Kamis, 30 Juli 2026

SEKAR Edisi Juli 2026 | Begin Again? Karya Dila Dwi Septiana

Begin Again? 
Karya Dila Dwi Septiana

Hujan perlahan turun membasahi jalan-jalan yang ada di sekitar kafe, kendaraan yang melewati hujan melaju dengan cepat. Seorang gadis cantik duduk sendirian sambil menatap ke arah luar kafe dan memandangi hujan seolah-olah semesta tahu bahwa suasana hatinya sedang buruk. Kei duduk diam sendiri di dalam kafe sambil menggenggam secangkir coklat panas yang sudah ia pesan dari tadi tanpa mau menyentuhnya. Jemarinya memegang ponsel sambil terus menatapnya menunggu apakah ada balasan dari seseorang. Dua bulan yang lalu, ia baru saja putus dari hubungan yang menghancurkannya. Empat tahun bersama seseorang yang selalu menjadi rumah ia pulang, berkeluh kesah, dan menjadi bagian dari dirinya. Kini hubungan mereka harus berakhir karena masalah sepele yang membuatnya kandas yaitu LDR.

“Kita masing-masing aja, ya, aku capek sama hubungan ini, Kei.” 

Hanya itu, pesan yang disampaikan oleh mantannya. Empat tahun yang penuh kenangan berakhir dalam hitungan detik.

Sejak saat itu, akhirnya Kei menjadi orang yang sangat berbeda, ia berhenti terlalu berharap pada janji, berharap pada omongan orang dan berhenti untuk membuka hati lagi.

Sampai akhirnya ia bertemu Ethan. Mereka bertemu tanpa sengaja saat di parkiran kampus. Awalnya tidak sengaja saat Ethan membantu Kei mengeluarkan motornya yang terjebak. Mereka sama-sama satu fakultas namun beda prodi. Sejak saat itu mereka saling mengenal. Awalnya tidak ada yang istimewa, namun di balik awal pertemuan dan sering interaksi semua berbeda.

Iya, Ethan yang ia kenal secara tidak sengaja selalu berada di sekitar Kei.

Ia berbeda. 

Ia selalu ada.

Ia selalu berusaha untuk membuat Keii bahagia. 

Saat Kei mengeluh tugasnya yang banyak, Ethan selalu membantunya dan mendengarkan Kei. Ethan juga yang selalu menemani Kei begadang untuk menyelesaikan tugasnya. Saat Kei sedih karena sesuatu, Ethan langsung menghampiri Kei depan kost dan menghiburnya. Perlakuan Ethan inilah yang membuat Kei takut untuk membuka hati lagi.

Namun, untuk pertama kalinya setelah sekian lama ia merasa aman di dekat Ethan karena Ethan selalu ada, berbeda dengan masa lalu Kei. Dan itu menakutkan. Karena semakin nyaman seseorang, semakin besar kemungkinan ia kehilangan seseorang lagi. 

 

Hari-hari berlalu, tanpa sadar Ethan telah menjadi rutinitas di kehidupan Kei.

Pesan selamat pagi.

Telepon sebelum tidur.

Berangkat ngampus bareng. 

Video-video lucu yang dikirim oleh Ethan melalui tiktok, membuat Kei bahagia dan menjalani harinya dengan semangat. Bahkan, mereka sudah membuat streak.

Pesan singkat yang dikirim Ethan seperti “ capek, ya, ada cerita apa aja hari ini? “ atau “ udah makan belum?”

Perhatian kecil yang ditunjukkan Ethan membuat Kei berharap lagi. Apakah Ethan menginginkannya atau tidak? Namun, Kei tidak terlalu memikirkannya untuk sekarang, yang penting jalani aja dulu. 

Sekarang, Kei mulai percaya diri lagi. Mulai tertawa lagi. Mulai bahagia lagi karena ada Ethan yang menemaninya. 

 

Di sore hari yang cerah ini, Ethan dan Kei duduk di pinggir jalan sambil menikmati segelas es dan memandangi jalan. Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang nyaman, Ethan melirik kei sekilas sebelum akhirnya memberanikan diri membuka percakapan 

“Kei ....” 

“Hm?” sahut kei sambil menoleh.

“Malam ini kamu ada acara nggak?” 

“Belum, sih, kenapa?”

Ethan tersenyum kecil. “Aku kebetulan ada satu tiket konser tulus yang nggak kepakai. Kalau kamu mau, temenin aku nonton, ya?”

“Serius? Oke, boleh,” jawab Kei sambil antusias dan tersenyum lebar.

 

 

Malam itu area konser dipenuhi lautan manusia, beberapa lampu mulai dipadamkan saat Tulus naik ke atas panggung. Musik mulai dimainkan dan Kei ikut bernyanyi dengan ribuan orang lainnya. Sesekali ia melirik Ethan yang terlihat menikmati setiap lagu yang dibawakan, dan entah mengapa malam itu terasa lebih tenang

Saat lagu jatuh suka mulai dimainkan, suasana mendadak menjadi lebih sunyi. Tanpa sadar, kei terdiam sambil memandang Ethan. Lagu itu mengingatkannya padanya. Ia mulai berpikir, bagaimana kalau Ethan meninggalkannya secara tiba-tiba? Meski tidak pernah ada status yang jelas di antara keduanya. 

Teman?

Lebih dari teman?

Atau hanya dua orang yang menemani saat sedang sepi? Kei juga tidak tahu. Yang ia tahu saat di dekat Ethan jantungnya selalu berdetak lebih cepat dan itu membuatnya semakin takut. Setelah selesai, saat mereka berjalan pulang setelah menonton konser, Ethan tiba-tiba berhenti. 

“Aku boleh jujur nggak?” tanyanya.

Kei menoleh. “Boleh.”

Ethan  tersenyum kecil. “Aku nyaman sama kamu.”

Jantung Kei seakan berhenti berdetak. Angin malam terasa lebih dingin dari biasanya.

“Aku juga nyaman sama kamu,” jawab Kei pelan.

Ethan  menatapnya beberapa detik.

Lalu tersenyum.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya Kei membiarkan dirinya berharap.

Mungkin kali ini berbeda.

Mungkin kali ini tidak akan berakhir seperti sebelumnya.

Mungkin kali ini ia tidak akan patah hati lagi.

 

Seiring berjalannya waktu, sikap Ethan kepada Kei mulai berubah. Telepon malam yang sudah jarang, balasan yang dulu panjang sekarang hanya dibalas singkat saja. Kei dibuat bingung dengan perubahan sikap Ethan yang semakin hari semakin berubah. Ia berusaha untuk berpikir positif, mungkin Ethan sedang sibuk sehingga tidak bisa diganggu. Namun, semakin hari jarak itu semakin terasa. Dan yang paling menyakitkan bukanlah kepergian seseorang, melainkan saat mereka masih ada, tetapi tidak lagi benar-benar hadir.

Saat ia ingin menanyakan kepada Ethan apa yang sebenarnya terjadi. 

“Nggak usah overthinking."

Kalimat itu menjadi jawaban kesukaan Ethan setiap kali Kei mencoba bertanya. Padahal bukan itu yang Kei butuhkan. Ia hanya ingin kejelasan. Hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, setiap pertanyaan selalu berakhir menggantung.

Tanpa jawaban.

Tanpa penjelasan.

Tanpa kepastian.

 

Suatu malam untuk pertama kalinya Kei memberanikan diri dan menegaskan pada Ethan sebenarnya mereka ini apa. Ia memberanikan untuk mengirimkan pesan kepada Ethan. Entah apa yang dijawab Ethan, yang penting dia sudah mengeluarkan semua uneg-unegnya. 

“Kenapa tiba-tiba menjauh? Setelah kita sudah menjalani hari bersama-sama dan kalau kamu udah bosen, bilang aja. Aku lebih baik menerima kejujuran dari pada terus nebak-nebak kayak gini.”

Tidak ada balasan setelah menunggu beberapa menit. 

Dua jam, tak kunjung dapat balasan. Padahal Ethan sedang online. Kei tahu bahwa dia dan Ethan tidak memiliki hubungan apa pun, namun ia ingin memastikan lebih dalam, sebenarnya apa yang Ethan mau.

 

Keesokan harinya, balasan itu datang.

“Maaf kalau bikin kamu mikir macem-macem. Aku bingung sama perasaanku sendiri “

Hanya itu yang Ethan sampaikan, tidak ada penjelasan, tidak ada kepastian.  Kei yang membaca pesan itu berulang kali memastikan apakah akan berakhir seperti masa lalu. Matanya memanas, bukan karena marah tapi lebih kecewa. 

Ia berusaha membuka hati lagi. Berusaha memulai lagi dengan yang baru. Namun, ternyata ia kembali di posisi yang sama, menunggu seseorang yang tidak pernah benar-benar memilihnya.

Malam itu, Kei menangis bukan karena kehilangan Ethan. Ia menangis karena kehilangan harapan. Harapan yang selama ini ia bangun perlahan. Harapan yang membuatnya percaya bahwa mungkin kali ini akan berbeda. Ternyata tidak, dan kenyataan itu jauh lebih menyakitkan daripada perpisahan.

 

Dua bulan berlalu, Ethan semakin jarang menghubunginya. Hingga akhirnya hampir tidak pernah sama sekali, bahkan rutinitas yang biasanya Kei lakukan bersama Ethan hilang dalam sekejap.

Tanpa kata perpisahan.

Tanpa penutup cerita.

Hanya menghilang perlahan.

Seolah hubungan mereka tidak pernah berarti apa-apa.

Kei akhirnya mengerti, tidak semua orang datang untuk tinggal. Beberapa hanya datang untuk mengajarkan pelajaran. Meski terkadang pelajarannya terasa terlalu menyakitkan.

Seiring berjalannya waktu, Kei akhirnya sadar bahwa ia tidak lagi mengharapkan kehadiran Ethan Ia hanya ingin menikmati dirinya sendiri. Tidak ada lagi air mata. Tidak ada lagi pertanyaan yang tidak terjawab. Tidak ada lagi penantian yang melelahkan. Karena terkadang, cara terbaik untuk melanjutkan hidup bukanlah mendapatkan semua jawaban.

Mungkin Ethan bukan akhir dari ceritanya, mungkin juga bukan awal yang selama ini ia cari. Namun satu hal yang pasti, kali ini Kei tidak sedang memulai hubungan baru. Ia sedang memulai dirinya yang baru dengan versi yang tidak bergantung kepada orang lain

Kei juga berharap di kehidupan selanjutnya ia berharap Ethan tidak menjadi cowok bingung. Jadilah cowok yang bertanggung jawab atas rasa yang kamu tumbuhkan di perempuan. Dan jangan bawa orang lain sejauh mungkin kalau kamu masih belum tahu apa yang kamu mau. 

Kei akhirnya memahami arti sebenarnya dari dua kata yang selama ini terdengar sederhana.

Begin Again.

Bukan tentang menemukan orang baru, melainkan tentang menemukan dirinya dengan versi terbaiknya setelah hancur dan terlalu bergantung pada orang lain 

Sinopsis : 

Setelah hubungan empat tahunnya berakhir, kei  memilih menutup hati dan berhenti berharap pada cinta. Sampai ethan  datang dan perlahan mengubah semuanya. Dengan perhatian sederhana dan kehadirannya yang selalu ada, ethan  membuat kei percaya bahwa mungkin ia bisa memulai kembali. Ketika harapan mulai tumbuh dan hati perlahan kembali terbuka, semuanya terasa baik-baik saja. 

Hingga suatu hari, perhatian yang dulu selalu ada berubah menjadi jarak tanpa penjelasan. Yang tersisa hanyalah pertanyaan, penantian, dan perasaan yang tak pernah mendapat kepastian.Begin Again ? adalah kisah tentang harapan yang tumbuh di waktu yang salah, kehilangan yang datang tanpa perpisahan, dan keberanian untuk memulai kembali setelah pernah hancur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROFIL

  TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...