Jumat, 29 Mei 2026

SEKAR Edisi Mei 2026 | Belenggu Karya Muhammad Farrel Rayhan

Belenggu

Karya Muhammad Farrel Rayhan

Di kota-kota yang tak pernah tidur,
manusia menukar waktu dengan angka,
menggadaikan tenaga demi lembar-lembar,
yang nilainya berubah oleh suara di ruang tertutup.

Kertas yang katanya “bernilai”,
bukan lagi sekadar alat transaksi,
melainkan rantai halus,
yang melilit tanpa terasa.

Mereka menyebutnya sistem,
mesin besar yang dipoles kata “stabilitas”,
padahal di balik layar, ada tangan-tangan tak terlihat,
yang menggerakkan jarum seperti dalang memainkan wayangnya.

Hari ini harga dijatuhkan, besok pasar diangkat tinggi.
Rakyat dipaksa panik, lalu dipaksa berharap,
pada penyelamat yang sama,
yang sebelumnya menyalakan api.

Bank-bank menjulang seperti istana kaca,
sementara petani menghitung musim dengan cemas,
buruh menghitung sisa receh, dan anak-anak belajar,
bahwa mimpi pun harus dibayar cicilan.

Mereka mencetak ketakutan,
lebih cepat daripada mencetak uang,
Inflasi menjadi badai, resesi menjadi senjata,
dan berita disusun rapi agar dunia percaya:
semua ini adalah “takdir ekonomi”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROFIL

  TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...