Jumat, 29 Mei 2026

SEKAR Edisi Mei 2026 | Senyum yang Tak Sempat Jadi Rumah Karya Ulan Maulidyah Rohmaniyah

Senyum yang Tak Sempat Jadi Rumah

Karya Ulan Maulidya Rohmaniyah

Aku pernah belajar

bahwa senyum tak selalu berarti undangan,

kadang ia hanya sopan santun yang lembut,

sehangat pagi yang tak pernah berniat tinggal lama.


Aku membaca matamu terlalu jauh,

menafsir diam sebagai isyarat,

menganggap perhatian sebagai pintu,

padahal mungkin aku hanya singgah,

di tempat yang tak pernah menungguku.


Dan lucunya, 

hatiku tumbuh diam-diam,

di tanah yang bukan milikku,

menyiram harap,

pada sesuatu yang sejak awal,

tak pernah dimnta untuk hidup.


Kini aku tahu, 

tidak semua yang indah harus dimiliki,

tidak semua yang datang harus dipeluk,

dan tidak semua rasa,

harus dipaksa menjadi cerita.


Aku belajar melepaskan, 

tanpa harus membenci,

mengingat tanpa harus kembali,

dan mencinta,

tanpa selalu harus dimengerti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROFIL

  TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...