Mereka Menyebutnya Pembangunan
Karya Salma
Mereka
menyebutnya proyek pembangunan nasional,
Demi ketahanan
pangan dan transisi energi,
Padahal… di
balik alat berat berbaris,
Menggusur hutan
yang menjadi denyut kehidupan asli.
Ratusan ribu
hectare, ratusan populasi hilang digusur,
Dalam hitungan
tahun yang tak seberapa,
Hutan adat,
tanah adat, masyrakat adat menggantungkan hidup disana
Kehilangan
pangan, kehilangan ruang, kehilangan makna.
Konsesi
dibagikan hanya pada segelintir oligarki,
Yang kebetulan
dekat dengan lingkar kuasa,
Sedangkan
keuntungan mengalir hanya pada satu kantong saja,
Tak pernah
singgah pada masyarakat yang kehilangan tanahnya.
Ketika suara
tak lagi didengar,
Lewat karya,
lewat gugatan, lewat proses yang sah,
Jawabanya…
bukan dialog, melainkan pembungkaman, penculikan hingga kematian.
Paradoks pembangunan,
Atas nama
kepentingan bersama (oligarki),
Masyarakat adat
dan generasi mendatang
Menanggung
kerusakan yang tak lagi bisa dipulihkan.
Atas dasar pembangunan
Untuk siapa
sesungguhnya pembangunan ini diperuntukkan,
Dan siapa yang
berhak menanggung akibatnya?
Bionarasi
Halo!!
Perkenalkan, aku Shobrina Salma! Aku mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah
(PLS) - jurusan yang mungkin kedengarannya asing buat sebagian orang, tapi buat
aku ini seru banget karena belajar soal bagaimana pendidikan bisa menjangkau
siapa saja, nggak cuma lewat sekolah formal. Pendidikan itu nggak melulu soal
ruang kelas dan seragam, tapi soal gimana caranya ilmu bisa sampai ke siapa
aja, kapan aja, dan di mana aja. Kalau mau kenal lebih jauh atau sekadar
ngobrol, boleh banget mampir ke sosmed aku: Instagram: @imsalema_. Semoga apa
yang aku pelajari dan bagikan di sini bisa sedikit bermanfaat, dan aku juga
terus belajar buat berkembang ke depannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar