SEKAR Edisi Juli 2025 | Topeng yang Diam karya Wulan Puspitasari

 Topeng yang Diam

Karya Wulan Puspitasari


Lelah, memakai topeng

Seperti burung yang terbang dengan sayap yang rapuh

Banyak orang mengenal sebagai manusia yang ceria

Manusia yang selalu bilang “iya”

Why? Entah ada sesuatu dalam manusia ini 

Yang tak bisa terungkapkan 


Hati yang selalu terusik 

Seperti daun yang digoyang angin badai

Berusaha untuk tenang, selalu gagal

Selalu membayangkan apa yang manusia lain ucap

Entah sampai kapan, 

Selalu memberi ruang ikhlas dan maaf 

Dan 

Terkadang berekspektasi untuk mulai bilang “tidak”

That’s really hard for me


Manusia yang selalu kehabisan energi 

Saat bertemu pulau manusia

Selalu terpikir, 

“gimana biar bisa dipandang manusia lain?”

“gimana biar bisa dihargai manusia lain”

Arghhh, otak manusia ini yang selalu berisik

Banyak hal yang membuat sedih’bingung’mati rasa

Menyendiri adalah waktu yang tepat untuk menyadari

Kehidupan yang menurut manusia ini baik,

Oh no, that’s wrong

Tidak semua manusia mampu memahami manusia lain


Pada akhirnya, manusia ini mulai membuka topeng,

Seperti bunga yang mekar di pagi hari,

Mulai merasakan untuk menjadi manusia yang ikhlas

Mulai mengutamakan manusia ini

Love yourself first before someone else

and

Setidaknya, Allah tahu manusia ini berusaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKAR Edisi Juni 2025 | Kamu Cukup, Selalu karya Aura Alfisyahrani

PROFIL

SEKAR Edisi Bulan Mei-Juni 2023 | Jalan yang Terang untuk yang Bertahan oleh Bella Najwa Muzdha