Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Sisa Harapan di Tengah Senja | Ratri Septia Vidiana Diari

Gambar
 Sisa Harapan di Tengah Senja Ratri Septia Vidia Diari   “Ah panas sekali!” “Masih belum ada yang laku.” Sambil mengusap wajahnya, Pak Jono membuka ciloknya yang masih belum terjual sama sekali. Hari mulai terik, matahari seperti di atas kepala. Pak Jono berkeliling dari perumahan satu ke yang lainnya. Tapi banyak pintu masuk yang ditutup. Kali ini perumahan ke empat, yang dilalui Pak Jono. Dengan mengayuh sepedanya Pak Jono percaya diri bahwa kali ini dia dibiarkan masuk ke perumahan untuk menjajakan ciloknya. “Maaf Pak pedagang dilarang masuk!” “Lho kenapa mas?” tanya Pak Jono. “Lingkungan di sini sedang melakukan pembatasan Pak, jadi hanya warga sini yang boleh memasuki kawasan perumahan”. “Saya hanya ingin berjualan mas, sedari tadi pagi cilok saya belum laku”. Kata Pak Jono menjelaskan. “Saya minta maaf Pak, ini sudah peraturan.” Begitulah penolakan yang diterima Pak Jono. Ia mulai putus asa, sedangkan hari sudah mulai beranjak sore. Kini hanya di jalan ...

Oerip Soemohardjo | Belkis Irbat

Gambar
 Oerip Soemohardjo Belkis Irbat   Muhammad Sidik merupakan nama kecil dari Oerip Soemohardjo yang lahir pada tanggal 22 Februari 1893 di Kelurahan Sindurejan, Kecamatan   Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Beliau anak sulung dari pasangan   Soemohardjo dan putri Raden Tumenggung Wijoyokusumo. Oerip Soemohardjo sendiri berasal dari keluarga bangsawan. Kakek dari ibunya merupakan bupati Trenggalek, sedangkan ayahnya seorang mantri guru yang mempunyai pekarangan luas. Sejak kecil, ia sudah mempunyai bakat menjadi pemimpin. Terbukti ia selalu melindungi teman-temannya ketika sedang bermain. Kedua orang tuanya menginginkan ia menjadi seorang pegawai negeri sipil atau bupati sama seperti kakeknya. Oleh sebab itu, ia di sekolahkan di Sekolah Dasar Belanda. Dalam menempuh pendidikannya, ia termasuk murid yang kurang pandai. Angka-angka pada rapornya banyak yang merah. Namun demikian, Oerip dapat menyelesaikan pendidikannya di OSVIA. Setelah lulus dar...

Covid dan Curhatan Semasa Pandemi | Adinda Salsabila Risanti

Gambar
 Covid dan Curhatan Semasa Pandemi Adinda Salsabila Risanti   Pandemi, covid-19, protokol kesehatan, lockdown , dan berbagai istilah lainnya yang sering bertebaran di televisi maupun di semua jejaring media sosial yang kumiliki. Satu tahun ini rasanya bagaikan surga dan neraka semenjak virus corona masuk ke Indonesia bulan Maret tahun lalu. Bagaimana tidak? Secara langsung, aku, sebagai salah satu mahasiswa di Universitas Jember juga harus merasakan dampak dari virus itu. Mulai dari kuliah daring, cabut kos, hingga menjadi mahasiswa pengangguran di rumah. Siapa yang tidak merindukan kegiatan di kampus berjalan normal seperti biasa? Surat Kebijakan Rektor yang awalnya hanya memberlakukan kuliah daring selama dua minggu, lama-kelamaan diperpanjang menjadi sebulan hingga berbulan-bulan. Dan sampai sekarang, kami, mahasiswa, masih menunggu kapan keadaan kembali seperti semula. Secara pribadi, aku sendiri cukup kesulitan dengan efek pandemi, terutama pembelajaran daring. Sela...

Korona | Erika Ananda Lestari

Gambar
 Korona Erika Ananda Lestari   "SIALAN!" Korona? Haha, aku tidak yakin itu ada. Bukannya apa, rekayasa ini terlihat sangat jelas. Memang benar rekayasa, rekayasa dari Tuhan pencipta alam semesta tepatnya. Bagaimana aku bisa percaya? Jika semua nya seolah mengada-ngada. Segala kegiatan mendadak dilakukan dari rumah. Namun, disatu sisi tempat liburan perlahan membuka. Para turis lokal pun dengan senang hati berlibur, bukannya sekolah libur? Itu yang dikatakan orang-orang, jika ada yang menyuruh mereka dirumah aja. Awalnya, aku mengira dirumah saja adalah sebuah jalan ninja. Terobosan menyenangkan dalam hidup. Setelah beberapa waktu lalu, selalu dikenai demam rumah, rindu rumah dan apalah itu. Rasanya, baru saja kemarin aku menangis di dalam kamar pondok pesantren. Dan sekarang, aku sudah bisa 24/7 berada dikamarku, melihat keluargaku. Aku bisa menyendiri di kamar dengan damai, tanpa perlu mendengar para rekan rekan menggibah di pelataran kamar, tanpa perlu lagi cari makan...