Selasa, 01 September 2026

SEKAR Edisi Agustus 2026 | Dia Genggam Kata "Sementara" itu Karya Denis Eka Prasetyo

 

Dia Genggam Kata "Sementara" itu

Karya Denis Eka Prasetyo

 

Katanya sih, yang paling pandai memperdaya manusia itu "harapan". Harapan bahwa segala yang dicintainya tinggal lebih lama dari usianya. Padahal waktu pun tak sudi mengikat janji ke siapapun.

15 - 08 - 2024, waktu dimana manusia itu mulai percaya bahwa menggenggam adalah cara terbaik untuk mencintai. Ia genggam tangan itu dengan lembut seolah takut kelak angin akan menggoresnya. Ia mengumpulkan nama, harta, pujian, bahkan sesama manusia, seolah-olah semuanya dapat disimpan hingga penghujung usia diatas namanya.

"Simpen ini ya, barangkali kamu suka biru permata itu." ucap pemilik sejati tangan itu ke manusia yang bahkan baru dikenalnya seumur tarikan nafas burung.

Mungkin ya, dunia tak benar-benar meminta untuk dimiliki. Kita sendiri yang gemar menyebut segalanya yang "sementara" sebagai "selamanya", Nemophila dipojok kamarnya itu contohnya. Dia percaya benda itu bisa semerbak selamanya, salah sendiri percaya.

Faktanya, bunga biru itu dipaksa mekar dipojokan kamar kos yang pengap itu. Terlebih lagi manusia itu menanam harapannya pada sesuatu yang rapuh, memujinya dengan angkuh, lalu kecewa ketika ia runtuh. Namun, Manusia itu berharap bisa menggenggam kata "sementara" itu agar jadi "selamanya"

Bunga kering itu menjadi pengingatnya bahwa tak semua yang indah harus berakhir menjadi milik. Ada yang cukup dipeluk sebentar, disyukuri sebagai pengalih gusar, lalu dilepas dengan hati yang tegar. "Manusia itu ingin seseorang mengingatnya, sekecil apa pun itu, Karena hidup artinya dikenal dan diingat oleh orang lain." ~ Pria Satu Episode

Bionarasi :

Halooo, Kerangka berisi daging dan jiwa itu bernama Denis. Namanya begitu besar di alam mimpi hingga Tuhan menyanjung-nyanjungnya. Manusia ini sering tertidur lelap jam 21.00 dan bangun tengah malam hanya untuk meneguk air putih dan tidur lagi. Tiap harinya dipenuhi dengan perasaan denial terhadap gagasan “Aku berfikir maka aku ada”, dengan dalih ingin menikmati dunianya tanpa berfikir untuk sejenak saja. Suatu hari dia dituntut pergi ke negeri orang untuk mencari ilmu, yaa sekarang sudah tahun ketiganya berada dinegeri tersebut dengan perasaan yang hampir tidak berubah dari awal dia lahir, “pria bingung”. Ignya hanya satu dan akan tetap satu @deniseka_73

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROFIL

  TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...