Kamis, 11 Agustus 2022

Bersatu Indonesia I Galih Juang Laksono

 

IDENTITAS PENULIS

Nama : Galih Juang Laksono

Divisi : Humas

Jenis   : Puisi

 

BERSATU INDONESIA

 

Indonesia adalah perbedaan

Adanya perbedaan karena kita ada

Berbeda kesukaan

Berbeda kenikmatan

 

Berbeda membuat kita sadar

Akan pentingnya rasa kasih

Rasa peduli..

Rasa saling menghargai, satu dengan yang lain

 

Jangan karena berbeda

Kita enggan hidup bersama

Jangan karena berbeda

Kita enggan hidup berdampingan

 

Jadikanlah perbedaan sebagai alat perekat bangsa

Bukan untuk mengoyak-ngoyak bangsa

 

Tidak beribu-ribu jumlah bangsa

Tidak berjuta-juta pula jumlah badan dan nyawa

Marilah..

Kita satukan itu semua

Menjadi satu kesatuan

Persatuan Indonesia

Senin, 11 Juli 2022

Tak Ada yang Tahu I Putri Nadilla Zahrotu Alufi


IDENTITAS PENULIS

Nama : Putri Nadilla Zahrotu Alufi

Divisi   : HRD

Jenis    : Puisi

 

TAK ADA YANG TAHU

 

Pagi itu

Dia simpan rapat-rapat

Walau wajahnya tak dapat sembunyikan bekas air mata

Pipinya merah, matanya pilu

Namun masih sempat ia mengukir senyum di bibirnya

 

Tak ada yang bertanya

Tak ada yang peduli

Sekalipun buah hatinya, belahan jiwanya

 

Ia selalu begitu

Meskipun koyak hatinya

Tetap saja tidak mau cerita

Hanya menangis dalam diam

Mengadu pada sembah dan sujud

 

Pisau duri menghunjam dirinya

Tetap saja tidak mau cerita

Sejak pertama tidak ada yang tahu

Sampai dia pergi

Dia tidak kembali


 

Teman Berproses I Silfi Eka Cindi Pratiwi

 

IDENTITAS PENULIS

Nama : Silfi Eka Cindi Pratiwi

Divisi   : Literasi

Jenis    : Puisi

 

TEMAN BERPROSES

 

Apakah kamu pernah menatap mentari di langit saat senja?

Yang perlahan dilahap gelap dan mengubahnya jadi malam sebagai ucapan pamit selamat tinggal.

Meskipun kamu tahu esok hari mentari akan kembali datang. Tapi bukan itu masalahnya.

Kamu khawatir kalau besok cuaca sedang tidak bersahabat dan mentari tertutupi mendung.

Kamu tidak yakin kalau sinar mentari itu mampu menembusnya dan memelukmu dengan kehangatan seperti yang biasa ia berikan.

Tapi di sisi lain, kamu selalu ingat satu hal, kalau hidup akan terus berjalan meskipun jalannya sangat terjal.

Ada ataupun tidak ada mentari itu, kamu dituntut untuk terus bergerak oleh keadaaan.

Kamu terus dituntut untuk selalu bisa dalam banyak hal meskipun kamu sendiri ragu untuk itu.

Kamu selalu berpikir bahwa dunia tidak adil karena apa yang terjadi terkadang tidak selaras dengan apa yang kita ingin.

Harus patah, harus dipisahkan, harus jatuh, harus berantakan, harus jungkir balik dan tumbang.

Lantas kemudian dihadirkan, kembali dipertemukan dengan seseorang

Yang menjadi alasan untuk kembali bangkit, kembali menemukan semangat, dibersamakan dengan orang yang dirasa tepat, dan sekejap kembali hilang atau dipaksa oleh keadaan.

Di sini aku sadar bahwa, alasan kamu ada, alasan kamu kuat adalah dirimu sendiri. Bukan orang lain.

Mereka hanyalah teman berproses, dan kamu yang sedang berproses.

Jadi jangan menggantungkan harapan pada orang lain, tapi diri kamu sendiri yang harus mulai terbiasa dengan itu.

Dari mereka kamu bisa belajar bahwa ada banyak hal yang bisa kita maknai senagai kenangan dan pelajaran hidup yang sangat berkesan.

Harap baik, semoga nanti kita kembali dipertemukan dengan versi kita yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Jadi, kamu harus semangat apapun kondisinya, ya.

Jumat, 24 Juni 2022

Menemukan 'Kita' I R. Moh. Wildan Syafiudin

 IDENTITAS PENULIS

Nama : R. Moh. Wildan Syafiudin

Divisi   : BPH

Jenis    : Puisi

 

MENEMUKAN ‘KITA’

 

Kini, aku dan kamu adalah satu

 

Aku pernah, berkelana ditemani luka.

Aku mengerti, menjemput luka atas nama bahagia.

 

Dan pada akhirnya,

Aku menemukan ’Kita’

Fana I May Reza Yunia Sari

 

IDENTITAS PENULIS

Nama : May Reza Yunia Sari

Divisi   : BPH

Jenis    : Puisi

 

FANA

           

Di atas mejaku,

tak ada lagi secangkir teh pekat penuh harap

Aku memandanginya kosong

 

Kursi merah panjang,

juga tak menemukan bekas

Wangimu hilang mengudara penuh lara

 

Teras depan bersih,

sepatumu tak terparkir

Benda itu membawamu beranjak

 

Halaman rumahku rapi,

tak ada bentuk-bentuk roda

Ia menghilang dari kasih sayang

Rabu, 11 Mei 2022

Norma I Erika Ananda Lestari

 

IDENTITAS PENULIS

Nama : Erika Ananda Lestari

Divisi   : BPH

Jenis    : Puisi

 

NORMA

 

Dia adalah jenis orang yang tidak mudah jatuh cinta

Ketika dia memilih, itu adalah sebenar-benarnya cinta

Indah lembut matanya, setiap insan juga akan jatuh padanya

Dia ingin diyakinkan setiap harinya

Bahwa cinta itu universal  dirasakan bahkan oleh semesta

Melihat senyumannya adalah anugerah mata 

Dia bukan seorang yang setengah berhati 

Namun dia memilih menjadi hati-hati 

Dia istimewa dan luar biasa kala memberikan cinta yang luar biasa

Namun, semesta kadang sebercanda itu tentang rasa

Norma dunia kali ini benar

Dia tidak seharusnya membenarkan perasaannya di tengah hingar binar

Kali ini dia kembali salah 

Untuk kesekian kalinya, dia kembali mengalah

Kembali mengubur diri dalam diam yang merekah

Bukan perihal perasaan, ini tentang menyembunyikan resah

Dan dunia tau benar adanya

Tidak usah diingatkan, dia tau posisinya

Dan kembalipun percuma

Dia sudah terlanjur jatuh pada kesalahan yang sama

 

“Dunia punya norma, tapi semesta punya cerita”

Waktu yang Salah I Salsa Bila

 IDENTITAS PENULIS

Nama : Salsa Bila

Divisi   : HRD

Jenis    : Puisi

 

WAKTU YANG SALAH

 

Banyak yang berkata

Waktu akan meyembuhkan segala yang menyakitkan

Kenyataannya, waktu tidak pernah menyembuhkan

Iya benar, ia hanya melupakan untuk sementara

Jadi waktu yang salah bukan?

Akan tetapi, mungkin dia tidak sepenuhnya bersalah

 

Jadi sebenarnya yang bersalah ini waktu atau kenangan itu?

Kenangan tidak akan pernah pudar

Anehnya, mengapa hanya kenangan menyakitkan yang teringat jelas?

Tentu waktu yang memihaknya bukan?

Memihak yang menyakitkan agar teringat dengan rapi

Dengan segala sudut sudut ceritanya

 

Tumpukan kenangan pahit seolah olah memenuhi isi kepala

Dengan segala benang cerita yang jelas dan terasa

Justru kenangan yang indah sulit sekali untuk ditemukan

Apakah waktu memang penyebab semua ini?

Ia bersalah dengan membiarkan kenangan indah hilang begitu saja

Dan menyimpan dengan rapat kenangan yang menyakitkan

 

Sungguh tidak adil bukan?

Manusia hanya bisa berencana, waktu yang menentukan

Tetapi, jika waktu yang salah apa masih bisa dibenarkan?

Bahwa waktu akan menghapus segala luka?

PROFIL

  TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...