski sesak penuh dihati Harapan atas sebuah mimpi Akankah masih berarti? Kaki menopang serpihan mimpi Di depan cermin yang tak pernah mencaci maki Tapi memaksa tegap berdiri Menghadapi badai yang tiada henti Senyum menjadi topeng yang berarti Menjalani peran yang basi Hari-hari akan tetap hidup Tetapi tak punya hati

SEKAR Edisi Juli 2025 | Sindrom Kelabu karya Sausan Destiana Dewi Syafitri

Sindrom Kelabu Karya Sausan Destiana Dewi Syafitri Sinopsis Kehidupan sekolah Yurin berjalan dengan normal, sampai suatu ketika sekolahnya kedatangan guru sejarah baru, Sayaka Yukimura yang datang bersama sosok bayangan misterius menyerupai dirinya. Semua orang bisa melihat sosok itu, kecuali Yukimura- sensei sendiri. Ketakutan pun merajalela di kalangan murid dan guru, menciptakan suasana mencekam setiap pelajaran sejarah. Yurin mengira setelah Yukimura- sensei diberhentikan dengan hormat, maka semuanya selesai. Sayangnya, kisah menyeramkan itu sepertinya belum berakhir.  Karya Lengkap “Kalian melihatnya lagi?”  “Ya, bahkan tadi ikut menulis pada papan.”  Seluruh kelas heboh, anak perempuan dengan respons dramatis mereka, sedangkan anak laki-laki memilih untuk cuek dan diam. Sudah menjadi kebiasaan setelah pelajaran sejarah usai, kelas akan dipenuhi bisikan-bisikan bahkan teriakan ngeri akan apa yang sudah dilihat. Mungkin terkesan tidak masuk akal, tetapi inilah keny...

SEKAR Edisi Juli 2025 | Aku karya Zaskia Dwi Arefa

Aku Karya Zaskia Dwi Arefa Sampai bertemu nanti Aku yang akan melihatmu mati lalu hidup lagi Ditusuk, kau dihabisi Di hadapan api Kamu dan aku bertemu kembali Siapa yang suci? Bukan aku Kalau kamu intip isi kepalaku, Di sana aku telah membunuhmu Hidup-hidup Sayangnya aku tidak punya kuasa Aku bukan perwira Yang dengan mudah merenggut nyawa di dunia nyata Jadi semua hanya ada di kepala Fatamorgana Kubilang, aku bukan orang suci Di neraka itu, aku yang akan kamu temui Aku mau bersaksi Tak masalah aku juga dikuliti Asal kamu juga habis dilahap api Aku seorang saksi ‘Kan ku beri selamat atas dosa yang mungkin sekarang kamu tolak untuk akui Sampai bertemu nanti Di jalan yang sepi tanpa pengawalmu Tanpa kuasamu ‘Kan ku panggil namamu Pertama kalinya, kamu akan mendengar Aku.

SEKAR Edisi Juli 2025 | Dancing Bugs karya Farah Nabila Aina

Dancing Bugs Karya Farah Nabila Aina The bugs don’t ask why the wind blew, they just tumble, tiny and true. I tried to hold what can’t be caught— but they just dance, and I forgot I could, too. Let the storm come, let the sky forget my name, and I’ll still dance like the bugs do— because it’s enough to be small, to be free, to be.