Dia Genggam Kata "Sementara" itu
Karya Denis Eka Prasetyo
Katanya sih,
yang paling pandai memperdaya manusia itu "harapan". Harapan bahwa
segala yang dicintainya tinggal lebih lama dari usianya. Padahal waktu pun tak
sudi mengikat janji ke siapapun.
15 - 08 - 2024,
waktu dimana manusia itu mulai percaya bahwa menggenggam adalah cara terbaik
untuk mencintai. Ia genggam tangan itu dengan lembut seolah takut kelak angin
akan menggoresnya. Ia mengumpulkan nama, harta, pujian, bahkan sesama manusia,
seolah-olah semuanya dapat disimpan hingga penghujung usia diatas namanya.
"Simpen
ini ya, barangkali kamu suka biru permata itu." ucap pemilik sejati tangan
itu ke manusia yang bahkan baru dikenalnya seumur tarikan nafas burung.
Mungkin ya,
dunia tak benar-benar meminta untuk dimiliki. Kita sendiri yang gemar menyebut
segalanya yang "sementara" sebagai "selamanya", Nemophila
dipojok kamarnya itu contohnya. Dia percaya benda itu bisa semerbak selamanya,
salah sendiri percaya.
Faktanya, bunga
biru itu dipaksa mekar dipojokan kamar kos yang pengap itu. Terlebih lagi
manusia itu menanam harapannya pada sesuatu yang rapuh, memujinya dengan
angkuh, lalu kecewa ketika ia runtuh. Namun, Manusia itu berharap bisa
menggenggam kata "sementara" itu agar jadi "selamanya"
Bunga kering
itu menjadi pengingatnya bahwa tak semua yang indah harus berakhir menjadi
milik. Ada yang cukup dipeluk sebentar, disyukuri sebagai pengalih gusar, lalu
dilepas dengan hati yang tegar. "Manusia itu ingin seseorang mengingatnya,
sekecil apa pun itu, Karena hidup artinya dikenal dan diingat oleh orang
lain." ~ Pria Satu Episode
Bionarasi :
Halooo,
Kerangka berisi daging dan jiwa itu bernama Denis. Namanya begitu besar di alam
mimpi hingga Tuhan menyanjung-nyanjungnya. Manusia ini sering tertidur lelap
jam 21.00 dan bangun tengah malam hanya untuk meneguk air putih dan tidur lagi.
Tiap harinya dipenuhi dengan perasaan denial terhadap gagasan “Aku berfikir
maka aku ada”, dengan dalih ingin menikmati dunianya tanpa berfikir untuk
sejenak saja. Suatu hari dia dituntut pergi ke negeri orang untuk mencari ilmu,
yaa sekarang sudah tahun ketiganya berada dinegeri tersebut dengan perasaan
yang hampir tidak berubah dari awal dia lahir, “pria bingung”. Ignya hanya satu
dan akan tetap satu @deniseka_73
Tidak ada komentar:
Posting Komentar