Jumat, 26 Juni 2026

SEKAR Edisi Juni 2026 | Sajak yang Terlupa Karya Siti Sholekah

 Sajak yang Terlupa

Karya Siti Sholekah

 

Di bawah langit yang mulanya biru, 

Bumi pernah bernapas dalam diam yang syahdu. 

Hutan-hutan bertasbih lewat gesekan daun, 

Mengalirkan kehidupan dari tahun ke tahun. 

 

Dulu, kita memanggilnya alam dengan takzim, 

Tempat riak air menari tanpa sedih di urat nadi yang jernih.

Namun kini, di sudut jalan, pohon tua itu mulai bicara, 

Bukan dengan kata, tapi debu yang menempel pada daun yang lelah. 

Napas bumi mulai memburu, 

Terganti asap hitam yang mengepul kelabu. 

 

Sekarang, kita memanggilnya sumber daya yang siap diperas, 

Pohon-pohon tumbang bersandarkan serakah yang tak bertepi. 

Plastik-plastik itu menari bebas di sela akar, 

Menjadi prasasti bisu dari kebiasaan kita yang terlalu terburu-buru. 

Kita memetik tanpa pernah menanam, 

Membiarkan masa depan perlahan temaram di atas tanah yang merekah.

 

Bumi tidak minta disembah, 

Dia hanya ingin sedikit napas yang tak tercekat asap. 

Dia hanya ingin kita berhenti sejenak, 

Menaruh telepon genggam, melihat ke langit yang kian abu, 

Dan sadar bahwa tanah yang kita pijak, 

Masih punya memori tentang hari-hari ketika ia belum merasa terluka.

 

Tidak perlu pidato besar untuk menyelamatkannya, 

Belum terlambat untuk menyeka air mata di wajahnya. 

Mungkin cukup dengan satu langkah kecil hari ini: 

Membiarkan sisa makanan kembali menjadi tanah, 

Atau berhenti membuang harapan ke dalam botol-botol sekali pakai.

Mari jadikan tangan kita pelindung, 

bukan perusak yang angkuh. 

Sebab pada akhirnya, 

Kita bukan sedang menjaga alam yang jauh di sana, 

Kita sedang menjaga rumah, 

agar tidak runtuh di atas kepala kita sendiri. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROFIL

  TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...