Minggu, 12 April 2026

SEKAR Edisi Maret 2026 | Saksi Bisu Terakhir Kami Bernyanyi karya Fajriyanti Azizah

Saksi Bisu Terakhir Kami Bernyanyi
karya Fajriyanti Azizah

Aku duduk di hamparan lukisan tuhan,

Saat itu,

Masih tak mengenal pahitnya kehidupan

Berlari-larian sembari tertawa riang 

10 tahun lalu,

Ketika senyumku tak perlu dipaksa untuk ada


Aku ingin kembali,

Memutar waktu,

Merangkul masa yang telah berdebu

Kalian ingin pergi bersamaku? 


Kami duduk di tebing berbatu,

Menyusun memori yang takkan kembali.

Nuansa kalbu tak pernah tampak sendu 

Kecewa pun enggan lahir kala itu,


Hingga waktu menunjukkan ego,

Membuat kami tak bisa bernegosiasi.

Tempat indah menyayat hati 

Malam itu ialah saksi bisu terakhir kami bernyanyi 


Aku menulis puisi ini dengan kepala penuh nostalgia 

Dengan senyum tulus, ikhlas, lalu rela,

Bahwa kita telah terseret waktu, menuju arah yang berbeda


Masa indah itu menjadi arsip abadi 

Pelakon yang berakting semoga kembali satu

Menyusun kata walau hanya ingatan 

Pasti menangis suatu hari nanti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROFIL

  TENTANG Sahabat Perpustakaan adalah badan semi otonom yang secara struktur memiliki garis koordinasi dengan Kepala UPT Perpustakaan Univer...