Senin, 03 Januari 2022
Tak Sepantasnya Perbedaan itu Membuat Kita Runtuh | Lintang Safitri
Tak Sepantasnya Perbedaan Itu Membuat Kita Runtuh
Muhyi Aditya Supratman
Aku yang telah menghadirkan
ruang indah itu didadamu. Menanamkan kisah yang terukir dalam arti perjanjian
yang telah kita sepakati bersama. Selama ini kita telah seksama untuk mengukir
hubungan. Pada akhirnya kamu tetap pergi namun tak ingin melukai. Semestinya
aku tahu itu ketika kamu menyadari bukan aku yang kamu inginkan. Bukan aku yang
ingin kamu temani. Hingga aku lelah dengan sikapmu yang menankam kata yang
penuh harapan dan menenggelamkan.
Aku tak pernah tahu apa yang
sedang kamu rencanakan saat kita bersama. Kita telah melalui harapan yang benar
– benar pasti. Sedemikian percayanya aku kepadamu akan menuju titik abadi.
Sayangnya kamu telah mengakhiri. Kita sama – sama memiliki pemahaman dan
fikiran yang mandiri. Mengapa kita berhenti sejak perbedaan hadir dalam hidup
ini ?. kita tidak dapat menjalin hubungan jika perbedaan menjadi halang dan
rintang. Kamu menemukan jalanmu. Dan aku bersama yang lain. ketika salah satu
menggenggam dengan erat. Genggaman itu akan terlepas ketika perbedaan menjadi
permasalahan sepanjang hari.
Akan ada orang – orang yang
berusaha untuk memulihkan itu, namun belum tentu akan seperti sedia kala. Kita
tidak bisa benar – benar menghilangkan ingatan manis itu di dada. Ia akan tetap
ada walau kamu berusaha menghilangkan itu. karena memang selayaknya ia hadir
dalam hidup bukan hanya menjadi kenangan, melainkan menjadikan ia sebagai
pelajaran berharga. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi, sebab aku tak lagi
diingi. Memberikan hal yang semacam itu mungkin lebih baik.
Jika memang benar kita tidak
bisa ditakdirkan untuk bersama, maka izinkan aku untuk menemanimu sebagai
seseorang yang hadir sebelum orang baru itu datang. Seketika orang itu telah
datang, aku akan menghilang. Walau luka – luka itu menyesakkan dada. Bagaimana
pun juga aku pernah hadir dalam hidup ini. Hadir untuk bersedia denganmu. Dan
memilihmu sebagai pasangan. Perbedaan telah memberikan jalan – jalan yang tak
lagi sama. Dan pada akhirnya kita memilih untuk berhenti.
Berawal dari jalan yang
begitu manis telah membuatku hadir dalam kenangan yang tak kunjung usai. Rasa
sesal itu menjelma bagaikan hari – hari penuh penantian. Aku menggenggamu
secara erat, dan kamu memandangku secara cepat. Aku tidak menghiraukanmu
sebagai salah seorang yang hadir dalam pelukan. Hingga aku tak lagi menyadari
kisah ini yang telah berakhir. Didalam fikiran ku hanya satu. Aku hanya ingin
kamu.
Namun sayangnya kamu bukan
lagi yang pernah kukenal dulu. Kita hanya dipertemukan oleh sekejapnya waktu.
Usaha yang telah dilalui itu tidak benar – benar kamu usahakan. Hingga kita
tidak dapat lagi dipersatukan. Kamu yang menginginkan hal ini sekedar hadir
lalu pergi menemui ia yang kamu anggap sebagai seseorang yang dapat merubah
semua yang telah kamu jalani bersamaku. Lalu ketika hal itu tidak dapat kamu
harapkan, kamu kembali untuk merangkai cerita lama. Sedangkan aku telah benar –
benar menghilangkan kamu untuk selamanya. Sebab setelahnya pelangi tak akan
pernah hadir ketika hujan itu tak pernah hadir dalam suatu keadaan.
Perbedaan
bukan menjadi halangan dalam sebuah hubungan. Kita tidak pernah tahu apa yang
akan terjadi didepan. Yang kita ketahui hanya satu. Kita yang telah berakhir
menyatu.
09 –
10 November 2021
Muhyi
Aditya
Sebuah Perjalanan Panjang dengan Kepastian yang Tertunda | Muhyi Aditya Supratman
Sebuah Perjalanan Panjang dengan Kepastian yang Tertunda
Muhyi Aditya Supratman
Mencobalah mendengarkan dalam peliknya
kenyataan agar kamu dapat memahaminya. Bukan hanya untuk melihat hal – hal yang
membuatmu berbahagia. Bukan hanya mendapatkan hasil yang dapat kamu terapkan begitu
saja. Ketika kamu tidak dapat melakukan hal yang sama, biarkan orang lain untuk
mengungkapkan segala cerita dalam dada. Bukannya semestinya setiap orang
diharuskan untuk mendengarkan jika ingin memiliki pemahaman ?. Lantas ketika
perkataan itu tidak dapat lagi kamu dengarkan. Apa yang harus dilakukan ?.
Termasuk ketika kenyataan yang menyulitkan itu kamu ungkapkan kepada dia untuk
selalu menunggu sebagai pasangan.
Suatu
hubungan memang harus bertujuan dalam keseriusan. Namun, menciptakan keseriusan
tersebut membutuhkan usaha dalam kenyataan. Jika kedatangan mu bersamanya dalam
sebutan pasangan, artinya kamu dan dia memilih jalan yang berkaitan. Jika salah
satu telah menumbangkan, tak seharusnya kamu harus berkorban dan mengusahakan. Hidupmu
adalah pilihan atas tindakan. Bukan aturan yang harus kamu paksakan dalam
proses pendewasaan.
Dalam
kehidupan kadang kala terdapat orang – orang yang menumbuhkan rasa lalu
menghilang. Kamu mengutuk diri atas penyesalan. kehidupan yang tak
tersampaikan. Merelakan memang tak cukup dari sebuah perkataan. Kamu tahu hal
itu adalah rasa terberat dalam ruang kehampaan. Aku tak ingin berkubang dalam
kegelapannya malam – malam yang gemintang. Senja – senja yang membenamkan
harapan. Tanpa kamu tahu hati yang telah di luluhlantakkan. Ketika dia jatuh,
kamu mengangkatnya dengan sebuah kehormatan, lantas kenapa kehidupan
membalikkan ?. ketika kamu mengutarakan keseriusan kenapa dia memberi ruang
untuk meninggalkan ?.
Kesepakatan
yang telah lama terjalin meninggalkan lara – lara yang begitu dalam. Kamu yang
berusaha semaksimal tenaga, tergantikan oleh orang lain yang berkuasa. Dia yang
meninggalkan atas ungkapan yang dikatakan ketika itu, mengharapkan orang lain
untuk memberikan ruang kegembiraan dalam gelapnya kehidupan.
Jika
suatu hari nanti kamu membutuhkanku lagi untuk menaungi harimu, simpanlah hal
itu dalam – dalam. Tidak semua kenyataan akan membalikkan keadaan. Tidak semua
penundaan akan berakhir menyisakan duka dalam setiap tangisan
27 Oktober 2021
Ketika Dia telah Mengakhiri, Kamu Harus Pergi | Muhyi Aditya Supratman
Ketika Dia telah Mengakhiri, Kamu Harus Pergi
Muhyi Aditya Supratman
Bagaimana mungkin kita akan
memiliki tujuan jika kita tidak saling paham. Bukankah semestinya pemahaman
adalah sebuah jalan menuju keabadian dalam titik nadi kehidupan ?. Bagaimana
kita akan mencapai sebuah impian ketika jalan kita mengalami perbedaan. Kadang,
kita tidak membutuhkan orang yang memiliki kegiatan yang sama dengan kita, kita
hanya butuh orang yang memahami dunia kita. Dunia yang tak sama dengan apa yang
ia jalani, dan semestinya perbedaan bukan menjadi halang dan rintang. Sebuah
pelangi membutuhkan ketujuh warna untuk terlihat indah. Lantas mengapa
perbedaan itu telah membuat kita menjadi runtuh.
Hujan – hujan yang
mengindahkan jalan yang dirangkai dalam perbedaan bukanlah sebuah permasalahan
ketika satu diantaranya memilih membicarakan secara perlahan. Langkah – langkah
yang telah memberikan perjalanan panjang perlu ditinjau ulang ketika
ketidakpercayaan mulai timbul dalam dada seseorang. Keadaan yang membuat itu
telah mendorong dalam rentangan perbincangan yang menyesakkan. Kamu tau ketika
seseorang tidak lagi ingin kamu temani. Maka biarkan dia pergi untuk menemui
pengganti, sebab adanya kamu dalam dirinya bukanlah perasaan yang sungguh –
sungguh dia yakini.
Aku paham itu. rela tak
semudah kata. Keadaan yang telah membuatnya enggan untuk kamu temui. Walau dia
ingin menemui dalam sekejapnya keadaan yang ingin menjumpai. Ketika kamu telah
memilih sendiri, dia datang kembali. Kamu meresponnya dengan biasa saja, dia
mengharapkanmu luar biasa. Lantas ketika suatu hubungan telah berhenti dan
tersudahi, kamu kembali untuk menemui cerita yang telah usai. Kamu memohon
untuk merangkai kembali. Salahkah diriku untuk mengakhiri ?. sebab aku telah
berusaha untuk berkali – kali namun kamu tidak menghiraukan sekali lagi. Bagaimana
kita memulai kembali suatu hubungan yang telah retak, jika kamu saja tidak
pernah mengungkap.
Rasa itu kini telah berakhir
dalam rentetan cerita yang usai. Kenangan yang menghadirkanmu dalam kesunyian.
Menyelesaikannya dalam sebuah hubungan. Akankah rasa itu tetap ada walau kamu
memilih pergi dan tiada ?. aku sedikitpun tidak pernah menyesali itu sebagai
keadaan yang telah memberikan luka. kamu datang ketika aku tidak lagi mendapatkan seseorang itu. kamu hadir mengisi
ruang kehampaan itu. ketika ruang itu telah kamu isi. Kamu meninggalkan dan
pergi begitu saja. Setelah sekian lama kamu pergi, kamu ingin menemui kehidupan
ku yang telah terisi. Walau ada rasa risih. Aku tetap dengan manisnya muka
menampilkan itu kepadamu. Agar seolah kamu meyakini aku tetap yang yang kamu
pahami.
Ketika
seseorang telah meninggalkan, kamu tak boleh menerimanya kembali, walau dia
berjanji mengasihi, namun itu hanya ilusi.
Sebuah catatan dari seorang perempuan yang bercerita mengenai seorang pasangan yang telah pergi meninggalkan dan menemui kembali untuk menjalin sebuah hubungan
Duka yang Mendera | Muhyi Aditya Supratman
Duka yang Mendera
Muhyi Aditya Supratman
KAMU DENGAN EGOMU, AKU DENGAN PEMIKIRANKU. BAGAIMANA
PERASAAN INI AKAN BERSATU JIKA KAMU DAN AKU TIDAK
DAPAT
DIPADUKAN ?
kamu mengukir hubungan yang telah
terjalin begitu lama dengan dia. Terbang
tinggi dalam setiap tetes air mata yang tak dapat disangkal. Namun apakah kenyataan akan membaik jika kamu
menangis ?. Mungkin sedikit lebih melegakan
diantara sakit yang dirasakan. Kamu
hanya membekas diantara kenangan yang menyesakkan dada. Mendera luka yang masih belum sepenuhnya terucap. Yang pada kenyataannya
kamu harus tetap hidup dan memendamkan lara.
Semestinya kamu tahu jika suatu hubungan
harus saling mempercayakan satu diantara yang lain.
kebebasan tak seharusnya dikekang dalam setiap ucapan. Mengapa
kamu tetap memilih
ketika dia tidak lagi memilihmu ?. suatu hubungan yang terjadi
adalah saling. Bukan yang paling. Ketika
kamu tidak dapat menyaksikan dia berbahagia dengan mu, seharusnya kamu memilih untuk pergi dalam segala
kenyataan yang menyesakkan. Ketika kamu
tahu dia tidak membebaskanmu dalam setiap hari, kamu harus faham bahwa suatu hubungan
adalah tentang kedewasaaan. Bukan saling mencurigakan satu sama lainnya.
Lantas ketika hubungan itu telah begitu
dalam, apakah salah satu harus menghancurkan itu ?. Lantas apakah satu diantaranya harus mengalah ?. Lantas
ketika salah satu diantara dua orang tersebut telah mengalah, akankah dia dengan egonya dapat berubah ?. Tidak
ada yang tahu hal itu, ketika dia dengan egonya tidak dapat kamu ubah, akan ada saatnya dia untuk menyadarinya, ada saatnya dia akan
perlahan untuk mengubah sikap dan sifatnya.
Seorang wanita memiliki rasa untuk sayang kepada pasangannya, namun ketika perasaan
sayang itu telah melebihi batas kewajaran dalam pemikiran.
Apakah kamu tetap menahan dan bersedia berbahagia ?. Beberapa kenyataan
mungkin sebaliknya. Atau mungkin akan berbalik sangka.
Aku mengerti hal itu, suatu pasangan memang kadang begitu,
rasa sayang kadang menjelma bagaikan
kecurigaan tanpa logika.
Rasa sayang kadang menjelma bagaikan
duri – duri yang menusuk
dada. Tidak akan menusukmu secara langsung, namun mematahkan pemikiran
positifmu tentang dia. Hal itu
wajar jika dalam batasan yang dapat kamu tangani, namun ketika dia dengan egonya telah menginginkan untuk selalu ada
saat kamu berkegiatan, akankah kamu
tahan dengan sikapnya yang menginkanmu dalam
setiap waktu ?. Bukankah setiap pasangan memiliki caranya masing –
masing untuk memilih jalan bersama.
Lantas ketika dia dengan sikapnya
untuk memintamu untuk
bersamanya setiap waktu, apakah kamu tidak berfikir untuk melakukan
kegiatan dengan segala
rutinitas harianmu ?.
Semua
yang telah dilakukan
ketika bersamanya hancur bagaikan deburan ombak yang melenyapkan harapan
diantara masa – masa yang telah di jalani. Diantara
malam – malam yang gemintang. Diantara jalan yang mengindahkan
harapan. Namun semua itu tak ada artinya lagi untuk mu. Kamu tetap dengan memilih ragu kemudian hancur
dan melebur. Pada kenyataannya hubungan yang telah dijalani
yang entah kapan akan memilih
titik perpaduannya kembali
pada titik senyatanya. Mungkin, ini adalah jalan kebaikan
diantara insan yang tak ingin kembali memupuk
asih. Tak ingin kembali untuk memadu kasih. Dan, setelah nya berakhir belas kasih.
Apakah perasaan
ini akan tetap sama walau
kamu tidak lagi bersedia ?.
Aku tidak pernah ingin tahu itu,
yang kuingini adalah lembaran baru tanpa kamu.
Perasaan Yang Menjadi Lara
19 – 20 Oktober 2021
Muhyi Aditya
[Review] Eliana | Ayudya Ratriana Nur Anisyah
REVIEW BUKU
Eliana Karya Tere Liye
Ayudya Ratriana Nur Anisyah
• Identitas Buku
1. Judul Buku : Eliana (Serial Anak Mamak)
2. Nama Penulis : Tere Liye
3. Tahun Terbit : Cetakan I, Januari 2011, Cetakan XVI, Juni 2017
4. Penerbit : Replubika Penerbit
5. Jumlah halaman : iv, 159 halaman
6. Harga Buku : Rp. 63.000,-
- Sinopsis
Novel ini menceritakan tentang seorang gadis berusia 12 tahun bernama Eliana. Ia memiliki 2 adik laki-laki bernama Burlian, Pukat dan sorang adik perempuan bernama Amelia. Dari keempat bersaudara, Eliana adalah yang paling berani. Mereka tinggal bersama Bapak dan Mamak di sebuah daerah di pulau Sumatera. Suatu hari, Bapaknya, Syahdan membawa Eliana dan Amelia ke kota kecamatan. Di sana, Pak Syahdan akan menangani kasus penting. Dia pergi ke gedung biru untuk menemui orang-orang di sana dan meminta Eli dan Amel untuk menunggu di toko emas Koh Acung. Setelah beberapa saat, mereka tidak bisa menunggu Bapak lagi dan memutuskan untuk mengikutinya ke gedung biru. Ada beberapa keributan di gedung biru dan Eliana mengenali salah satu suara dalam keributan itu. Eliana segera membuka pintu ke ruangan tempat keributan itu berasal dan bergabung dengan debat panas.
Dalam perjalanan pulang, ia ditegur oleh ayahnya atas kejadian sebelumnya. Selain itu, ia mendapat nasihat bijak dari ayahnya. Eliana telah membuat keributan sebelumnya karena dia tidak menerima ayahnya tersinggung dan dia tidak puas dengan rencana penambangan pasir yang ingin dia terapkan di desanya. Ternyata, alasan kedua justru membuat Eliana marah hingga ia muak dengan "Johan" (pemilik tambang pasir) yang juga menghina ayahnya. Eli bersumpah untuk membencinya selamanya dan menghentikan rencana penambangan pasirnya dengan cara apa pun. Dia memutuskan untuk mengundang teman-temannya, Hima, Damdas dan Marhotap untuk melawan para petugas tambang yang datang dari kota provinsi. Mereka menyebut geng itu "Empat Buntal". Suatu malam, ketika semua anak di desa telah selesai mengaji Al-Qu'an di rumah Nek Kiba, Marhotap berencana menyerang truk tambang besar dengan balon berisi minyak tanah dan mengajak tiga temannya, tetapi tidak ada yang mau ikut. Ia harus melakukannya sendiri. Sejak malam itu, Marhotap seolah ditelan bumi, tidak ada yang tahu di mana dia berada. Sekarang hanya ada tiga dari mereka yang tersisa untuk melawan para penambang. Hingga akhirnya mereka mengajak Anton yang juga teman sekolah mereka untuk bergabung dalam misi tersebut. "Empat Buntal" sangat sulit untuk menambang pasir sehingga mereka harus bekerja sangat keras. Pada satu titik, saat menjalankan misi, keempatnya terjebak dalam sebuah kontainer.
Alam mulai menunjukkan kemarahan terhadap para pekerja di tambang pasir. Saat itu, hujan deras menyebabkan tanggul jebol dan banjir bandang. Semua perabotan di desa itu dihancurkan dan diratakan, tidak meninggalkan bekas penambangan pasir. Air terlihat keruh. "Empat Buntal" yang terperangkap di dalam kontainer akhirnya selamat. Dua puluh tahun telah berlalu. Sekarang, Eliana telah menjadi pengacara terkenal di kota provinsi. Selain itu, Marhotap yang pernah menghilang ditemukan, hanya tersisa jasadnya di tengah kubangan lumpur.
- Kelebihan
Penulis berhasil menyajikan cerita yang sangat menarik untuk dibaca, karena novel ini menceritakan kehidupan sehari-hari yang terkesan nyata. Alur cerita yang disajikan membuat pembaca hanyut dalam ceritanya. Latar tempat dideskripsikan sangat detail, sehingga pembaca mudah untuk membayangkan cerita yang dimaksud oleh penulis. Selain itu, bahasa yang digunakan merupakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami pembaca.
- Kekurangan
Di bagian awal cerita, membuat pembaca sedikit bingung dan merasa bosan dengan ceritanya. Selain itu, di dalam novel ini, menyebutkan beberapa kali kosa kata bahasa Belanda tanpa keterangan arti, namun hal ini tidak berdampak fatal karena pembaca masih bisa menerka-nerka maksud penulis dengan membaca kalimat selanjutnya dengan menggunakan bahasa Indonesia.
PROFIL
TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...
-
TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...
-
Kamu Cukup, Selalu Karya Aura Alfisyahrani Sinopsis Ketika Bulan terbangun dalam tubuh Luna, ia menyadari satu kebenaran mengerikan. Kemat...
-
RESENSI BUKU BULAN JULI 2024 AYAHKU [BUKAN] PEMBOHONG – Tere Liye COVER Identitas buku Judul: Ayahku [Bukan] Pembohong Penulis: Tere Liye...