September
Karya Putri Tirta Lestari
Seringkali ku tatap
sesuatu tanpa chaitanya
Tak sedikit yang datang
untuk jadi wirasana
Di masa kelam menjadi
karunasankara
Karunasankara yang
terpaksa atas segalanya
Seorang yang tak pernah
aku bayangkan sebelumnya
Pertama kali kutatap
teduh bak manendra
Hadir sekejap berbagi
daya tanpa aba-aba
Menjadikanku lalita akan
hadirnya ragnala
Dipta terpancar terang
di wajahnya
Tak kalah dengan
indahnya sang loka
Teduh selayaknya
sadajiwa
Enggan sekali kulepas
genggamannya
Seseorang yang kini
kupunya raganya
Membuatku menunggu
terbitnya sang surya
Hari demi hari yang
diusahakannya
Tak terhitung dan ananta
Seringkali ia
memanggilku Tirta
Menyebalkan sekali
tingkah lakunya
Dimatanya seorang
perempuan yang pandai bicara
Tetapi, tak sadar bahwa
akulah memang ratunya
Hujan dan panas selalu
melanda
Tak kuasa aku menahan
tawa
Saat dijemput dimana aku
berada
Terbayang ia masih anak
SMA
Setiap doa selalu ku
selipkan namanya
Karena ia melibatkanku
disetiap langkah
Perempuan merah muda aku
dikenalnya
Tersipu malu saat
disampingnya
Langit biru yang selalu
ku pandang tingginya
Berharap aku untuk bisa
menggapainya
Pohon yang tumbuh dengan
hijaunya
Berharap air selalu
mengaliri akarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar