SEKAR Edisi April 2026 | Resonansi yang Tak Terucap Karya Trileonita Aritonang

Resonansi yang Tak Terucap 
Karya Trileonita Aritonang

Di antara riuh semesta yang tak bernama

Aku menemukan gema yang tak kasat indera

Bukan hadir dalam bentuk yang nyata

Namun terasa seakan telah lama ada

 

Ia tak mengetuk, tak pula memaksa

Hanya hadir sebagai rasa yang perlahan menyala

Seperti vayu yang menyentuh tanpa wujud

Namun cukup untuk menggetarkan seluruh kalbu

 

Dalam diam, kusebut ia dalam doa

Tanpa ingin menggenggam, tanpa ingin memiliki sepenuhnya

Sebab ada rasa yang tak ditakdirkan untuk bersuara

Namun tetap hidup dalam sunyi yang setia

 

Kadang aku bertanya pada semesta

Apakah ini sekadar persinggahan jiwa

Ataukah serpih takdir yang belum sempurna

Yang hanya dipertemukan untuk saling merasa

 

Ia tak pernah tahu betapa dalam gelombangnya

Betapa sunyi pun mampu menjadi penuh karenanya

Namun mungkin memang begitulah adanya

Tidak semua rasa diciptakan untuk saling menemukan

 

Dan jika suatu saat angin membawa arah berbeda

Aku tak akan menggenggamnya dengan paksa

Sebab yang pernah hadir dengan begitu sederhana

Telah cukup menjadi bagian dari makna

 

Biarlah ia tetap menjadi gema yang tak terucap

Hidup di antara doa dan harap yang terjaga

Karena dalam ketidakterucapan itu

Aku belajar mencinta tanpa harus memiliki selamanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKAR Edisi Juni 2025 | Kamu Cukup, Selalu karya Aura Alfisyahrani

PROFIL

SEKAR Edisi Juni 2025 | Angin Malam karya Saffanah Salsabila Syaikhoni